Pendarahan Lambung – (1)

Selasa 22 Juli 2014, merupakan hari yang bersejarah. Pertama, hari ini merupakan hari dimana KPU akan mengumumkan hasil Pemilu Presiden Republik Indonesia. Kedua, saya mengalami pendarahan lambung yang cukup parah…😦

Bleed

 

Sebelum operasi gastrectomy karena GIST di tahun 2010, saya sering mengalamai pendarahan lambung. Dalam satu tahun saya bisa 2x -3x masuk rumah sakit karena pendarahan lambung. Tidak termasuk pendarahan lambung yang bisa berhenti sendiri tanpa tindakan medis. Saking seringnya, saya sudah hapal tindakan yang akan dilakukan di rumah sakit. Untuk mengeluarkan isi lambung dari darah dan asam lambung saya dipasang NGT, selang plastik kecil yang masuk dari hidung sampai ke dalam lambung. Biasanya saya akan disuruh puasa total mengistirahatkan lambungnya untuk memulihkan luka/menghentikan pendarahan. Untuk asupan makanan saya mendapat infus. Selain itu saya diberi obat penghenti pendarahan. Ditransfusi sekitar 2 kantong darah. Proses ini bisa memakan waktu sekitar 10 hari sampai saya bisa pulang dari rumah sakit…

Setelah operasi gastrectomy, saya masih juga pernah mengalami pendarahan lambung. Hanya saja pendarahannya relatif tidak mengkhawatirkan dan jarang terjadi, hanya 1x setahun dan berhenti dengan sendirinya tidak lama kemudian. Itupun tidak terjadi setiap tahun. Seingat saya hanya pada tahun 2011 dan 2012, ketika saya mencoba puasa di bulan Ramadhan. Pendarahan terjadi pada sepertiga bulan (sekitar hari ke-10). Tampaknya pendarahan terjadi karena struktur organ pencernaan yang sudah tidak normal (lambung tinggal 1/4 dan makanan dari lambung langsung masuk usus halus – bypass tidak melalui usus 12-jari yang sudah dipotong).

Kali ini kejadiannya cukup menggemparkan, karena pas ada di gedung perkantoran, he he he…

Pagi itu sekitar jam 10 saya sedang rapat dengan kolega dan beberapa orang counterpart di sebuah kantor di daerah Jl.Rasuna Said, Kuningan, Jakarta.  Di tengah rapat saya minta ijin karena ingin ke “belakang” karena merasa akan BAB.

Keluar dari toilet, saya merasa agak mual, kemudian tiba2 kepala terasa berputar sampai akhirnya saya merasa sangat lemas dan sudah berbaring di lantai.  Untungnya ada bapak Satpam yang berada di dekat saya langsung memanggil temannya untuk membopong tubuh saya.  Saya masih sadar kalau dibopong dan diangkat, tapi saya sudah tidak bisa bangun dan bergerak.

Yang saya ingat, ketika dibopong sempat muntah karena mual.  Belakangan saya diberitahu bahwa muntahnya berupa darah dan di lantai tampak seperti ada potongan2 hati/liver (ini adalah bekuan2 darah).  Berarti pendarahan yang terjadi cukup parah…

Langsung saya dibawa ke rumah sakit terdekat, RS Medistra.  Tiba di Unit Gawat Darurat (UGD), saya sudah sadar sehingga bisa memberi informasi latar belakang penyakit saya yang memang pernah ada masalah dengan lambung.

Medistra

Tindakan yang dilakukan adalah pemasangan infus, pemberian obat penghenti pendarahan (antara lain Vitamin K).  Kemudian saya dilarikan ke ruang ICU…   di rumah sakit ini saya cukup terkesan dengan penerimaan yang dilakukan oleh para perawat, a.l. Dias dan Kamal (namanya seperti anak saya🙂 ) mereka tetap bisa bercanda, tidak tegang bahkan pada saat2 kritis…

Dari hasil pemeriksaan kadar darah, Hb saya turun menjadi 9,1, padahal sebelumnya Hb saya mencapai 12, berarti turun cukup banyak ! oleh karena itu saya harus ditransfusi darah.

Nah, karena ini sedang bulan puasa dan golongan darah saya AB, maka di rumah sakit tidak ada persediaan darah untuk saya, bahkan di PMI juga kosong… untuk itu saya diminta untuk membawa donor darah sendiri…😦

blood

Sambil berbaring di ruang ICU, saya SMS kepada keluarga dan teman kantor bahwa saya butuh donor darah AB.  Alhamdulillah banyak yang datang untuk menolong… sayangnya tidak semua bisa menjadi donor, 2 orang kolega ditolak karena pernah donor darah dan belum lewat 3 bulan yang lalu, 1 orang sudah berumur di atas 55 tahun, 1 orang karena Hb nya di atas normal.  Akhirnya malam itu ada 1 orang donor yang diterima, suami teman saya (terima kasih banyak ya Dewi S Ginting dan suami atas pertolongannya🙂 ).  Kemudian ada juga 1 orang sepupu saya (terima kasih banyak dik Bowo).  Paling tidak saya sudah merasa tenang ada persediaan darah… menurut perawat yang dibutuhkan bisa sampai 750ml.  Transfusi sangat diperlukan, apalagi pada hari Rabu (besok paginya) Hb saya turun kembali menjadi 8,6.

Hari Selasa sore itu saya mendapat informasi bahwa terhadap pendarahan/luka di lambung akan dilakukan gastroscopy dengan ligasi lambung.

(bersambung…)

One thought on “Pendarahan Lambung – (1)

  1. antopurwanto Post author

    Belakangan saya juga mendapat informasi bahwa 2 orang lain telah mendonorkan darahnya yaitu mba Novi dari Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola serta suaminya Vienella, terima kasih banyak mba Novi dan Ella🙂

    Walaupun ada 4 orang yang mendonorkan darahnya, hanya 2 kantong yang ditransfusikan ke saya karena sudah dianggap cukup oleh dokter. Mudah2an 2 kantong lainnya bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan.

    Allah swt akan membalas kebaikan saudara2 dan teman2 sekalian…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s