Tag Archives: inhibitor

Kondisi 6 bulan terapi

Pemeriksaan 6 bulan Glivec

Tidak terasa, sudah 6 bulan saya menjalani terapi Glivec. Seperti biasanya, dokter meminta saya untuk periksa darah setiap bulannya.

Namun, untuk kondisi bulan November 2010 saya tidak melakukan cek darah karena dokter melihat kondisi yang membaik pada bulan Oktober 2010, sehingga pemeriksaan dilakukan 2 bulan sekali.

Khusus bulan VI, pemeriksaan dilakukan secara detil, lebih detil dari pemeriksaan di bulan IV. Beberapa parameter tidak bisa diperiksa di laboratorium biasa. Bahkan Prodia Pondok Indah yang sudah cukup lengkap pemeriksaannya (lebih lengkap dari RS dan poliklinik langganan saya) juga tidak memiliki peralatannya. Akhirnya saya ke Prodia Pusat di Jl.Kramat Raya, Jakarta, yang memiliki fasilitas lebih lengkap.

Continue reading

Kanker – Jenis2 Terapi

.
Penyakit kanker dapat ditangani melalui berbagai macam cara, tergantung dari jenisnya, bagian tubuh yang diserang, dan tingkat penyebarannya.

Continue reading

Efek Samping – Glivec®

Posting kali ini kembali membahas obat kanker yang bernama imatinib, atau lebih dikenal dengan nama dagang Glivec®, terutama akan dibahas mengenai efek sampingnya. Imatinib merupakan obat yang saat ini digunakan untuk terapi pada pasien chronic myeloid leukaemia (CML), dan suatu jenis kanker langka yang dikenal sebagai gastro-intestinal stromal tumour (GIST). Obat ini juga dapat digunakan dalam terapi jenis kanker lainnya sebagai bagian dari uji penelitian.

  Continue reading

Sejarah Glivec®

 

 Berdasarkan beberapa literatur, cerita mengenai Glivec dimulai oleh 2 orang peneliti : Peter Nowell, MD, University of Pennsylvania School of Medicine, dan David Hungerford, MD, Institute for Cancer Research. Mereka dapat mengidentifikasi mutasi genetic pasien CML pada tahun 1960. Keduanya menemukan bahwa suatu bagian DNA hilang dari chromosome 22, belakangan diketahui sebagai Philadelphia (Ph) chromosome dan terjadi pada sekitar 95% of pasien CML. Penemuan ini menunjukkan bahwa pertama kalinya peneliti menemukan genetic yang abnormal dikaitkan dengan suatu jenis cancer. Dengan adanya temuan ini pula terjadi peningkatan penelitian tentang genetic yang menyebabkan cancer.

Continue reading