Asbestos – Atap Asbes

Belum lama ini di tempat saya ada kehebohan, salah satu orang yang dituakan di keluarga isteri saya ingin mengganti atap rumahnya dengan asbes, bukannya genteng seperti biasa…

Kenapa mesti heboh ?
🙂🙂🙂

Ya hebohlah, karena anggota keluarganya yang sudah berpendidikan tinggi sudah menyadari betapa besar bahayanya menggunakan bahan asbes untuk keperluan rumah tangga.

Di Indonesia sudah banyak dikenal atap atau plafon dengan bahan dasar asbes atau asbestos, yaitu campuran dari 6 mineral silika yang memiliki serat kristal, menghirup serat ini dapat menimbulkan penyakit serius seperti kanker paru yang ganas, mesothelioma, dan asbestosis.
Negara2 Uni Eropa telah melarang segala macam penggunaan asbestos.

Asbestos menjadi populer pada akhir abad 19 karena sifatnya yang dapat menyerap suara, kekuatan yang cukup baik, tahan api, listrik dan tahan kerusakan listrik serta kimia, serta yang banyak dicari orang Indonesia : harganya murah.

Umumnya digunakan sebagai insulator listrik, campuran semen atau campuran dalam tenunan bahan atau karpet.

Tambang asbestos dimulai lebih dari 4,000 tahun yang lalu, tapi baru mulai digali dalam skala besar sejak abad 19. Salah satu tambang asbestos terbesar di dunia berada di pertambangan Jeffrey di kota Asbestos, Quebec, Kanada.

Pada 2009, 2 juta ton asbestos digali di seluruh dunia. Russia merupakan produsen terbesar dengan kontribusi sekitar 50% pangsa dunia diikuti oleh China (14%), Brazil (12.5%), Kazakhstan (10.5%) dan Canada (9%).

Pada 2011, Canada menghentikan operasional pertambangan asbestos yang ada, berlokasi di Quebec.

Penggunaan awal asbestos dimulai sekitar 4,500 tahun yang lalu, dengan ditemukan bukti2 di Finlandia Timur yang menggunakannya untuk peralatan makan/masak. Arti kata asbestos berasal dari bahasa Yunani kuno, yang berarti “unquenchable” atau “inextinguishable”.

Era industri asbestos dimulai sekitar tahun 1700an di Inggris. Revolusi industri di tahun 1800an mendorong pesatnya industri asbestos yang antara lain digunakan untuk insulator. Pada pertengahan abad 20, penggunaan meluas pada coating/pelapis, beton, bata, pipa, semen, aplikasi untuk gaskets/pad, dinding tahan api, lantai, atap, furnitur dll.

Di Jepang, khususnya pada perang dunia ke II, asbestos digunakan dalam produksi ammonium sulfate yang nantinya digunakan pada produksi beras, atap, rangka besi, dinding, bangunan, dll. Produksi mencapai puncaknya di Jepang pada 1974 kemudian menurun sampai dengan 1990.

Kasus kematian karena asbestos yang pertama kali didokumentasikan terjadi di 1906. Pada awal 1900an, peneliti melihat adanya kematian dalam jumlah besar dan masalah paru2 di kota pertambangan asbestos. Diagnosa pertama dibuat di Inggris pada 1924.

Sekitar 100,000 orang di Amerika meninggal, atau akan meninggal karena asbestos dalam pembangunan kapal laut. Di wilayah Hampton Roads, suatu daerah pembangunan kapal, mesothelioma (salah satu penyakit akibat asbestos) terjadi 7 kali lipat dari tingkat kejadian nasional. Ribuan ton asbestos digunakan dalam perang dunia II untuk membungkus pipa, boilers, mesin dan bagian2 turbin. Diperkirakan ada 4.3 juta pekerja di galangan kapal Amerika selama perang dunia II, dalam setiap seribu orang pekerja terdapat sekitar 14 orang yang meninggal karena mesothelioma.

Di Amerika, sejak akhir 1970, dokumen di pengadilan membuktikan bahwa industri asbestos mengetahui bahaya asbestos sejak 1930an dan merahasiakannya dari masyarakat.

Di Australia, asbestos luas digunakan dalam industri konstruksi dan industri lainnya dalam periode 1945 – 1980. Sejak 1970an kesadaran mengenai bahaya asbestos mulai meningkat dan penggunaannya mulai dikurangi. Pertambangan asbestos dihentikan pada 1983 dan penggunaan asbestos dilarang sepenuhnya pada December 2003.

Peralatan masak yang mengandung asbestos sudah dilarang di Eropa dan Australia, di Jepang juga mengarah kepada hal yang sama.

Penelitian menunjukkan bahwa risiko kanker paru meningkat pada orang2 yang terpapar asbestos. Paparan asbestos menjadi masalah kesehatan jika asbestos terhirup.

Serat asbestos tidak terlihat oleh mata manusia karea ukurannya yang kecil. Perbandingannya, ukuran lebar 3–20 µm sementara rambut manusia ada di ukuran 17 to 181 µm.

Serat asbestos bisa terbang terbawa angin antara lain karena material yang mengandung asbestos terabrasi, terbentur, jatuh, erosi karena angin, dan terbakar.

Paparan asbestos menjadi masalah jika seratnya terbang (seperti debu). Penghuni bangunan bisa terpapar serat asbestos.

Beberapa negara telah menerapkan peraturan dan ketentuan terkait asbestos :

  • Di Amerika, United States Environmental Protection Agency (EPA) mengharuskan perusahaan2 di Amerika memberikan informasi kandungan asbestos dalam setiap produknya (1981).
  • Inggris melarang material asbestos coklat dan biru (salah satu jenis asbestos) pada pertengahan 1980an, sementara itu untuk import, penjualan dan penggunaan ulang asbestos putih baru dilarang pada 1999.
  • New Zealand melarang import asbestos coklat dan biru (1984) dan import asbestos putih juga dilarang (2002).
  • Di Australia penggunaan asbestos dilarang dari produk2 perumahan (1989).
  • Turki mulai melarang penggunaan asbestos pada 2011.
  • Di Jepang, pernah terjadi ratusan pekerja meninggal karena asbestos dan menjadi skandal di pertengahan 2005. Pelarangan asbestos mulai diimplementasikan pada Oktober 2004.
  • Sementara itu di Korea, asbestos dilarang sejak 2009.

Penggunaan asbestos di negara2 yang sedang berkembang seperti India, China, Russia dan Brazil masih berlangsung. Umumnya digunakan pada lembaran asbestos untuk bangunan, atap dan dinding. Jutaan rumah, pabrik, sekolah masih menggunakan asbestos.

Tentunya, termasuk di Indonesia, masih banyak bangunan yang menggunakan asbes, terutama untuk plafon dan atap. Material yang mengandung asbestos juga masih banyak dijual di toko2 bahan bangunan, dan harganya Murah🙂. Sehingga kita menyampaikan kepada anggota keluarga yang dituakan tersebut bahwa asbes berbahaya, jawabannya adalah : kalau bahaya masa sih masih dijual secara umum ? Memang, pemerintah kita masih belum sadar mengenai potensi bahaya asbes yang baru akan timbul/muncul sekitar 20-30 setelah seseorang terpapar serat asbestos. Mungkin para pejabat yang mengambil keputusan baru akan tergugah setelah ada anggota keluarganya yang terkena dampak asbestos… (tapi masa iya sih harus seperti itu😦 ).

Waktu saya ngobrol2 dengan supir saya, dia juga bilang : Iya saya sering lihat asbes itu digunakan di kontrakan2 (maksudnya kontrakan yang biasa digunakan untuk masyarakan golongan pra sejahtera, ya seperti supir saya itu)… kenapa ? ya karena Murah…

Kalau dipikir2, sedih juga ya, masyarakat Indonesia ini masih lebih mementingkan uang dibandingkan kesehatan. Padahal jika sudah terkena sakit, uang itu tidak ada gunanya bahkan bisa habis untuk biaya pengobatan, terutama bagi orang2 yang tidak memiliki asuransi… Dan masyarakat pra sejahtera ini justru banyak yang tidak memiliki asuransi.

Ironis juga, tetua saya itu menggunakan asbestos antara lain karena murah, padahal disekitarnya ada beberapa orang cucu yang masih kecil2…😦

Mudah2an ke depan keluarga kita, bangsa kita bisa lebih sadar dan mulai menjaga kesehatan termasuk dimulai dari lingkungan2nya…

sumber : Wikipedia

3 thoughts on “Asbestos – Atap Asbes

  1. nenysetya

    Wadhuh… Pdhl aku bru saja bikin teras rumah yg atapnya pake asbes jga dgn luas 4x3m, lumayan jga klo cuaca pas panas terik diteras rumah tercium bau kimia yg gak bsa kujelaskan spt apa? Alasan yg sama “lebih terjangkau kantong saya” wah jd takut nih…
    Gimana kbr pak anto? Semoga sehat slalu y pak, biar bisa terus berbagi ilmu dan pengalaman seputar kesehatan. Sukses terus!!

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      iya betul, banyak sekali masyarakat Indonesia yang belum menyadari bahayanya asbes. ini sebenarnya tanggungjawab pemerintah untuk dapat menyediakan kebutuhan masyarakat, termasuk bahan bangunan, yang aman dan terjangkau …. apabila pemerintah belum mampu maka masyarakat yg sadar mesti mendorong pemerintah antara lain melalui penyebaran informasi mengenai dampak buruk asbes…
      alhamdulillah saya baik2 semoga mba neny sekeluarga juga sehat selalu🙂

      Reply
  2. antopurwanto Post author

    sedikit tambahan dari cerita tadi : ironisnya tetua tersebut sebenarnya memiliki keuangan yang baik, bahkan sering memberi dan mengirim bantuan kepada orang2 yang tidak dekat. nyatanya, beliau tidak peduli untuk kepentingan cucunya sendiri yang sering main ke rumahnya, bahkan ada yang tinggal didekatnya. kalau dibilang tidak tahu rasanya kurang tepat karena sudah banyak saudara yang mengingatkan. apa mungkin karena sudah tua maka perilaku kembali jadi seperti anak2 lagi ya?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s