Daya tahan tubuh

Sudah lama saya tidak menulis… tidak ada tulisan baru dalam bulan Maret 2011…

Sejak blog ini dimulai, bulan Mei 2010, baru kali ini, dalam sebulan tidak ada tulisan baru.

Iya, ada kesibukan yang membuat saya tidak sempat menulis. Pada awal Maret 2011 adik kandung saya melaksanakan pernikahannya. Kebayang kan, pasti ada aja kerepotannya…

Selesai acara pernikahan, saya terkena sakit selama hampir 2 minggu. Kepala sakit sebelah (kadang sebelah kiri, kadang sebelah kanan), badang meriang (sampai akhirnya demam tinggi mencapai 39 derajat Celcius), tulang2 terasa ngilu.

Tadinya saya pikir ini flu biasa saja… tapi setelah demamnya tinggi saya mulai khawatir, apalagi setelah tiga hari muncul titik2 dan bercak merah di kaki… wah seperti gejala demam berdarah… pas muncul bercak merah pas hari Minggu, jadinya saya langsung pergi ke Unit Gawat Darurat di RSPI karena praktek dokter umumnya libur pada hari Minggu.

Demam Berdarah

Penyakit demam berdarah sampai saat ini memang masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia. Angka kejadian penyakit ini terus meningkat dari tahun ke tahun dengan angka kematian yang cukup tinggi. Demam berdarah Dengue ( DBD ) disebabkan oleh virus Dengue yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Penyakit DBD sering salah didiagnosis dengan penyakit lain seperti flu atau tipus. Hal ini disebabkan karena infeksi virus dengue yang menyebabkan DBD bisa bersifat asimtomatik atau tidak jelas gejalanya. Pasien DBD sering menunjukkan gejala batuk, pilek, muntah, mual, maupun diare. Masalah bisa bertambah karena virus tersebut dapat masuk bersamaan dengan infeksi penyakit lain seperti flu atau tipus.

Gejala pada penyakit demam berdarah diawali dengan :

1. Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 °C- 40 °C)
2. Manifestasi pendarahan.
3. Hepatomegali (pembesaran hati)
4. Syok, nadi turun, sistolik turun.
5. Trombositopeni, pada hari ke 3 – 7 s/d di bawah 100.000/mmk.
6. Hemokonsentrasi, meningkatnya nilai Hematokrit.
7. Gejala-gejala klinik lainnya yang dapat menyertai:
tidak nafsu makan, lemah, mual, muntah, sakit perut, diare, kejang dan sakit kepala.
8. Pendarahan pada hidung dan gusi.
9. Rasa sakit pada otot dan persendian, timbul bintik-bintik merah.

NS1 Antigen Rapid Strip

Malam itu saya langsung cek darah dengan metoda NS1. Menurut dokter metoda ini bisa langsung mendeteksi kalau pasien terkena demam berdarah, deteksi secara cepat bahkan mulai hari pertama terinfeksi…

NS1 merupakan antigen virus yang dimiliki oleh semua jenis serotype virus dengue, dapat ditemukan dalam jumlah yang tinggi saat infeksi akut, baik pada infeksi primer maupun infeksi sekunder. Dengan demikian pemeriksaan NS1 Antigen Rapid Strip dapat lebih cepat mendeteksi adanya infeksi virus dengue sejak awal timbulnya demam ( demam hari ke-1 sampai hari ke-5 ). Dari berbagai penelitian menunjukkan sensitivitas pemeriksaan ini 92,3% dan spesifisitas 100% untuk mendeteksi virus dengue.

Biaya NS1 ini memang relatif mahal (di atas Rp200 ribu), tapi pencegahan akan lebih baik daripada pengobatan bukan…

Setelah menunggu sekitar 1,5 jam, cek darah selesai diproses dan hasilnya menunjukkan bahwa saya tidak terkena demam berdarah. Yang aneh adalah leukosit saya normal, artinya tidak ada infeksi…

Akhirnya dokter jaga di UGD meminta saya untuk kembali konsultasi ke dokter onkologi yang biasa merawat saya. Karena bisa jadi demamnya terkait dengan kanker/tumor yang saya derita…

Daya tahan tubuh

Karena dokter onkologi saya sedang cuti, esok harinya saya periksa ke dokter kantor. Rupanya dokter di kantor ini cukup bagus analisanya, menurut dia leukosit tidak meningkat walaupun ada demam karena tidak ada infeksi kuman/bakteri. Sedangkan infeksi karena virus2 tertentu tidak selalu meningkatkan leukosit (wah baru tahu saya…)

Dia juga melihat bercak merah dan gejala yang saya alami, diagnosanya adalah terkena virus morbili atau sejenis campak…

Menurut dia, karena kondisi saya yang sudah tidak normal lagi, daya tahan tubuh bisa lebih rendah dibandingkan orang2 normal. Nah, pas rendah2nya daya tahan tubuh, virus itu masuk… Sehingga kunci pengobatannya adalah meningkatkan daya tahan tubuh.

Echinacea

Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, biasanya dokter kantor memberi saya Imunos atau Imboost yang kandungan utamanya dari Echinacea, sejenis tanaman berbunga. Nama lainnya adalah ‘Purple Coneflower’. Tanaman ini terutama tumbuh di Eropa dan Amerika Utara. Echinacea adalah jamu yang paling umum dipakai oleh orang asli Amerika dan merupakan salah satu jamu yang paling laku di Amerika Serikat.

Sejak akhir 1930-an, peneliti Jerman meneliti Echinacea dan dampaknya pada sistem kekebalan tubuh. Banyak penelitian mendukung penggunaannya.

Echinacea secara umum tidak disarankan untuk dipakai oleh orang dengan penyakit pada sistem kekebalan tubuh seperti HIV, multiple sclerosis, atau TB. Pemerintah Jerman mengusulkan Echinacea tidak dipakai bila kita mengalami penyakit ini. Beberapa peneliti menganggap bahwa Echinacea sebetulnya dapat memperburuk masalah sistem kekebalan tubuh

Meniran

Tidak seperti biasanya, kali ini saya diberi kapsul Divens yang kandungan utamanya adalah meniran, tanaman yang banyak ditemukan di pinggir jalan. Meniran, Phyllanthi Herba, dengan cara ekstrasi yang khusus, bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Namun demikian, bila tidak dengan cara ekstrasi khusus, maka
meniran yang sejenis diuretik, bekerja sebagai perangsang ureter untuk memperlancar kencing, dan bukan meningkatkan immunitas.

Untuk pria, bila mengkonsumsi secara terus menerus akan dapat disfungsi ereksi, sedangkan untuk wanita dapat mempertinggi free radical didalam darah, sehingga imunitasnya malah
menurun.

Jadi, perlu diingat agar dapat memperoleh manfaat peningkatan daya tahan tubuh, memproses meniran harus dengan cara yang khusus, tidak sembarangan.

Dan, alhamdulillah, beberapa saat setelah minum meniran serta istirahat tidak masuk kantor 3 hari kondisi saya bisa pulih kembali. Yang saya suka adalah tidak ada antibiotik, hanya ekstrak tumbuhan. Bahkan pada bungkus Divens tertulis kata2 JAMU🙂

Setelah kondisi mulai pulih, sekarang saya harus menjaganya… antara lain dengan olah raga…

Demikianlah, dengan adanya pengalaman tadi saya bisa mulai menulis lagi. Mudah2an bermanfaat.

Referensi:
dr. Arina Ismah Afiati (labparahita.com)
Yayasan Spiritia (www.spiritia.or.id)
http://www.dechacare.com
http://www.m-apotek.com
http://www.dexa-medica.com
health.groups.yahoo.com/group/dokter_umum

7 thoughts on “Daya tahan tubuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s