Tag Archives: Imboost

Diare

Hari Rabu ini saya tidak masuk kantor. Sebenarnya sejak hari Selasa malam, perut rasanya sudah tidak enak. Setelah makan malam kemarin perut kembung, terasa mual, bahkan sampai muntah2. Selanjutnya, buang2 air (Diare) beberapa kali, bahkan Rabu dini hari sampai terbangun karena mau buang air.

Saking seringnya buang air, tubuh terasa lemas sehingga saya memutuskan untuk tidak masuk kantor.

Alhamdulillah Rabu malam ini diare sudah berhenti. Walaupun demikian saya masih makan bubur.

Continue reading

Advertisements

Daya tahan tubuh

Sudah lama saya tidak menulis… tidak ada tulisan baru dalam bulan Maret 2011…

Sejak blog ini dimulai, bulan Mei 2010, baru kali ini, dalam sebulan tidak ada tulisan baru.

Iya, ada kesibukan yang membuat saya tidak sempat menulis. Pada awal Maret 2011 adik kandung saya melaksanakan pernikahannya. Kebayang kan, pasti ada aja kerepotannya…

Selesai acara pernikahan, saya terkena sakit selama hampir 2 minggu. Kepala sakit sebelah (kadang sebelah kiri, kadang sebelah kanan), badang meriang (sampai akhirnya demam tinggi mencapai 39 derajat Celcius), tulang2 terasa ngilu.

Tadinya saya pikir ini flu biasa saja… tapi setelah demamnya tinggi saya mulai khawatir, apalagi setelah tiga hari muncul titik2 dan bercak merah di kaki… wah seperti gejala demam berdarah… pas muncul bercak merah pas hari Minggu, jadinya saya langsung pergi ke Unit Gawat Darurat di RSPI karena praktek dokter umumnya libur pada hari Minggu.

Continue reading

Kondisi 6 bulan terapi

Pemeriksaan 6 bulan Glivec

Tidak terasa, sudah 6 bulan saya menjalani terapi Glivec. Seperti biasanya, dokter meminta saya untuk periksa darah setiap bulannya.

Namun, untuk kondisi bulan November 2010 saya tidak melakukan cek darah karena dokter melihat kondisi yang membaik pada bulan Oktober 2010, sehingga pemeriksaan dilakukan 2 bulan sekali.

Khusus bulan VI, pemeriksaan dilakukan secara detil, lebih detil dari pemeriksaan di bulan IV. Beberapa parameter tidak bisa diperiksa di laboratorium biasa. Bahkan Prodia Pondok Indah yang sudah cukup lengkap pemeriksaannya (lebih lengkap dari RS dan poliklinik langganan saya) juga tidak memiliki peralatannya. Akhirnya saya ke Prodia Pusat di Jl.Kramat Raya, Jakarta, yang memiliki fasilitas lebih lengkap.

Continue reading