Jika Waktu telah Tiba

Tidak ada suatu kebetulan
Semua sudah tertulis dalam skenario Nya

Seperti yang saya alami…
Baru saja saya menulis mengenai orang2 terkenal yang menderita kanker pankreas (Steve Jobs, Paul Randisch, Patrick Swayze) dimana dua orang diantaranya telah meninggal dunia.

Sehari kemudian saya mengetahui kabar dari FB wall seorang sahabat, bahwa seorang sahabat lainnya, penderita kanker payudara yang rupanya menyebar ke jaringan getah bening, telah meninggal dunia.

Sahabat Siti Aniroh ini banyak memberi inspirasi dan semangat kepada sesama penderita kanker, termasuk banyak memberi masukan dan komentar di blog ini, khususnya pada periode awal saya menulis…

Semoga beliau mendapat yang terbaik dari Nya…

Walaupun dalam kondisi menderita kanker, dia tetap semangat. Tidak hanya memberi semangat kepada dirinya sendiri, tetapi juga memberi dorongan moril kepada sesama penderita kanker. Hal ini dilakukannya sembari silaturahmi di daerah sekitarnya, Yogyakarta, maupun melalui blog miliknya serta kunjungan kepada blog2 sahabat lainnya. Melalui sarana2 tersebut, selain memberi semangat, dia juga memberikan berbagai informasi mengenai terapi kanker dan kesehatan.

Banyak informasi yang disampaikannya terkait kesehatan, pencegahan penyakit serta terapi menggunakan bahan organik, terutama jus sayur dan buah2an serta enema kopi, tidak lain karena terapi yang digunakannya adalah Gerson Therapy.

Dengan terapinya itu, saya melihatnya dia bisa mendapatkan kualitas hidup yang cukup baik, selama 5 tahun setelah didiagnosa menderita kanker payudara. Sementara itu, dari teman lain, saya melihat banyak juga yang bisa mendapatkan kualitas hidup yang baik melalui terapi secara medis (termasuk saya).

Jadi, apapun pilihan terapinya, yang baik tentunya harus bisa memberikan peningkatan kualitas hidup. Apapun pilihan terapinya, hanya Yang Maha Kuasa yang bisa menyembuhkan. Seseorang kembali ke pangkuan Nya, bukan karena sakit, sakit hanyalah sebagai sarana, tetapi intinya adalah kembali karena memang telah tiba waktunya. Walaupun terapinya terlihat berhasil, tampak sudah sembuh, kalau sudah tiba waktunya, maka dia akan dipanggil oleh Nya.

Namun, manusia tetap harus berikhtiar. Setelah selesai terapi obat, dokter onkologi saya mengatakan “kontrol CT Scan setiap 3 bulan sekali“. Saya tanya, “apa ngga 6 bulan aja dok“. Jawabnya, “wah, saya ngga mau gambling“. Karena, walaupun hanya dalam waktu singkat, bisa saja terjadi kekambuhan atau penyebaran.

Dari kisah2 di atas, sebenarnya saya juga ingin menasehati diri saya sendiri, biar tambah sabar dan ikhlas terhadap segala yang kita hadapi, tambah bersyukur karena kualitas hidup yang cukup baik (bisa makan, minum dan beraktivitas, walaupun ada keterbatasan), tambah giat untuk berikhtiar melakukan kebaikan… setiap perbuatan baik tidak akan sia2, walaupun tidak terlihat, hanya sekecil atom, tersembunyi di balik batu… karena hanya Tuhan yang Maha Melihat…

One thought on “Jika Waktu telah Tiba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s