Tag Archives: Dharmais

Pemeriksaan – PET Scan

(lanjutan)

setelah menunggu beberapa hari sejak tgl.5 Agustus 2013 (RS libur dulu mau lebaran) akhirnya saya ditelpon oleh petugas dari RS Kanker Dharmais : hari Kamis, 22 Agustus 2013 dijadwalkan untuk PET Scan.

untuk persiapannya, sehari sebelumnya saya dikirim SMS :

1. seperti biasa puasa 6 jam sebelumnya.

2. datang jam 12 siang (giliran saya).

3. dianjurkan banyak minum air putih malam sebelumnya.

4. membawa hasil scan/rontgen sebelumnya.

5. membawa jaket karena ruangannya dingin 🙂

pas hari-H nya, saya sudah datang jam 12 di Bagian Radiologi RS Dharmais. Rupanya hari itu ada 10 orang yang di PET Scan, dan saya kebagian nomer urut ke-5…

mula2 saya menunggu untuk proses administrasi dilanjutkan dengan penjelasan dari dokter (spesialis kedokteran nuklir).  dari dokter tersebut saya dijelaskan kalau nanti akan disuntik dengan cairan yang mengandung radioaktif 😦 tapi dosis radiasinya sedikit saja.  cairan tersebut adalah sejenis glukosa (18F-FDG atau tepatnya 2-deoxy-2-(18F) fluoro-D-glucose) sehingga pasien harus dites gula darahnya agar masih dalam rentang yang normal.

kenapa glukosa ? rupanya glukosa tersebut dibutuhkan dalam perkembangan sel dan lebih banyak lagi pada sel tumor/kanker, sehingga cairan glukosa-radioaktif tersebut nantinya akan terlihat berpendar di mesin PET Scan khususnya pada bagian yang ada tumor/kankernya…

Continue reading

Kanker dan Penyebabnya

Setelah panjang lebar saya mencoba mencari informasi mengenai GIST dan terapinya, Glivec, saya jadi tertarik untuk mengetahui informasi basic tentang kanker…

Ketika saya melihat website RS Kanker Dharmais, terdapat informasi yang cukup sederhana namun sangat bermanfaat :

Continue reading

Kanker GIST – Langka (2)

Langkanya kasus GIST dapat diketahui pula dari jurnal : “Indonesian Journal of Cancer”, RS. Kanker Dharmais (Pusat Kanker Nasional) Vol. 2 No. 2 April – Juni 2008, dengan judul Deteksi Dini Gastrointestinal Stromal Tumor yang ditulis oleh Dukut Respati Kastomo (Staf Medik Fungsional Bedah Digestif RS. Kanker Dharmais).

Continue reading