Imunitas dan Olahraga

Setelah kondisi pulih, saya harus menjaga agar daya tahan tubuh tetap baik, bahkan kalau bisa semakin baik lagi.

Menyambung tulisan sebelumnya…

Daya tahan tubuh

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan daya tahan tubuh atau imunitas? biasa disebut juga dengan kekebalan tubuh, terkait dengan immune system. Sistem kekebalan tubuh merupakan struktur biologi dan proses yang melindungi tubuh dari penyakit dengan cara identifikasi dan membunuh sel patogen (bervariasi dari virus, bakteri, parasit dll) serta sel tumor, namun dapat membedakan dengan sel2 yang normal/sehat.

Respon utama (primary response) sistem kekebalan tubuh bisa memakan waktu 2 hari sd 2 minggu untuk dikembangkan. Setelah tubuh mendapat kekebalan terhadap suatu jenis patogen, jika di kemudian hari terdapat infeksi dari patogen yang sama sistem kekebalan akan memberikan respon (disebut secondary response).

Kelainan pada immune system dapat menyebabkan penyakit autoimmune diseases (kekebalan tubuh rendah seperti pada AIDS atau kekebalan tubuh yang hyper seperti pada Lupus) dan kanker.

Hubungan dengan Olahraga

Kekebalan tubuh bekerja seperti polisi. Saat kita diam, mereka tinggal diam di posnya yaitu di jaringan limpa. Dalam hitungan menit kita memulai olah raga, dan beberapa jam setelahnya, mereka meninggalkan posnya dan berpatroli dalam tubuh. Dalam suatu survey, dari 150 orang yang rajin melakukan olah raga jalan selama 12 minggu, mereka jarang yang terkena flu dan radang tenggorokan dibanding mereka yang tidak olah raga.

Namun demikian, perlu diperhatikan, olahraga terlalu keras atau terlalu cepat dapat membuat tubuh lemah dan justru dapat menurunkan daya tahan tubuh. Begitu pula dengan rutinitas, semakin rutin dan teratur kita berolahraga maka akan membuat sistem kekebalan tubuh disiplin dan sigap seperti polisi di atas tadi, sehingga dapat menjaga tubuh dari berbagai penyakit dengan lebih baik.

Hubungan dengan Nutrisi

Selain dengan berolahraga, untuk menjaga daya tahan tubuh perlu diperhatikan pula asupan nutrisi ke dalam tubuh. Termasuk air putih, karbohidrat, protein, vitamin dan mineral yang cukup.

Kekurangan cairan, karbohidrat dan protein dapat membuat tubuh lemah sehingga daya tahan tubuh menurun. Sementara itu untuk menjaga fungsi kekebalan tubuh, diperlukan antara lain mineral dan vitamin : zinc, zat besi, copper, selenium ditambah vitamin A, B6, C, E secara optimal. Semua itu dan nutrisi lain sangat penting untuk memproduksi antibodi yang bisa memerangi infeksi.

Kesimpulan

Setelah mengetahui pentingnya olahraga dan nutrisi. Akhir2 ini saya menjadi lebih senang berolahraga, naik sepeda setiap pagi di hari libur. Awalnya saya agak ragu untuk mulai berolahraga karena kondisi pasca operasi.

Rupanya justru olahraga teratur akan memperkuat tubuh dan mempercepat proses pemulihan pasca operasi. Konfirmasi sudah saya dapatkan dari dokter bedah digestif yang turut mengoperasi saya, beliau juga hobi main sepeda… namun dengan catatan, saya baru boleh on-road dulu, jangan main off-road, juga jangan terlalu capek…

Jadi, mulai sekarang saya usahakan olahraga teratur, naik sepeda, tidak boleh terlalu capek dan asupan nutrisi yang baik…

Referensi : http://www.indonesiaindonesia.com; http://www.wikipedia.org/wiki/Physical_exercise

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s