Tag Archives: tekanan darah tinggi

Aritmia

Setelah dokter memberitahu kalau saya mengidap aritmia, saya jadi penasaran untuk mengetahui lebih lanjut. Setelah browsing2, saya dapet artikel yang cukup sederhana dan bermanfaat dari Harley Street Clinic, Singapore, yang terafiliasi dengan Gleneagles Hospital dan Mount Elizabeth Novena Specialist Center serta situsnya SingHealth :

pulse

Continue reading

Advertisements

Tekanan Darah Tinggi – 3

Pasca kejadian nyeri dada dan sesak nafas yang membuat saya harus masuk UGD RS Harapan Kita, saya jadi khawatir… apakah ada masalah dengan jantung ?

Sebenarnya ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa masalah jantung selain dengan yang sudah dilakukan di RS Harapan Kita, diantaranya adalah uji thread mill dan scan jantung. Rencananya saya akan melaksanakan Medical Check Up (MCU) di kantor dan salah satunya adalah uji thread mill.

Tapi, mengingat saat ini sedang bulan puasa, maka saya menunda pelaksanaan MCU tersebut.

Seminggu setelah pengalaman di UGD RS Harapan Kita, saya mencoba lagi pulang naik kereta, dengan berjalan kaki dari kantor. Nah, saya agak khawatir, ternyata nafas saya menjadi sesak lagi. Saya coba berjalan perlahan2… saya sempat bimbang, apakah saya kembali ke kantor, pulang naik taxi, dijemput supir pake mobil atau saya terus berjalan dan pulang naik kereta ? Saya tahu persis, pada bulan puasa kereta commuter line pasti penuh, semua orang mau pulang lebih awal agar bisa berbuka puasa bersama keluarga di rumah.

Akhirnya saya putuskan terus jalan ke stasiun…

Sampai di stasiun, saya tambah was2… orang berjubel menunggu kereta datang…

Benar saja, begitu kereta datang, penumpang berjejal2 masuk… saya masuk juga berdempet2an di dalam kereta. Saya tambah was2… rupanya sesak nafas lagi…

Setelah kereta jalan, rasanya saya sempat mau pingsan. Akhirnya saya putuskan untuk turun di stasiun berikutnya.

Continue reading

Tensi Tinggi – Sesak Nafas

Setelah seminggu kembali bekerja di Jakarta, saya sudah merasa pulih seperti semula. Bedanya sekarang saya rutin minum Micardis setiap hari.

Dengan kondisi tekanan darah tinggi, seperti saran dokter saya harus rajin berolahraga. Untuk rutin olahraga setiap hari agak sulit mengatur waktu karena pagi2 saya sudah harus pergi ke kantor dan sampai di rumah sudah sore/malam. Salah satu kiatnya saya upayakan jalan kaki dari kantor ke Stasiun Tanah Abang yang memakan waktu sekitar 10-15 menit jalan kaki.

Suatu hari, saya berjalan kaki ke stasiun. Karena saya membawa tas yang cukup berat, maka nafas rasanya terenga-engah…nafas rasanya sesak, saya pikir karena sudah jarang olahraga, padahal sebelumnya saya cukup rajin berenang setiap minggu.

Yang membuat saya agak khawatir, ternyata rasa sesak nafas tersebut tidak hilang sampai beberapa jam walaupun sudah sampai di rumah. Rasa sesak nafas ini sama seperti ketika saya masuk RS di Medan 😦 …Setelah berbaring cukup lama, maka rasa sesak makin lama tidak terasa lagi…

Keesokan harinya, saya bekerja seperti biasa. Pulang ke rumah juga tidak ada masalah.

Rupanya masalah datang malam hari. Setelah saya tidur, tengah malam sekitar jam 1an, tiba-tiba saya merasa nyeri di data sebelah kiri. Saking nyerinya saya sampai terbangun.

Continue reading

Tekanan Darah Tinggi – 2

Menyambung posting sebelumnya….

Setelah keluar dari RS di Medan, saya merasa harus istirahat lagi (pas weekend), jadi ngga bisa jalan2 di kota Medan dan sekitarnya 🙂

Istirahat 2 hari sudah cukup rasanya sehingga hari Senin berikutnya sudah bisa bekerja seperti semula.

Pulang dari Medan, saya juga bekerja seperti biasa. Tidak lupa saya kontrol ke dokter spesialis penyakit dalam yang sudah menjadi langganan, dr.Bahdar Johan di RS Premier Bintaro…

Continue reading

Medical Check-up – MCU

Sewaktu saya masih dalam proses terapi dengan obat Glivec paska operasi, salah satu yang sering ada dalam pikiran saya adalah :

1. Apakah saya bisa “sembuh” ?
2. Sampai kapan saya harus terus minum obat Glivec ?
3. Apabila sudah “sembuh”, berapa lama kondisi yang sudah membaik akan bisa bertahan ?

Pertanyaan No.2 sudah terjawab sejak awal 2011, ketika tim dokter memutuskan untuk menghentikan Glivec.

Pertanyaan No.1 dan No.3 butuh penjelasan khusus 🙂

Akhir2 ini saya jadi ingat pertanyaan tersebut, kenapa ? tidak lain karena hasil Medical Check-up atau MCU yang dilakukan di kantor saya…

Sejak dulu, saya belum pernah melaksanakan MCU di kantor. Padahal, untuk pegawai di atas 40 tahun atau pejabat di kantor, setiap tahun ada panggilan MCU. Kali ini saya harus ikut, sekalian ingin tahu kondisi 2,5 tahun paska operasi.

Continue reading