Aritmia

Setelah dokter memberitahu kalau saya mengidap aritmia, saya jadi penasaran untuk mengetahui lebih lanjut. Setelah browsing2, saya dapet artikel yang cukup sederhana dan bermanfaat dari Harley Street Clinic, Singapore, yang terafiliasi dengan Gleneagles Hospital dan Mount Elizabeth Novena Specialist Center serta situsnya SingHealth :

pulse

Apakah aritmia itu…

Aritmia Jantung (juga disebut sebagai Disritmia) adalah kondisi jantung dengan ritme atau detak yang tidak normal yang bukan disebabkan dari bagian tubuh yang sama, melainkan dari bagian lain tubuh kita (dalam bentuk sinus node). Istilah Jantung Berdebar (palpitations) mengacu pada sebuah sensasi yang dirasakan oleh seseorang jika yang bersangkutan terkena gejala aritmia jantung (cardiac arrhythmia). Yang bersangkutan mungkin akan merasakan detak jantungnya tidak beraturan, lebih kencang daripada biasanya atau terlalu kencang bahkan mungkin terlalu pelan.

Bagi kebanyakan orang, denyut jantung yang normal berkisar antara 50 sampai 100 denyut per menitnya. Aritmia jantung (cardiac arrhythmia) dapat terjadi pada seseorang dengan denyut jantung yang normal, atau terlalu pelan (dibawah 50 detak per menit) bahkan terlalu cepat (diatas 100 detak per menit). Selain itu dalam merasakan gejala jantung berdebar, seseorang dengan kondisi aritmia juga mungkin mengalami gejala lainnya seperti rasa pening, rasa lelah, sesak nafas serta hilangnya kesadaran secara tiba-tiba.

Beberapa aritmia jantung tidak berbahaya, walaupun beberapa tipe, seperti takikardia ventricular (detak jantung cepat), serius dan kadang membahayakan jiwa.

Penyebab.  

Pada banyak kasus, penyebab aritmia tidak diketahui. Beberapa penyebab diketahui termasuk penyakit jantung, saat proses penyembuhan setelah operasi jantung, stres, kafein, tobako, alcohol, pil diet, Ketidak-seimbangan elektrolit dalam darah Anda (misalnya kadar potasium yang tidak normal), dan dekongestan pada obat batuk dan pilek.

Beberapa pasien dengan kondisi jantung yang kelihatannya normal-normal saja ada kemungkinan mengalami aritmia yang disebabkan oleh elektrisitas yang tidak normal dalam jantungnya yang tidak dapat dideteksi dengan tes pemeriksaan pemetaan standard (standard imaging tests). Oleh karenanya pasien dengan gangguan aritmia harus mendapatkan pertolongan profesional dari seorang Ahli Spesialis Jantung untuk mendapatkan diagnosa yang akurat serta perawatan yang tepat.

Gejala

Suatu aritmia bisa saja terjadi tanpa ada tanda apapun dan juga tidak menimbulkan gejala apapun. Hal ini terutama pada fibrilasi bilik jantung atrium (atrial fibrillation AF), yang mungkin saja dapat terdiagnosa oleh dokter Anda selama pemeriksaan medis berkala (routine medical check up). Jika gejala-gejalanya timbul, hal itu termasuk:

Jantung berdebar
Rasa tidak nyaman di dada
Rasa pening atau kepala terasa ringan
Sesak nafas
Rasa lemah atau lelah
Hilang kesadaran

Penanganan

Pemberian obat-obatan dapat meringankan gejala-gejalanya secara efektif, mengurangi resiko jangka panjang dari penyakit jantung serta meningkatkan daya tahan hidup.  Ahli Spesialis Jantung Anda akan memutuskan penanganan tertentu mana saja yang harus dilakukan berdasarkan pemeriksaan akan faktor-faktor resiko yang dilakukan per orang (seperti misalnya tekanan darah tinggi, kadar kolesterol yang tinggi, penyakit kencing manis) atau tingkat keparahan dari kondisi jantungnya – penyakit pengerasan pembuluh darah koroner, aritmia jantung, kegagalan jantung – serta memonitor respon dan perkembangan Anda. Beberapa level pengobatan memiliki lebih dari satu manfaat terhadap jantungnya dengan bukti yang mendukung penggunaannya dalam beberapa kondisi jantung. Hampir bisa dipastikan Ahli Spesialis Jantung akan melakukan beberapa pemeriksaan dan yang paling sering biasanya EKG, echokardiagram, pengawasan Holter dan suatu tes latihan secara berkala.

Beberapa jenis  gangguan ritme jantung (aritmia) tidak dapat ditangani hanya dengan pemberian obat-obatan saja,  suatu suatu prosedur elektrofisiologi (EP study) dan ablasi kateter (catheter ablation) mungkin saja diperlukan. Ini merupakan prosedur dengan tingkat invasif yang minimal hampir sama dengan operasi lubang kunci (keyhole surgery) dimana Ahli Spesialis Jantung  memasukkan selang-selang lentur yang sangat kecil (yang disebut kateter) melalui sebuah pembuluh darah vessel di paha ke jantung. Stimulasi elektris dari jantung melalui kateter yang terpasang biasanya memungkinkan kita untuk mengetahui ada tidaknya suatu aritmia. Energi elektris berfrekuensi tinggi lalu dapat dikirimkan oleh Ahli Spesialis Jantung melalui salah satu dari kateter-kateter ini selama proses ablasinya ke sebuah area kecil dari jaringan/tissue yang terdapat di dalam jantung sehingga dapat menghancurkan bagian yang menyebabkan aritmia. Ablasi kateter mungkin saja bisa menyembuhkan untuk beberapa jenis aritmia serta menghindarkan perlunya pemberian obat-obatan seumur hidup. Prosedurnya dapat berlangsung antara satu – empat jam tergantung dari jenis dan tingkat kompleksitas aritmia dan biasanya dilakukan dengan menggunakan obat penenang. Sebuah sistem pemetaan 3-dimensi khusus sering digunakan oleh Ahli Spesialis Jantung dalam penanganan gangguan-gangguan ritme jantung yang kompleks seperti fibrilasi kedua bilik jantung bagian atas (atrial fibrillation) dan takikardia ventrikuler (ventricular tachycardia) karena dapat memberikan lebih banyak informasi berdasarkan anatomi dan aktifitas listrik dari jantung.

Di samping melalui obat-obatan, elektrofisiologi, dan ablasi kateter, aritmia tertentu bisa juga ditangani melalui alat pacu jantung permanen, yaitu alat elektronik yang kecil, kira-kira seukuran kotak korek api yang dimasukkan ke bawah kulit (biasanya di bawah tulang leher sebelah kiri atau kanan) dan terhubung dengan jantung melalui satu atau lebih kabel-kabel elektris yang melewati pembuluh darah balik (vessel). Prosedur pemasangannya  biasanya dilaksanakan oleh seorang Ahli Spesialis Jantung dengan pembiusan lokal dan sedikit obat penenang serta berlangsung antara satu – dua jam. Alat pacu jantung akan mengirimkan denyut-denyut elektris kepada otot-otot jantung untuk meningkatkan detak jantung jika berdetak terlalu perlahan. Beberapa pasien dengan kegagalan jantung mungkin akan merasakan manfaatnya dari suatu jenis alat pacu jantung yang khusus yang dapat mengkoordinasian kembali (re-coordinate) bagian kiri dan kanan jantung serta meningkatkan fungsi jantung dan mengurangi gejala sesak nafas. Hal ini disebut juga sebagai terapi re-sinkronisasi jantung (cardiac resynchronization therapy /CRT). Prosedur ini lebih rumit daripada pemasangan alat jantung standar serta membutuhkan waktu beberapa jam untuk melaksanakannya.

Selain itu,  ada juga alat yang disebut defribilator kardioverter  yang ditanam (Implantable cardioverter-defibrillator /ICD) yaitu  suatu alat yang modern yang dimasukkan oleh seorang Ahli Spesialis Jantung ke dalam tubuh pasien dengan kondisi gangguan ritme jantung yang mengancam jiwa mereka (biasanya takikardia ventrikuler /ventricular tachycardia) atau fibrilasi ventrikuler (ventricular fibrillation) dengan tujuan untuk mengurangi resiko kematian mendadak. Beberapa studi telah membuktikan secara meyakinkan bahwa beberapa pasien dengan kondisi kegagalan jantung yang parah, yang belum pernah mengalami aritmia ventrikuler yang mengancam jiwa mereka, ada kemungkinan untuk menerima manfaat dari penggunaan ICD yang dimasukkan ke tubuh mereka, guna mengurangi resiko kematian mendadak. Alatnya memonitor ritme jantung pasien secara terus-menerus dan, jika alat tersebut mendeteksi suatu hal yang berbahaya, alat tersebut dapat mengirimkan beberapa denyut elektris (yang dinamakan anti tachycardia pacing) atau sebuah shock elektris internal untuk menormalkan kembali ritme jantungnya. Alat ICD ini dimasukkan dengan cara yang sama dengan cara alat pacu jantung serta juga dapat memberikan pacuan cadangan bagi jantung jika detak jantungnya terlalu perlahan.

Kesimpulan

Sebenarnya saya merasa agak ngeri2 juga waktu membaca artikel2 mengenai aritmia ini, tapi karena penasaran, saya terus surfing2 dan browsing2.  Saya berkesimpulan bahwa untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat saya mesti konsultasi dengan dokter spesialis jantung sehingga selanjutnya bisa melakukan upaya pengobatan atau penanganan yang tepat.

Saya akhirnya menemui spesialis jantung di poliklinik kantor saya, Prof.Dasnan.

Setelah beberapa kali pertemuan, saat kontrol terakhir, saya diinformasikan bahwa sudah tidak ada lagi aritmianya.

Bersambung…

2 thoughts on “Aritmia

  1. surya

    mas, istri saya jg aritmia, konsul kmn2 sejauh ini nihil, mhn sharing y, saya buth pengalamannya, ini pin bb saya 75afa226, ato WA d 085335578899,

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Perkembangan terakhir, bulan yang lalu saya masuk Rumah Sakit lagi karena aritmia yang cukup signifikan. Dokter mengirim saya langsung dari kantor untuk masuk IGD dan kemudian dimonitor selamat 24 jam perkembangannya.

      Selama di RS dokter mencoba mencari penyebab dari Aritmia tersebut. Masing-masing pasien bisa berbeda penyebabnya. Kalau sudah ketemu maka tinggal diatasi penyebabnya tersebut agar tidak lagi mengakibatkan Aritmia.

      Setelah dimonitor, dari sisi jantungnya sendiri alhamdulillah tidak ada masalah, dalam artian enzym troponin menunjukkan parameter yang bagus.

      Pada kasus saya, dokter menduga adanya tekanan pada diafragma yang dapat mendesak jantung sehingga terganggu denyut/irama detaknya. Hal ini agak spesifik, khususnya bagi saya, karena saya memang pernah mengalami gastrectomy (pemotongan lambung) sehingga pencernaan sudah tidak normal. Hal tersebut dapat berakibat pada gas yang menimbulkan kembung dan mendesak diafragma.

      Dengan demikian tindakannya adalah menghilangkan kembung yang berlebihan a.l. dengan beberapa macam obat/enzim

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s