Flexy Denture

Kalau melihat judulnya, banyak orang awam yang tidak kenal, tapi kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia hampir dapat dipastikan semua orang mengenalnya.

Flexy Denture alias Gigi Palsu (yang fleksibel).


Iya, belum lama ini saya dipasang gigi palsu. Maklum, salah satunya adalah faktor-U (sudah over-40) jadi di tempat gigi yang tanggal/copot sudah tidak akan tumbuh gigi lagi. Sebenarnya ada 3 gigi yang sudah copot/dicabut, tetapi yang paling penting ada 1, yaitu yang letaknya di depan. Kebayang kan kalau kita ompong di depan🙂

Saya sendiri sebenarnya tidak terlalu khawatir, saya merasa cukup “PD” lah. Tapi ada saja masukan dan komentar dari lingkungan terdekat, baik itu keluarga ataupun teman. Katanya penampilan jadi agak aneh atau kurang oke. Bahkan salah satu anak saya sempat komentar : “papa nanti di sekolah jangan buka mulut ya, malu kan kalau kelihatan temen, orangtua temen atau guru2”, he he he…

Akhirnya, saya kuatkan niat untuk memasang Gigi Palsu di dokter gigi kantor.

Rupanya prosesnya tidak sederhana. Mula2 mulut kita harus di foto alias di rontgen. Tujuannya antara lain untuk melihat kondisi di dalam gusi bekas gigi yang copot. Dalam kasus saya, berdasarkan hasil rontgen diketahui masih ada akar gigi yang tertinggal di dalam gusi. Ini harus dicabut. Agak miris juga saya, kebayang harus disuntik bius dan dicabut akar gigi yang ada di dalam gusi… Tapi demi penampilan dan untuk membahagiakan orang banyak saya beranikan diri…

Proses pencabutan, seperti biasa pasti ada rasa sakit. Tapi kali ini saya tidak merasa sakit seperti biasanya sewaktu disuntik bius. Rupanya ibu dokter sudah mengoles pasta atau salep bius di gusi tempat yang akan disuntik. Ini untuk mengurangi rasa sakit, dan biasanya diberikan pada anak2 (? lho). Rupanya ibu dokter tahu kalau saya takut disuntik🙂 Setelah bius, seperti biasa gigi dicabut, tidak terasa karena bius masih efektif. Rasa sakit cenut2 baru akan muncul setelah efek obat biusnya hilang (sekitar 1-3 jam).

Setelah dicabut, Gigi Palsu tidak bisa langsung dipasang. Butuh waktu beberapa saat (katanya sekitar 6-8 minggu) menunggu luka di gusi sembuh dan jaringannya pulih.

Ibu dokter menawarkan kepada saya beberapa model Gigi Palsu :
1. Implant
2. Permanen
3. Non-permanen

Apa bedanya :

1. Implant

Akar Gigi Palsu ditanam dalam gusi. Bentuknya a.l. seperti ini :

Bagian akar yang ditanam adalah semacam sekrup dari logam kecil (Titanium) yang mudah diterima tubuh manusia (tidak ditolak/resisten).

Dalam waktu 6 minggu setelah pemasangan diharapkan proses pemulihan (luka karena penanaman akar) selesai. Selanjutnya akan dipasang mahkota (crown) atau bridge di atasnya.

Keuntungan metoda implant :
– Membantu mempertahankan posisi dan kondisi tulang rahang.
– Tanpa rasa sakit proses pasang-copot gigi palsu (konvensional).
– Gigi palsu menjadi stabil saat digunakan makan dan
– Bisa senyum penuh percaya diri🙂

Beberapa hal yang membuat saya tidak ingin metode implant:
– Biayanya mahal, bisa lebih dari 10 juta.
– Cerita mertua, mengalami radang gusinya (setelah kl. 10 tahun)
– Saya ngeri karena ada logam yang ditancapkan di dalam gusi saya.

2. Permanen

Saya pikir tadinya permanen itu adalah implant, namun menurut ibu dokter berbeda, ada dua model yang saya ketahui (yang jelas model seperti ini termasuk yang konvensional dan biayanya relatif murah):

a. Permanen dengan menggunakan clasp/jepitan dari logam.

Model seperti ini yang umum kita kenal, gigi palsu masih bisa dicopot2 dan secara estetis kurang cantik karena logam penjepit/pengait akan terlihat.

b. Permanen dengan menggunakan tempelan.

Gigi asli disamping lokasi yang ompong akan dipasang mahkota. Nantinya gigi palsu akan ditempelkan pada mahkota yang ada pengaitnya. Saya jelas2 tidak memilih model seperti ini karena pengalaman pernah dipasang mahkota. Pemasangan mahkota didahului dengan pengecilan gigi asli (gigi dikikis sampai kecil – kalo ngga dibius bisa ngilu… iiii). Setelah dipasang umurnya pun tidak bisa terlalu lama, mahkota bisa copot atau rusak, sementara gigi aslinya sudah tidak normal.

3. Non-permanen

Model yang ini kata ibu dokter merupakan model yang paling mutakhir dan biayanya pun cukup mahal, walaupun tidak semahal model implant. Ini yang disebut flexy denture, karena sifatnya yang fleksibel :

Inovasi dari model ini adalah gigi palsu yang fleksibel, dapat dicopot2, ringan namun kuat, cukup nyaman karena bahannya yang cukup lentur dan tampak indah ! Persiapan pemasangan pun tidak perlu prosedur khusus dan gigi2 lain tidak ada yang diubah, cukup hanya dengan mencetak tempat gigi palsu serta membuat gigi palsunya.

Menurut ibu dokter, setiap malam sebelum tidur flexi denture harus dicopot (jangan sampai tertelan), harus disimpan dalam air guna mencegah bahan menjadi kering, kaku dan keras. Dan jangan sampai ketinggalan atau lupa tempat menyimpannya alias jangan sampai hilang karena harganya lumayan (sekitar Rp1 juta untuk 1 gigi).

Ha ha, sekarang saya sudah bisa senyum manis dengan PD…

14 thoughts on “Flexy Denture

  1. Rendra L.

    Assalamu’alaikum Haji…. trims berat untuk info yang begitu lengkap dan mudah dimengerti. Saat ini saya juga ompong banyak, alhamdulillah semua dibagian dalam mulut (insya Allah senyum saya masih cukup manis).

    Saya memang sedang mempertimbangkan untuk menggunakan gigi palsu, masalahnya saya merasakan jarak antara gigi saya mulai merenggang. Sangat mungkin karena tetangga gigi yang ompong berusaha mengisi ruang kosong yg renggang itu.

    Pertimbangan yang paling berat adalah untuk memutuskan pakai yg permanen atau lepasan… kemudian masalah biayanya (maklum tidak tercover asuransi) he he he

    Selamat berpuasa denga gigi baru, mohon maaf lahir bathin…

    Wasalam,

    Rendra L.

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      wa alaikum salam wr.wb.

      sebelumnya saya pakai gigi palsu model konvensional (gigi palsu yang umum dikenal, pakai kawat), waktu itu (kl th.2009) harganya sedikit di atas Rp500 ribu, tidak terlalu mahal tetapi konsekuensinya kurang nyaman dipakainya.

      okay, selamat berpuasa juga, mohon maaf lahir dan bathin.

      Nuhun gan…

      Reply
  2. forrestdear

    Model implant dengan titanium apakah memiliki bahaya saat terjadi hujan petir menyambar? Maksud saya, dengan logam tertanam dalam tubuh demikian, apakah dapat meningkatkan risiko tersambar?

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Mitos yang umum kita dengan adalah petir akan menyambar dan kemungkinannya makin tinggi untuk logam yang bersifat konduktor listrik. Faktanya, banyak kejadian yang tidak sejalan dengan mitor tersebut, misal : orang yang sedang nongkrong di warung dan pemain bola di lapangan bisa tersambar petir walaupun tidak ada logam di badannya. Sementara itu, sering pula petir tidak menyambar tiang/penangkal petir yang terbuat dari logam tetapi malah menyambar benda lain seperti pohon.

      Namun perlu diketahui bahwa titanium banyak dipilih dalam implant di berbagai bagian tubuh manusia karena sifatnya yang ringan dan anti karat. Sifat konduktor listrik Titanium juga sangat rendah, sebagai perbandingan : Tembaga yang sering digunakan sebagai kabel memiliki nilai 100% maka Titanium hanya memiliki nilai 3,1%.

      Walaupun demikian, perlu juga pencegahan dengan menjauhi risiko terkena petir, seperti jalan di tengah lapangan sambil menggunakan HP saat hujan/gerimis dan petir🙂

      Reply
      1. antopurwanto Post author

        Informasi tambahan, karena saya baru saja dioperasi pemasangan logam karena patah tulang selangka, saya jadi merasa lebih berhati2…
        karena ternyata logam yang di tanam/implant adalah chromium cobalt alloy, memiliki beberapa sifat yang sama seperti titanium: bisa menghantar listrik… jadi memang betul perlu lebih ber-hati2 saat gerimis, hujan ataupun pas ada petir… chromium cobalt alloy ini juga sering digunakan dalam implant gigi

        Reply
    1. antopurwanto Post author

      pengalaman menggunakan flexi denture cukup menyenangkan, sederhana dan tampak indah menawan🙂

      hanya saja pada awal penggunaan ada sedikit rasa sakit di bagian gusi tempat flexi denture menempel. tapi rasa sakit itu akan hilang dalam beberapa hari.

      karena sakit itu, sempat dokter gigi nya saya minta melakukan modifikasi flexi denture agar lebih nyaman. tapi ternyata, belakangan hari flexi denturenya jadi agak kendor (tak apalah yang penting tidak sakit dan nyaman)

      selain itu, apabila dipakai makan rasanya kurang nyaman, akan lebih nyaman kalau dicopot terlebih dahulu dan dipasang lagi setelah makan (asal jangan sampai ketinggalan). untuk makanan tertentu giginya justru bisa menancap di makanan (copot dari gusinya), jadi kalau makan perlu hati2… jangan sampai flexi denture copot dan tertelan !
      🙂

      Reply
  3. nova

    menurut bapak Permanen dengan menggunakan clasp/jepitan dari logam itu bagaimana? apa perlu setiap malam mensti dibuka..mengingat saya belum menikah dan tentu sangat malu jika melepas memasang gigi palsu?
    biasa nya ke dokter gigi spesialis apa untuk memakai gigi tiruan karena saya pernah operasi kista di gusi…
    terimakasih pak

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      menurut dokter gigi saya, kalau gigi palsu yang bisa dipasang-copot itu perlu di lepas setiap malam sebelum tidur… bahaya kan kalau lagi tidur giginya copot dan tertelan …
      untuk itu mencopotnya tentu tidak di depan orang2…
      saya juga pernah ada kista di gusi, kalau ingat, sakit sekali waktu diambilnya, karena menurut dokter gigi : obat bius tidak bisa memati rasakan syaraf dekat kista di gusi…
      waktu itu saya dipasang gigi tiruan hanya oleh dokter gigi biasa, bukan spesialis, begitu pula ibu saya dibuatkan gigi palsu oleh dokter gigi biasa
      namun demikian, karena pernah ada riwayat kista tersebut, perlu ditanya dulu dokter giginya agar dia bisa lebih memperhatikan dan menyesuaikan tindakan medisnya dengan kondisi kita …
      salam sehat

      Reply
      1. nova

        oh pernah kista jg ya pak…
        maaf pak, maaf…apa karena kista itu giginya diambil ya pak?
        kebetulan sy jg sdh operasi tp pada saat operasi sy tdk merasakan apa2 krn dibius,hanya saja setelah 4 hari pasca operasi gusi dan gigi ngilu hanya sekitar 1/2 jam

        ortu sy menyarankan tdk memakai permanen krn dr segi agama dan takut ada masalah lg dan mesti dibongkar lg
        tapi saya ingin memakai permanen seperti bridge dimana bridge disangga oleh gigi-gigi disebelahny. Tapi saya nggak tau apa sama dengan Permanen dengan menggunakan tempelan.seperti pengalaman bapak, hanya saja saya baca/search di internet berbeda? menurut bapak gimana?

        kalo bridge tu aman ngk ya pak? info masang setau bpk berapa?
        mohon info ya, maaf banyak nanya…(hehehe)
        terimakasih

        Reply
        1. antopurwanto Post author

          Kista saya terjadi seperti ini :
          Tahun 1998 saya pasang crown gigi, rupanya setelah sekitar 5 tahun crown nya ada yg bocor sehingga gigi didalamnya lama2 ada “carries” gigi di dalam crown. Akhirnya tutup crown bagian atas lama2 copot dan gigi “carries” gigi sudah parah sehingga sudah kena gusi, akibatnya kalau makan kena gusi nya dan sering berdarah. Karena lama didiamkan akhirnya ini menjadi kista, untungnya kecil jadi ngga sampe bengkak

          Utk gigi palsu saya juga tidak mau yg permanen karena mertua saya pernah dipasang yg permanen dg implant dan setelah beberapa tahun bermasalah, ada infeksi sehingga harus dikeluarkan tentunya dg operasi … Mahal lagi😦

          Utk bridge masih umum dipake tapi saya condong memilih bridge dg kawat seperti gigi palsu jaman dulu, relatif sederhana. Sementara kalo pake bridge dg memasang crown di gigi tetangganya akan bisa kejadian seperti saya, crownnya bisa bocor… repot deh…

          Harga yg bridge setahu saya tergantung dokter dan tempatnya, kalo yg bagus bisa sejutaan lebih utk 1 gigi tapi yg biasa bisa dibawah sejuta contohnya ibu saya pake bridge kawat dibawah sejuta.

          Kalo saya cenderung pake flexy denture karena ngga melibatkan gigi tetangganya jadi tidak akan merepotkan di kemudian hari, cantolannya, ato pegangannya ke gusi, memang agak mahal tapi aman dan nyaman dibanding pake bridge.

          Semoga bermanfaat…

          Reply
  4. Erwansyah

    Ass, pak.
    Saya mau tanya pak? kira kira klo pasang gigi palsu yg jenisnya flexi denture, apakah giginya bisa selaras dengan gigi aslinya beserta gusi juga? Dikarenakan gigi saya copot di depan atas,. Menurut bapak gimana.. terima kasih pak

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      wa alaikum salam wr.wb.
      bias kok… saya juga pakai flexi denture di gigi depan atas, tidak terlihat kalau saya pakai gigi palsu, karena warna gigi dan gusinya disesuaikan dengan warna gigi/gusi kita

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s