Terapi Cryosurgery

Banyak sudah kita dengan terapi yang dilakukan untuk menangani penyakit kanker, mulai dari yang standar seperti pembedahan, radiotherapy dan kemoterapi, sampai dengan yang canggih seperti target therapy dan cryosurgery.  Di samping itu tentunya kita juga pernah mendengar terapi yang non-konvensional (non-medis) seperti terapi herbal menggunakan berbagai daun2an, buah2an ataupun biji2an dan juga terapi “jenis” lain seperti menggunakan aura, meditasi atau “jaket anti kanker”.

Kali ini saya akan memposting artikel terkait cryosurgery atau teknik pembekuan.  Artikel ini sebenarnya pernah di tulis pada koran Kompas edisi Sabtu, 6 September 2014, namun saya unggah kembali di blog ini agar para pembaca yang tidak sempat membaca koran tersebut dapat membacanya di sini… 

Dikutip dari Kompas :

“Menjinakkan Keganasan Kanker”

KOMPAS.com – Pengembangan teknologi terbaik untuk mengatasi kanker terus dilakukan. Beragam metode terapi dikembangkan untuk membunuh sel-sel kanker, termasuk menerapkan teknik pembekuan atau cryosurgery. Kemajuan beragam terapi itu menumbuhkan harapan bagi para penderita untuk pulih.

Slide-No-04

Dalam kunjungan selama beberapa hari di Rumah Sakit Kanker Fuda, di Guangzhou, Tiongkok, di sela-sela Forum Terapi Kanker Ke-3 (The 3rd Forum on Cancer Treatment 2014) di Guangzhou, 16-18 Agustus lalu, sejumlah wartawan melihat langsung metode terapi kanker yang diterapkan di RS itu.

Teknik pembekuan sel-sel kanker (cryosurgery) mulai diterapkan di RS itu sekitar tahun 2000. Itu merupakan teknik untuk terapi kanker yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada 1998 dan disetujui di Tiongkok pada 1999.

Metode itu merupakan terapi dengan cara membekukan sel-sel kanker hingga suhu minus 160 derajat celsius, tanpa pembedahan. Teknik itu hanya memerlukan lubang sebesar jarum berukuran 2-8 milimeter. Proses pembekuan sel kanker menggunakan gas argon.

Saat menyaksikan proses pembekuan sel kanker pada penderita kanker hati asal Arab Saudi, pertengahan Agustus lalu, dokter memakai alat bantu ultrasonografi (USG) untuk mengetahui letak presisi sel kanker yang akan dibekukan. Pembekuan dengan menyuntikkan gas argon tepat ke sel kanker hingga suhu minus 160 derajat celsius sehingga sel kanker membeku. Tujuannya untuk mematikan sel kanker itu.

Direktur Kantor Indonesia Fuda Medical Group Liu Zhengping, melalui layar USG, memperlihatkan sel kanker yang membeku yang menyerupai bola. Awalnya, bola terbentuk lebih besar dari ukuran sel kanker. Kemudian, dalam satu-dua pekan, sel kanker akan mengecil.

Selain menggunakan teknik pembekuan sel kanker, RS itu juga memadukan metode itu dengan kemoterapi dan imunoterapi. Kemoterapi yang dilakukan bersifat lokal, yaitu kemoterapi yang langsung pada titik kanker atau terapi target. Jadi, obat kemoterapi dimasukkan ke dalam tubuh dengan kateter, langsung ke sel kanker. Dengan metode itu, obat lebih efektif ke sasaran, tak mengenai sel sehat lain.

Imunoterapi

Pasien kanker juga mendapatkan terapi lain berupa imunoterapi, yaitu terapi dengan menyuntikkan sel darah terbaik pasien yang sudah dibiakkan untuk meningkatkan kembali imunitas tubuh. Menurut Direktur Bioterapi RS Kanker Pusat Fuda, Chen Jibing, sebelum mendapat terapi itu, tingkat imunitas tubuh pasien diperiksa lebih dahulu.

Jika kondisi kekebalan tubuh di bawah standar, pasien akan menjalani imunoterapi. Intinya, imunoterapi dilakukan dengan mengambil sekitar 100 cc sel darah pasien. Sel darah itu lalu dipilih yang terbaik dan dibiakkan sekitar sembilan hari.

Pada hari ke-10, sel darah terbaik yang sudah dibiakkan itu disuntikkan kepada pasien lewat infus. ”Setelah imunoterapi, tiga bulan kemudian perlu dicek lagi untuk melihat nilai imunitas tubuh pasien,” ujarnya.

Hingga kini, ribuan pasien kanker dari sejumlah negara, seperti Australia, Singapura, Thailand, Arab Saudi, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia, telah mendapat pengobatan dengan teknik pembekuan di RS itu. Beberapa jenis kanker yang diterapi dengan teknik itu antara lain kanker hati, paru, ginjal, pankreas, payudara, sarkoma pada tulang, prostat, kulit, kanker kepala, kanker leher, dan kanker pada jaringan lunak lain.

Memotivasi

Selain mengobati pasien dengan teknologi modern dan obat-obatan, RS itu juga membantu menyembuhkan pasien dengan memberikan layanan dan motivasi untuk sembuh dari penyakit. Chief President RS Fuda, Xu Kecheng, menjelaskan, kini RS itu juga mengembangkan metode green cancer treatment. Intinya, pengobatan tak membuat pasien lebih buruk. Jadi, terapi tak berlebihan agar tak merusak tubuh pasien.

Pengobatan juga mempertimbangkan upaya memperbaiki kualitas hidup pasien, dilengkapi pengobatan herbal jika diperlukan. Pasien diberi kebebasan berjalan-jalan menikmati suasana kota Guangzhou, sepanjang hasil pemeriksaan laboratoriumnya bagus, dan meminta izin kepada penanggung jawab di RS.

Tersedia di Indonesia

Pengembangan beragam metode terapi kanker juga terus dilakukan di Indonesia. Salah satunya adalah RS Gading Pluit, Jakarta, yang menjalin kerja sama dengan RS Kanker Fuda, Tiongkok. Rumah sakit itu menyediakan layanan bedah untuk membekukan sel kanker dan memberikan beberapa jenis terapi lain termasuk kemoterapi.

Ketua Perhimpunan Cryosurgery Indonesia, yang juga dokter spesialis paru-paru di RS Gading Pluit, Pudjo Astowo, mengatakan, salah satu jenis kanker yang banyak ditemukan di Indonesia adalah kanker hati. Selama lima tahun terakhir tercatat sekitar 200 pasien kanker ditangani di RS Gading Pluit. Selain kanker hati, ada juga kanker mata, leher, lidah, usus, dan payudara.

Dari tahun ke tahun, menurut Pudjo, jumlah penderita kanker cenderung naik. Itu bisa disebabkan kesadaran memeriksakan diri meningkat ataupun karena jumlah kasus bertambah. Akan tetapi, mayoritas pasien datang dengan stadium lanjut dan ada pasien tak bersedia berobat.

Pengobatan kanker berpacu dengan waktu. Karena itu, jika hasil diagnosis menunjukkan pasien menderita kanker, tindakan medis harus segera dilakukan. Jika tak ditangani, pasien kanker stadium empat hanya bisa bertahan enam bulan. Dengan penanganan tepat, pasien bisa bertahan lima tahun, bahkan lebih.

Kemajuan dunia kedokteran membuat beragam terapi kanker dikembangkan. Hal itu meningkatkan harapan hidup, pasien pun bisa tetap beraktivitas. (Siwi Nurbiajanti)

Semoga artikel tersebut bisa menambah wawasan pengetahuan dan juga memberi alternatif lain dalam penanganan penyakit kanker…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s