Tekanan Darah Tinggi – 3

Pasca kejadian nyeri dada dan sesak nafas yang membuat saya harus masuk UGD RS Harapan Kita, saya jadi khawatir… apakah ada masalah dengan jantung ?

Sebenarnya ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa masalah jantung selain dengan yang sudah dilakukan di RS Harapan Kita, diantaranya adalah uji thread mill dan scan jantung. Rencananya saya akan melaksanakan Medical Check Up (MCU) di kantor dan salah satunya adalah uji thread mill.

Tapi, mengingat saat ini sedang bulan puasa, maka saya menunda pelaksanaan MCU tersebut.

Seminggu setelah pengalaman di UGD RS Harapan Kita, saya mencoba lagi pulang naik kereta, dengan berjalan kaki dari kantor. Nah, saya agak khawatir, ternyata nafas saya menjadi sesak lagi. Saya coba berjalan perlahan2… saya sempat bimbang, apakah saya kembali ke kantor, pulang naik taxi, dijemput supir pake mobil atau saya terus berjalan dan pulang naik kereta ? Saya tahu persis, pada bulan puasa kereta commuter line pasti penuh, semua orang mau pulang lebih awal agar bisa berbuka puasa bersama keluarga di rumah.

Akhirnya saya putuskan terus jalan ke stasiun…

Sampai di stasiun, saya tambah was2… orang berjubel menunggu kereta datang…

Benar saja, begitu kereta datang, penumpang berjejal2 masuk… saya masuk juga berdempet2an di dalam kereta. Saya tambah was2… rupanya sesak nafas lagi…

Setelah kereta jalan, rasanya saya sempat mau pingsan. Akhirnya saya putuskan untuk turun di stasiun berikutnya.

Sampai di stasiun Pejompongan, saya turun sambil menunggu kereta berikutnya, siapa tau lebih longgar…

Tapi rasa sesak semakin parah, akhirnya saya putuskan naik taxi saja… wah, rasanya agak mendingan, sejuk di dalam taxi karena semburan udara AC yang cukup dingin. Tidak lama taxi kemudian taxi berhenti, rupanya macet sekali (hari Jumat sore memang langganan macet). Nah, pas macet rupanya sesak nafas kembali terasa, lebih parah😦

Akhirnya saya minta supir taxi untuk mengantar ke UGD RS Pertamina yang tidak terlalu jauh. Sambil rebahan di dalam taxi, saya minum tablet obat yang diletakkan di bawah lidah, karena saya ingat pengalaman di UGD RS Harapan Kita (posting sebelumnya).

Sesampainya di UGD RS Pertamina, saya laporkan kondisi yang dialami dan langsung ditangani oleh perawat yang ada. Menurut saya penanganan di UGD RS Harapan Kita lebih sigap dan cepat…

Diagnosa yang dilakukan kurang lebih sama… kecuali di sini tanpa rontgen.

Setelah hasilnya keluar, rupanya tidak ada masalah tekanan darah maupun gejala penyakit jantung🙂 Dokter justru memberikan obat pencernaan (Enzyplex dan Omeprazole).

Tampaknya rasa sesak nafas yang selama ini saya alami dikarenakan rongga dada yang terdesak karena masalah lambung sehingga demikian besarnya desakan sampai mengakibatkan sesak nafas🙂

Dengan penjelasan tersebut saya menjadi lebih tenang… tetapi tentu saja masalah lambung ini yang harus diperhatikan kembali.

Memang saya agak telat kontrol ke dokter onkologi saya. Seharusnya bulan Mei-Juni kemarin saya kontrol ulang. Periksa darah lengkap dan CT Scan abdomen-pelvis. Tapi karena dokter saya sedang tidak praktek (sedang pendidikan lagi, menurut perawat/suster), maka saya belum bisa konsultasi…

Mudah2an tidak ada masalah dengan lambung dan organ lainnya pasca terapi kanker GIST…

2 thoughts on “Tekanan Darah Tinggi – 3

  1. yudi

    Sore pak anto
    Saya juga pengidap hipertensi. Diberi obat malah badan gak karuan mulai pusing sama kelelahan. Skrg saya malah sering nyeri di lengan kiri dan dada kiri yg berpindah pindah kadang ditengkuk belakang leher juga. Bolak balik ke spjp selalu dikatakan normal, semua test juga sudah dilakukan. Saya masih kepikiran apakah ada penyumbatan koroner di jantung saya? Akhirnya saya jalanin ct-scan kalsium scooring untuk penyumbatan di jantung. Dan hasilnya lagi lagi ternyata normal dng jumlah kalsium penyebab plaq yg sangat sedikit (dibawah 10 persen). Sampai saya bilang ke dokternya apa perlu lanjut lagi untuk ct-scan zat kontras untuk penyumbatan koroner, dan lagi lagi dokter bilang gak perlu. Saya jadi bingung apakah semuanya memang diakibatkan oleh hipertensi? Mulai dari sesak, rasa lemas dan pusing juga. Pertanyaan yg sampai skrg belum terjawab oleh dokter yg saya kunjungi

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      halo…

      setelah pemberian obat biasanya ada reaksi yang berbeda dari masing-masing pasien. Pasien X bisa saja cocok dengan obat A tetapi tidak cocok dengan obat B. Sementara pasien Y cocok dengan obat B tapi tidak cocok dengan obat A, dll. Oleh karena itu, apabila setelah diberi obat merasakan efek yang tidak nyaman segera konsultasi ke dokter untuk diberi obat yang cocok. Saya sendiri pernah mengalami pusing, jantung yang berdebar, sakit kepala, dll akibat beberapa obat hipertensi. Obat2 tersebut tidak saya lanjutkan karena saya cocok dengan 1 obat : Micardis….

      jadi kesimpulannya, gejala yang dialami bisa jadi bukan karena hipertensi tetapi justru karena efek samping dari obat hipertensi.

      Salam sehat

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s