Glivec dan Kehamilan

Setelah saya mendapat berita positif GIST, sempat terbersit keinginan untuk memiliki keturunan lagi. Dengan harapan untuk dapat memberikan tambahan kebahagiaan bagi keluarga yang selama bertahun2 telah bersabar menghadapi kondisi fisik saya yang sering sakit dan keluar masuk rumah sakit.

Namun harapan tersebut saya pendam dulu karena saya sadar bahwa terapi dengan Glivec pasti ada pengaruhnya terhadap janin yang ada dalam kandungan.

Dari FDA, diinformasikan bahwa Glivec termasuk dalam obat dengan Category D, yaitu memiliki risiko terhadap janin. Dengan demikian, sebagaimana diinformasikan dalam situs www.gleevec.com obat ini tidak boleh digunakan oleh :
• Wanita yang sedang hamil
• Wanita yang sedang menyusui
• Wanita yang dalam masa subur agar menggunakan kontrasepsi

Glivec dapat menyebabkan kerusakan janin pada wanita hamil. Efek yang terjadi (pada dosis Glivec normal) dengan percobaan pada tikus menunjukkan antara lain dapat berupa ketidaksempurnaan pembentukan tulang tengkorak yang dapat berakibat terjadinya gelembung di depan atau di belakang kepala. Gelembung tersebut dapat berisi cairan otak (kondisi relatif ringan) atau jaringan otak (kondisi lebih berat). Untuk dosis yang melebihi normal, dapat mengakibatkan kematian janin.

Terdapat beberapa laporan dalam literature medis mengenai wanita hamil yang mendapat Glivec, salah satu penelitian berisi kasus dari 125 kehamilan yang dilaporkan ke Novartis, produsen Glivec. 4 orang adalah pasien GIST dan 121 pasien CML. 71% mendapat Glivec pada trimester pertama dan 26% melanjutkannya selama kehamilan. Hasilnya :
•63 kelahiran normal
•35 kelahiran tidak dapat dilanjutkan, 3 karena janin abnormal
•18 mengalami keguguran
•8 lahir abnormal, 1 diantaranya langsung meninggal setelah lahir
•1 kematian janin dengan abnormal (meningiocele)

Yang mengejutkan, terdapat 3 ketidaknormalan yang serupa, yang dapat mengindikasikan penyebab yang sama (diduga Glivec). Kelainan yang terjadi adalah pembentukan tulang yang tidak sempuran (tengkorak dan tulang belakang), kelainan ginjal, dan kelainan pada rongga perut dimana isi perut berada di luar rongga perut.

Bagaimana dengan laki2 yang mendapat Glivec dan kehamilan pada pasangannya…

Terdapat penelitian yang melibatkan 8 orang laki2 yang pasangannya hamil ketika laki2 tersebut mendapat Glivec. Kehamilan terjadi setelah para pasien laki2 mendapat Glivec antara 4 minggu sd (yang terlama) 48 bulan. Salah seorang isteri pasien tersebut hamil 2x, jadi ada 9 kehamilan. Hasilnya, 8 lahir normal dan satu mengalami keguguran.

Walaupun hasil penelitian menunjukkan hanya sebagian kecil atau 1 dibanding 9 (11%) yang mengalami keguguran dan sisanya lahir normal, saya masih belum berani memiliki keturunan saat mengkonsumsi Glivec.

Setelah saya dinyatakan selesai terapi dengan Glivec pada Februari 2011, keinginan untuk memiliki keturunan kembali muncul. Namun agar lebih mendapat keyakinan, saya berkonsultasi dengan beberapa orang dokter, termasuk dokter onkologi yang menangani saya. Ternyata semua dokter memberikan pendapat yang positif, tidak ada larangan ataupun hal2 yang menurut mereka perlu dikhawatirkan.

Akhirnya, pada semester II 2011 isteri saya positif hamil.

Mengingat usia kami yang sudah tidak muda lagi ( >40th dan saya sudah 45th), saya pun masih perlu banyak melihat informasi dari internet dan berbagai sumber karena banyak informasi yang menunjukkan risiko kehamilan di atas 40th.

Alhamdulillah, pada 5 Maret 2012 lahirlah putera kami yang ketiga, Muhammad Kamal (yang maknanya “kesempurnaan“)…

Kelahiran dilakukan melalui operasi pada usia kehamilan 37 minggu.

Hal ini menambah kebahagiaan bagi keluarga kami yang telah memiliki 1 putera (17th) dan 1 puteri (14th).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s