Menjadi Kaya

Banyak orang yang ingin menjadi kaya. Kalau kita masuk toko buku, banyak sekali buku2 yang membahas cara2 menjadi kaya. Ada yang membahas mengenai bisnis MLM, franchise, perdagangan saham, reksadana, bisnis sesuai hobi (masakan, makanan), properti, emas, agribisnis (sayuran, buah2an), peternakan (ayam, kambing, dkk)…

Saya sendiri, waktu masih muda, memilih pekerjaan yang gajinya lebih besar (normal kan…). Saya sempat menolak waktu ditawari menjadi dosen oleh pembimbing saya, juga waktu ditawari bekerja di BUMN di Bandung oleh kakak kelas saya, termasuk waktu ditawari menjadi PNS di sebuah departemen…

Menjadi kaya memang diinginkan oleh banyak orang.

Tapi banyak orang kaya yang tidak menyadari kalau dirinya sebenarnya sudah cukup kaya…

Saya sendiri punya pengalaman batin yang menarik.

Setelah memilih2 tempat kerja, begitu lulus sarjana, pertama kali saya bergabung dengan Grup Astra di bagian komputer. Hanya setahun saya bertahan, saya keluar untuk sekolah manajemen, karena waktu itu saya melihat banyak orang yang karirnya naik pesat setelah mendapat gelar MBA atau MM. Memang pada awal 90-an sedang musim2nya MBA. Selain itu, industri perbankan-keuangan sedang naik pesat.

Selesai kuliah manajemen, saya berpindah2 lagi pekerjaan, 2 bank, 1 perusahaan investasi, 1 multifinance, dll…

Setelah 21 tahun bekerja, sudah menjadi kaya kah saya sekarang? yang jelas kaya pengalaman… dan sudah punya mas lebih dari 50kg (anak saya yang pertama adalah mas Hussein, sudah SMA)…🙂

Sudah menjadi kaya kah saya?

Ya, setelah saya menderita sakit, saya jadi lebih sadar, bahwa sewaktu saya sehat sebenarnya saya sudah kaya…

Begini hitung2annya:

Biaya rawat inap di rumah sakit (RS), sekali masuk bisa kena Rp5 juta s.d Rp10 juta… selama saya sakit (sejak 2001) bisa masuk RS 1-4 kali setiap tahun nya.

Setiap kali transfusi darah bisa kena biaya sampai Rp1 juta. Selama ini sudah berliter2 darah ditransfusikan ke dalam tubuh saya… Untuk hal ini saya sangat menghargai dan menghormati orang2 yang mau donor darah, tanpa adanya mereka sulit dibayangkan seperti apa jadinya pasien2 yang membutuhkan darah… dan ini menunjukkan bahwa orang2 yang mendonorkan darahnya adalah orang2 kaya…

Sekali operasi, bisa habis Rp20 juta s.d Rp30 juta. Saya sudah 2x operasi.

Setiap diagnosa dengan USG, Endoscopy, CT Scan, bisa kena sampai Rp5 juta. Untuk diagnosa saja, saya sudah mengalami lebih dari 10x…

Obat, ini yang paling mahal… Untuk terapi kanker bisa kena obat yang satu harinya mencapai Rp1 juta !!! belum suplemen dan obat pendukung lainnya… Sewaktu saya diminta konfirmasi pengeluaran biaya kesehatan tahun 2010 (dari skema fasilitas kesehatan seperti asuransi kesehatan), saya lihat sudah ada pengeluaran lebih dari Rp300 juta… alhamdulillah ada skema fasilitas kesehatan/asuransi, jadi saya tidak perlu mengeluarkan uang sebanyak itu untuk biaya kesehatan selama sakit…

Banyak sekali biaya selama saya sakit, bisa lebih dari Rp500 juta, belum menghitung faktor inflasi🙂 ini sudah bisa dipakai untuk membeli rumah baru…

Apakah saya menikmati kekayaan tersebut?

sewaktu masih sehat kadang kita suka lupa… setelah sakit barulah terasa bahwa sakit itu mahal…

Jadi, sehat itu sebenarnya adalah kekayaan, suatu karunia dari Tuhan yang luar biasa, yang sudah sepatutnya disyukuri…

Bagaimana biar bisa kaya? ya, salah satunya adalah dengan menjaga kesehatan, kesehatan jasmani dan rohani… Selain itu, sejak muda usahakan ikut asuransi. Dengan ikut asuransi pasien akan sangat terbantu dalam membayar biaya obat, RS dkk…

Memang, kalau ikut asuransi ada biaya premi nya, tetapi manfaat nya akan sangat terasa bila pemegang polis asuransi harus dirawat di RS atau terkena penyakit yang berat…

Selain itu semua, setelah berikhtiar, tentu kita juga berdoa, memohon kepada Yang Maha Kuasa, agar kita mendapat limpahan karunia kesehatan dan senantiasa berada dalam lindungan Nya…

3 thoughts on “Menjadi Kaya

    1. antopurwanto Post author

      Terima kasih atas kunjungannya…

      Walaupun kita sudah didiagnosa sebagai penderita kanker, sudah tidak 100% sehat, tetapi saya yakin bahwa kita tetap bisa “kaya”, antara lain dengan saling berbagi…

      Salam sehat.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s