Bawang Putih: Efek Samping

Satu bulan yang lalu, 1 April 2015, saya mendapat tambahan ilmu…

Saya baru tahu kalau ternyata makan bawang putih bisa membawa efek samping yang serius, salah satunya adalah Anemia, tepatnya Hemolytic Anemia.

Garlic

Hemolytic anemia adalah kondisi dimana sel darah merah rusak dan diganti dari aliran darah sebelum umur normalnya berakhir.  Sel darah merah dibuat dalam sumsum tulang dan berumur sekitar 120 hari dalam aliran darah.  Sel ini membawa oksigen ke jaringan tubuh dan membawa keluar karbondioksida.  Sel darah putih dan platelets juga dibuat di sumsum tulang.  Sel darah putih berfungsi untuk memerangi infeksi, platelets berfungsi untuk menempelkan jaringan – menambal bolong2 kecil pada dinding pembuluh darah dan menghentikan pendarahan.

Ketika sel darah sudah mati, sumsum tulang akan membuat penggantinya.  Namun demikian pada penderita hemolytic anemia, sumsum tulang tidak dapat membentuk sel darah merah dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Hemolytic anemia dapat memicu beberapa masalah kesehatan seperti kelelahan, nyeri, denyut jantung yang tidak normal – disebu juga aritmia/arrhythmias, pembengkakan jantung sampai yang fatal yaitu kegagalan jantung.

Bawang putih atau Garlic (Allium sativum) cukup populer dikenal akan manfaatnya untuk kesehatan seperti menurunkan kolesterol, tekanan darah, dll.  Hanya saja, konsumsi yang berlebih dapat memicu hemolytic anemia.

Posting ini saya tulis agar pembaca dapat mengetahui efek samping bawang putih tanpa harus mengalaminya🙂  Berbeda dengan saya, sempat masuk rumah sakit, walaupun hanya sehari, karena gejala aritmia.

Aritmia

Tepat tanggal 1 April, bulan yang lalu.  Saat itu saya mengunjungi dokter di poliklinik kantor untuk kontrol rutin dan mengambil obat setiap bulan, obat hipertensi – Micardis.  Saya juga mau kontrol karena beberapa hari terakhir kepala seperti berputar, kadang terhuyung2 kalau berdiri terutama setelah bangun dari berbaring/duduk.  Yang lebih mengkhawatirkan adalah tekanan darah yang rendah sedikit di atas 100/60 padahal seringnya 140/90.  Nah, saat diperiksa dokter saya langsung disuruh ke UGD dan dirawat di rumah sakit untuk observasi selama 24 jam karena denyut jantung yang tidak beraturan, Aritmia, sangat tidak beraturan. Panik juga saya😦

Langsung saja saya pulang dari kantor ke rumah untuk membawa pakaian ganti.  Untungnya hari itu saya diantar oleh supir.  Dari rumah langsung ke UGD di RS Bintaro.  Observasi yang dilakukan adalah EKG, rontgen, tes darah termasuk tes Troponin T yang lumayan mahal Rp760 ribu hanya untuk 1 item tsb.  Troponin T adalah protein dari otot jantung yang dapat menandakan adanya masalah jantung seperti gagal jantung.

Singkat cerita, tes Troponin negatif, artinya tidak ada masalah jantung yang dikhawatirkan seperti penyempitan pembuluh darah.  hasil rontgen juga oke.  Hanya saja, ada yang mengagetkan, Hb atau Hemoglobin hanya 10,1 saja dari ukuran normal 14-18 gm/dl (untuk pria dewasa).  Ini dia, anemia dapat mengakibatkan aritmia…

Memang dalam beberapa minggu terakhir ini saya sering makan bawang putih dengan niat untuk menurunkan kolesterol serta tekanan darah (tujuannya tercapai, he he he…). Dalam sehari saya makan 1-2 siung kecil bawang putih…

Begitulah sedikit pengalaman untuk di share🙂

Sumber: Wikipedia, US National Library of Medicine, internet

2 thoughts on “Bawang Putih: Efek Samping

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s