Tumor Pankreas (3)

kembali melanjutkan posting sebelumnya

Penanganan dan Terapi

Untuk tumor yang telah menjadi ganas (kanker), bisa dilakukan operasi, radiasi, kemoterapi dan vaksin.

Dalam tulisan ini saya hanya akan membahas pembedahan, kenapa? karena itu yang paling umum dan biasanya radiasi serta kemoterapi diberikan setelah dilakukan pembedahan. Pembedahan juga menjadi perhatian saya karena pada awal tahun 2000-an saya diminta dokter untuk dioperasi…

Pada saat didiagnosa kanker pankreas, biasanya penyakit sudah mencapai stadium lanjut. Oleh karena itu, banyak pasien yang tidak bisa dioperasi. Dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, tahap awal kanker pankreas dapat dideteksi, termasuk ketika masih belum menjadi ganas (masih tumor jinak), sehingga operasi dapat dilakukan.

Kapan kanker pankreas bisa dioperasi, umumnya bila terlokalisir, sehingga bisa dipotong tumornya. Artinya, kanker belum menyebar ke pembuluh darah, simpul getah bening maupun jaringan organ tubuh lainnya. Namun, sesuai perkembangan, walaupun sudah menyebar ke jaringan getah bening disekitarnya, masih dapat dioperasi. Bahkan perkembangan terakhir memungkinkan penggantian pembuluh darah utama yang menuju hati/liver.

Jika kanker sudah ditemukan berada di simpul getah bening yang jauh lokasinya dari pankreas, pada organ lain atau jaringan pembuluh darah, pembedahan tidak akan dilaksanakan. Pembedahan mungkin dilakukan tapi untuk menghilangkan beberapa gejala dan agar kualitas hidup pasien lebih baik tetapi bukan sebagai pengobatan (non-curative).

Bagaimana operasi tumor/kanker pankreas? tergantung bagian pankreas yang terkena

Bila berada di bagian Head, Neck atau Uncinate Process maka akan dilakukan Whipple Procedure. Proses ini disebut juga pancreaticoduodenectomy, atau pemotongan kandung empedu, usus 12 jari, dan head dari pankreas.

Pertama kalinya dilakukan oleh Dr. Alan O. Whipple dari New York Memorial Hospital (Memorial Sloan-Kettering).

Ada beberapa variasi “Whipple” :

  1. Standard Whipple dengan lymph node dissection:

    kondisi pasca operasi:

  2. Radical Whipple with lymph node dissection
  3. Pylorus Preserving – mempertahankan pylorus (bagian dimana lambung dikosongkan, menuju usus 12 jari).
  4. Classic – termasuk pemotongan 40% lambung. Sebagai informasi, dalam proses laparatomy yang saya alami, lambung dipotong 75% termasuk pylorus nya.

Bila berada di Body atau Tail, agak kompleks. Tumor di lokasi tersebut akan berkembang sebelum muncul gejala seperti nyeri dan jaundice. Sayangnya, ketika gejala muncul biasanya kanker sudah berada pada stadium lanjut sering dengan adanya penyebaran. Oleh karena itu tidak dapat dioperasi (non-operable). Jika ternyata masih dapat dioperasi, akan dilakukan distal pancreatectomy and splenectomy. Yaitu pemotongan bagian kiri pankreas dan limpa.

Metastasis

kata lain dari penyebaran. Untuk stadium yang telah menyebar, ada beberapa lokasi yang mungkin untuk penyebaran :

Penutup

Ketika saya akan dioperasi pada bulan Mei 2010, dokter menyampaikan kemungkinan pengangkatan atau pemotongan pankreas. Hal tersebut dapat mengakibatkan proses pencernaan yang tidak normal serta yang lebih dikhawatirkan adalah tidak adanya pengaturan gula darah oleh insulin dan glucagon. Jadi kemungkinannya adalah seumur hidup tergantung suntikan insulin. Waktu itu saya sedih juga… bahkan sudah searching di internet mengenai alat2 untuk suntik insulin. Alhamdulillah, saya masih diberikan kesempatan, ternyata setelah dibedah, lokasi tumor terlepas dari jaringan pankreas sehingga pankreas tidak di-otak-atik…

Walaupun demikian, saya pernah sangat concern dengan organ pankreas sebagaimana yang saya share dalam tulisan2 di blog ini…

Mudah2an informasi ini bisa bermanfaat.

70 thoughts on “Tumor Pankreas (3)

  1. muh.alfiani

    Salam kenal pak
    saya mau mendapatkan pencerahan dari bapak, karena cerita bapak hampir sama seperti orang tua kami.
    Saat ini orang tua kami menderita penyakit kanker pankreas dan sudah dioperasi juni 2010 dan telah menjalani kemoterapi dan radiasi.
    Tapi kondisi beliau tiba tiba menurun 1 bulan lalu sebelum puasa, ternyata setelah diperiksa oleh doketr di rs bintaro ada cairan didalam rongga perut dan menyebabkan seperti kembung, cairan tersebut sudah dikeluarkan minggu lalu dan selanjutnya di biopsi.
    Hasil biopsi cairan tersebut masih mengandung sel sel kanker pankreas,
    Saya mohon info bila bapak punya rekomendasi / solusi dokter rujukan dan pengobatan penyakit yang diderita orang tua kami

    terima kasi

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Salam kenal juga…

      Sebagai informasi tentang pembedahan yang saya alami, dokter yang melakukan tindakan adalah Dr. Hermansyur Kartowisastro, SpB-KBD. Beliau terkenal sebagai ahli bedah digestif yang sudah berpengalaman, bahkan beliau turut dalam operasi transplantasi hati yang pertama di Indonesia. Sebelum operasi saya diberi informasi yang cukup lengkap dan jelas mengenai kemungkinan2 yang bisa terjadi, termasuk kemungkinan yang terburuk… sehingga saya sudah siap mental dengan apa pun yang akan terjadi… Beliau praktek di RS Pondok Indah dan RS Puri Indah.

      Selanjutnya, setelah operasi, penanganan kanker dilakukan oleh DR. dr. Noorwati. Sutandyo, Sp.PD KHOM. Beliau terkenal sebagai salah satu dokter onkologi yang berpengalaman. Kita bisa panjang lebar berdiskusi terkait kondisi yang kita alami. Beliau juga memiliki pandangan yang luas dan religius. Beliau praktek di RS Pondok Indah dan RS Dharmais. Oleh beliau saya diberi terapi dengan obat Glivec selama 8 bulan karena jenis kanker yang saya derita tidak mempan kemoterapi tetapi bisa ditangani dengan obat target therapy.

      Setelah mendapat penanganan dari beliau2 kondisi saya sudah membaik tetapi saya bisa menjalani aktivitas seperti orang normal (walaupun tidak bisa normal 100%).

      Oya, sebagai informasi, sebelum ditangani oleh Dr.Hermansyur, saya juga sering dirawat di RS Bintaro. Bahkan operasi pertama saya tahun 2001 juga dilakukan di RS Bintaro oleh Prof. dr. Aryono D. Pusponegoro, SpBD-KVB namun beliau sekarang sudah tidak praktek lagi di RS Bintaro. Dari RS Bintaro tahun 2010 saya dirujuk/disarankan untuk ditangani oleh Dr.Hermansyur.

      Demikian, mudah2an bermanfaat
      manusia berusaha Tuhan Yang Maha Kuasa, Dia lah yang Maha Menyembuhkan…

      Reply
    2. dea

      saya ada usul.. dr. thjang di RS pondok indah – puri indah. mamah saya bulan juni oprasi whipple dgn beliau. beliau juga termasuk ikut tim transplantasi hati pertama🙂

      Reply
      1. antopurwanto Post author

        Terima kasih atas informasinya dan sharingnya.

        Betul, dr.Tjang termasuk dalam tim bedah digestif RS Pondok Indah dan RS Puri Indah bersama dengan dokter yang membedah saya, dr.Hermansyah K.

        Salam sehat🙂

        Reply
      2. Linda

        Mbak dea sy mau tanya gimana kondisi ibu menjalani operasi wheeple skr… Suami sy baru menjalani ops bulan sep ygblalu… Tolong sharing pengalaman pasca wheeple terima kasih

        Reply
  2. wiwi

    Mas Anto, saya belajar dari blog anda karena ayah saya didiagnosa Tumor caput pankreas, tp kemudia menjadi sumbatan di CBD proximal suspectnya tumor. Rabu ini insya Alloh operasi namun dokter menyampaikan kiranya terdapat tumor pada pankreas, maka akan dilakukan whipple.

    Saya dalam posisi menyemangati ayah saya untuk tetap kuat dan ikhlas menerima cobaan.

    Terimakasih untuk pencerahannya, semoga kiranya sharing mas anto memberikan kekuatan, kesembuhan dan pahala yang berlipat ganda…amin3x

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Terima kasih mba.

      sebelum saya dioperasi, dokter bedahnya sudah memberikan peringatan bahwa kalau pankreasnya kena (ada bagian yang dipotong) maka diperkirakan dapat berdampak kepada metabolisme insulin (pankreas sebagai penghasil insulin) sehingga kemungkinan bisa jadi menderita diabetes yang harus dibantu dengan suntik insulin… saya melihat banyak teman dan kenalan yang menderita diabetes masih dapat menjalani kehidupannya dengan normal walaupun ada prosedur tambahan yang harus dilakukan setiap harinya, seperti menakar makanan/minuman serta minum obat/suntik insulin, namun di luar itu aktivitasnya masih normal.

      paska operasi, meskipun ternyata pankreas saya tidak terpotong, namun jalur enzim dari pankreas dan empedu sudah tidak langsung bertemu dengan makanan (bypass dari kerongkongan langsung ke usus halus karena pemotongan lambung dan usus 12 jari) sehingga fungsi enzim pencernaan sudah tidak sempurna

      dengan adanya penyakit serta efek2 paska operasi, hikmahnya kita harus lebih berhati2 khususnya untuk makanan dan minuman dan juga aktivitas lainnya

      Semoga hasil operasi ayahanda tercinta memberikan kebaikan bagi mba wiwi sekeluarga…
      salam sehat

      Reply
    2. yuni

      mbak wiwi.. mertua saya juga dideteksi menderita tumor caput dan sedang dirujuk ke dokter bedah di dharmais. Mohon info mbak wiwi, bagaimana kondisi ayahanda mbak wiwi dan tindakan apa serta doter siapa dan dimana.

      apabila berkenan, sekalian Mohon bantuannya ya mbak… mohon diemail ke yunaz09@gmail.com

      Reply
  3. retno

    salam kenal pak anto,

    disini sy ingin bercerita ttg kondisi adik sy yg jg didiagnosa ca pankreas pd awl des 2011. adik sy msh berusia 19 thn. sdh dilakukan laparotomi biopsi hasilnya acinar sel karsinoma pd caput pankreas. hsl scan massa kistik sebesar krg lbh 3 cm di regio caput. selanjutnya adik sy dikemoterapi setiap minggu selama 12 kali. hsl usg 2kali menunjukkan massa ukuran 2,2*2,4 cenderung kistik.dokter radiologinya sempat bilang tidak percaya kalau itu kanker tapi kemungkinan kista. selama menjalani kemo tidak ada masalah pd adik saya yang berupa rmbut rntok, mual muntah, g ada nafsu makan, atau berat badan turun. dia tidak merasakan kesakitan dan tidak kuning. hasil laboratorimnya juga bagus termasuk petanda tumor ca 19-9 dalam batas normal. hanya mengalami peningkatan enzim amilase lipase.

    setelah kemoterapi yg ke 12 ini selesai dokter menyarankan konsul bedah digestif bisa tidaknya dioperasi sebelum dikemo lg. yang menjadi pertanyaan sy dlm hati benarkah itu kanker?? kenapa dokter radiologinya blg klo itu kista. mungkin bapak anto bs berbagi informasi buat sy. trimakasih. semoga kita selalu diberi kesehatan olehNYA.

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      salam kenal juga mba Retno,

      Menurut pendapat saya, kita perlu mendapat second opinion atau pendapat dari dokter lain jika kita merasa kurang yakin atau sebelum kita mengambil keputusan yang penting/besar. Dokter2 juga manusia biasa yang bisa saja berbeda diagnosanya, tetapi secara umum kebanyakan dokter tidak jauh perbedaannya.

      Saya juga berkonsultasi dengan banyak dokter sebelum mengambil keputusan untuk dioperasi.

      Berdasarkan apa yang saya alami, awalnya saya juga menderita kista, sempat dioperasi, namun setelah sekian lama menjadi tumor dan akhirnya menjadi ganas (kanker). Perlu diperhatikan bahwa tidak semua kista akan menjadi tumor dan tidak semua tumor akan menjadi bersifat ganas (kanker).

      Dari cerita tentang adiknya mba Retno, kalau itu kista tampaknya belum menjadi ganas ya… (kanker). Sebagai informasi, belum lama ini ada teman saya yang memiliki tumor di pankreasnya. Berdasarkan hasil Scan (termasuk PET Scan) didiagnosa bersifat ganas (kanker). Namun teman saya meminta second opinion dan mencoba pengobatan di Singapore, hasilnya ternyata bukan kanker dan setelah dioperasi tidak perlu menjalani kemoterapi.

      Demikian sebagai informas, jadi cukup penting untuk mendapatkan second opinion dari berbagai sumber/dokter. Semoga adinda mendapatkan keputusan dan hasil yang terbaik.

      Salam

      Reply
  4. Ita purnama

    Selamat malam pak anto purwanto. Saya ingin bercerita mengenai Bapak saya. Sudah beberapa bulan bpk skt kuning,dicek ke dokter diindikasikan karena empedu tersumbat. Dokter a mengatakan spertinya hanya timbunan bukan batu empedu. Dokter b mengatakan sepertinya hanya kristal saja. Udah beberapa dokter perkiraaanya sama saluran empedu tersumbat tetapi belum jelas karena apa. Tadi siang sya mendapat kabar bahwa bpk diindikasikan terkena tumor ganas di pankreas (dibaca dari hasil ct scan dan cek lab). Pada usia bpk skr 60 tahun, sangat berbahaya di operasi. Dokter hati dan pencernaan rscm mengatakan tdk bs dilakukan operasi,tindakan yg bs dilakukan skr dibuang kristal2 atau sakit kuning yg skr dialami (mungkin lewat endoskopi). Kami sendiri dri keluarga yang bukan berlebihan uang sehingga pengobatan tidak berani ke rs international seperti rs pi. Nanti pagi saya mau bawa bapak ke dokter gastro rscm utk tindakan endoskopi kpn bisa dilakukan. Saya masih berusaha melakukan yg terbaik utk bpk. Mohon sharingnya apabila ada masukan yg bisa membuat kami lebih tegar dan kuat utk penyembuHan bapak. Terimakasih

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      selamat pagi mba Ita
      belum lama ini ada seorang sahabat saya yg didiagnosa terkena kanker pankreas stadium lanjut yg usianya diprediksi hanya beberapa saat lagi namun setelah didiagnosa ulang ternyata hanya tumor jinak. jadi memang perlu adanya second opinion kalo perlu dg dokter ahli yg berbeda utk lebih meyakini karena dokter juga manusia. seperti saya sendiri yg awalnya didiagnosa tumor jinak tetapi setelah dilakukan endoskopi dan uji lab. justru terlihat sebagai kanker.
      namun demikian, apapun hasilnya manusia hanya wajib berusaha dan berdoa,Tuhan lah yg bisa menyembuhkan krn memang Dia Yg Maha Penyembuh. dan saya percaya kalau dibalik semua musibah termasuk penyakit, akan ada hikmahnya dan kebaikannya spt yg sudah saya alami. memang tidak mudah, tapi saya juga percaya kalau dibalik setiap kesulitan pasti ada kemudahan dan jalan keluar .
      semoga ayahanda dapat segera pulih dan sehat kembali serta kesabaran bagi keluarga
      salam

      Reply
      1. cahyanawiyana

        Bung Anto, terima kasih atas adanya blog ini sbg karya nyata yg sangat inspiratif,
        Saya ingin berbagi pengalaman, satu bulan yg lalu istri saya di operasi di Selayang Hospital, Selangor, Malaysia.
        Neuroendocrine Tumor Pancreas, 5,6 mm di leher pankreas.
        Rumah sakit tsb adalah RS “kerajaan” shg biaya kamar dan operasi lebih murah shg kami dirujuk kesana oleh dokter di johor.
        Ternyata RS Selayang adalah pusat untuk hepatobiliary di Malaysia. Dan kami rasakan sikap, tindakan dan pelayanan mereka sangat profesional.
        Istri saya menderita luka lambung selama satu tahun. Telah menjalani endoscopy 3 kali dan juga CT scan. Oleh dokter dinyatakan aman tidak ada gejala tumor atau kanker. Sehingga selalu diberi obat penekan produksi asam lambung.
        Meskipun dalam 3 bulan terakhir keadaan memburuk, ulu hati terasa panas tembus ke punggung. Dan yang paling parah tidak bisa tidur dalam 2 bulan terakhir, meskipun sudah diberi Xanax 0.5 mg dan ditingkatkan 1 mg, tetap tak bisa tidur.
        Pun demikian dokter tetap mengatakan dari hasil pemeriksaan yg penting aman, tidak ada gejala tumor ataupun kanker. Bahkan mengatakan istri terlalu berlebihan dalam merasakan sakit, dan malah mengatakan kalau orang normal hanya meringis karena sakit, tetapi istri teriak dan menjerit sehingga orang sekeliling mendengar semua. Kesimpulan istri cenderung stress dan dirujuk untuk mencari second opinion, dan dokter masih mengatakan pasti hasilnya juga akan sama. Jika memang benar maka kami dianjurkan utk konsultasi ke psikiater.
        Di Johor, pemeriksaan endoscopy, CT scan, scan thorax dan darah dinyatakan normal. Kami sudah pasrah, berarti benar ini bukan sakit ttp stress saja.
        Syukur, pakar yg kami temui mempunyai ilmu, kemampuan, kemampuan dan pengalaman. Dari keluhan dan syndrom yg ada, dokter ingin melakukan endoscopy ultrasound di pankreas.
        Dan, ternyata memang ada 1 cm tonjolan di leher pankreas, dan dari hasil biopsi tonjolan itu adalah Neuro endocrine Tumor.
        Saya akan sambung di kemudian hari…….
        Salam…

        Reply
        1. antopurwanto Post author

          Terima kasih banyak atas sharing-nya…
          Memang second-opinion dan pemeriksaan ulang cukup penting sebelum dapat diberikan kesimpulan mengenai suatu penyakit. Cerita di atas antara lain juga menunjukkan pentingnya hal tersebut.

          Ditunggu sharing lanjutannya🙂

          Salam

          Reply
    2. Dody

      Mba ita ibu saya juga mengalami hal yang sama seperti penyakit kuning,sudah ct scan sekarang di penang malaysia. Sekitar 2 minggu lagi akan dilakukan operasi besar. Apakah ada nomor atau contact yang bisa saya hubungi untuk sekedar sharing?

      Reply
  5. Hasti

    asslamualaikum pak anto,, ayah saya (45 thn) di diagnosa penyakit kista/batu pada pancreas .. tapi penangan dokter disini lamban pak.
    ayah saya sudah di CT SCAN dan saya tidak mengerti cara membaca hasilnya ,, bisa tolong bantu saya pak?
    ini hasilnya

    CT SCAN abdomen tanpa pemberian kontras media potongan aksial dan koronal,dengan hasil sbb :
    tampak batu di proyeksi UVJ S ukuran 0,3 cm
    Hempar : ukuran normal sudut tajam, pemukaan rata ,densitas parenkim homogen,
    Gall bladder : ukuran normal,dinding tidak mnebal ,tidak tampak batu/sludge
    Pankreas : ukuran normal ,densitas parenkim homogen,duktus pankreatikus tidak melebar
    Lien : ukuran normal,densitas paenkimhomogen,tidak tampak lesi fokal
    Ren kanan-kiri : ukuran normal,structur kortek dan medulla dalam batas normal,pelviocalyceal
    sistem tidak melebar,batu/kista-.
    Glandula suprarenalis kanan-kiritidak membesar
    Glter dan lengkung-lengkungusus dalam batas normal
    vesica urinaria : dindingtidak menebal , batu –
    kesan :
    Batu di proyeksi UVJ S
    tidak tamapk batu di ren bilateral

    mohon bantu dijelaskan kepada saya y pak,, dan terimakasih sebelumnya sudah mau membantu saya …

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Wa alaikum salam wr.wb.

      mba Hasti, kewenangan membaca hasil CT Scan tsb. dan menyampaikannya kepada pasien dokter ada pada dokter radiologi ybs, yang tentunya sudah memiliki pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan terkait. Pembacaan oleh orang2 dengan latarbelakang yang belum memenuhi persyaratan dapat mengakibatkan kesimpulan yang tidak utuh bahkan bisa tidak tepat.

      Namun demikian, dari beberapa informasi di atas ada yang dapat dilihat :

      UVJ : Ureterovesical junction obstruction, adanya halangan pada bagian pertemuan antara saluran ureter (dari ginjal) dan kandung kemih. Halangan ini bisa jadi karena adanya batu. Batunya disebutkan “tidak tampak batu di ren bilateral”, ren bisa jadi mengacu renal/ginjal sehingga ada kemungkinan batu bukan di ginjal tapi di saluran tsb. di atas.

      Untuk pankreas disebutkan di atas ukurannya “normal”. Saya jadi ingat waktu itu ada rasa sangat nyeri di dekat ulu hati saya (belakangan saya baru tahu ternyata ada kista di pankreas saya). Namun rasa nyeri bisa juga karena adanya batu empedu. Batu empedu bisa menghambat saluran pankreas… Selain itu, rasa nyeri juga bisa karena ada peradangan (pankreatitis), bila ada peradangan maka hasil CT Scan bisa/mungkin akan menunjukkan perubahan ukuran.

      Demikian sebagai informasi, semoga bermanfaat.

      Reply
  6. Barus

    Salam kenal pak Anto,
    Beruntung sekali saya bisa membaca pengalaman operasi pankreas bapak. Saat ini saya sedang menimbang apakah saya menerima tawaran operasi Puestow Jejunostomy Pancreatico, oleh Tim dokter Children Clinic di NUH Hospital Singapore pada anaknda saya Gloria umur 9 tahun.
    Ananda Gloria didiagnosia mengalami pertumbuhan batu pankreas pada saluran utama pankreasnya. Sudah 3 kali dilakukan ERCP untuk mengeluarkan stone panreas, yaitu Okt-2010, Okt-2011 dan Des-2012. Berdasarkan tampilan saat ERCP terakhir di Januari 20132, tim dokter memastikan bahwa masih akan muncul batu di pankreasnya. Jadi mereka menwarakan operasi puestow tersebut, yaitu memotong Jejunum lalu menyambungkannya ke pankreas, lalu saluran makanan dari lambung melalui duodenum disambungkan lagi ke jejunum. Saya mencari pasien yang pernah menerima operasi ini, untuk mendapatkan pengalaman efek samping dan gejala yang timbul pasca operasi. Barangkali pak Anto bisa menambahkan beberapa fakta untuk rencana operasi ini.

    Salam kenal
    Ik. barus
    email:
    ikuten.barus@ecogreenoleo.com
    ikuten.barus@gmail.com

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      salam kenal pa Barus,

      pengalaman yang saya alami adalah bypas dari lambung ke jejunum karena bagian lambung saya yang melalui duodenum sudah diangkat/dioperasi bersama duodenumnya. kemudian aliran/jalur enzim dari pankreas dan empedu juga langsung ke jejunum.

      jadi operasi yang saya alami memotong lambung dan duodenum sementara aliran dari pankreas tidak jadi dipotong.

      akibatnya enzim dari pankreas dan empedu tidak langsung tercampur dengan makanan dari lambung, seharusnya langsung diproses di duodenum/jejunum dekat lambung, hal ini berakibat proses pencernaan yang kurang sempurna, dampaknya tubuh saya kurus, dan pada awalnya kurang mendapat nutrisi makanan, sehingga harus mendapat asupan tambahan gizi dengan cairan nutrisi (Peptamen),

      namun lambat laun (sekitar 1 tahun lebih) kondisi tubuh mulai menyesuaikan sehingga sudah tampak tidak kurus lagi walaupun penyerapan beberapa zat makanan/nutrisi tidak maksimal a.l. Hb rendah dibawah normal. tapi dari sisi lain ada hikmahnya, dengan penyerapan nutrisi yang lebih rendah maka kolesterol saya juga rendah walaupun makanan saya tidak dijaga/kolesterol tinggi…

      demikian sebagai informasi, semoga ananda Gloria lekas pulih kembali dan semuanya bisa berjalan dengan lancar dan baik hasilnya.

      salam sehat

      Reply
  7. sarmadiaz

    Salam kenal bpk Anto.
    Ayah saya 67 tahun. Dari hasil CT scan di dapat kesimpulan tumor caput pankreas dan Kolangio karsioma. Dokter menyarankan kepada kami untuk dilakukan prosedur whipple ini.

    Menurut informasi yang anda punya, apakah operasi bedah whipple ini menjadi solusi untuk mengatasi ikterus yang ayah saya alami dan apakah resiko usia yang sudah tua mempengaruhi tingkat suksesnya operasi ini.

    Selanjutnya apakah kolangio karsinoma yang ada pada sluran empedu ayah saya dapat di-angkat?

    Terima kasih, atas informasinya.
    Salam hangat

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      salam kenal juga…

      operasi whipple memang menjadi salah satu standar operasi yang dilakukan pada organ pankreas. namun demikian, kasusnya akan spesifik dan berbeda antara satu pasien dengan pasien lainnya. hal ini antara lain karena kondisi pasien yang berbeda2 seperti usia atau kondisi fisik (misalnya ada penyakit diabetes, jantung, darah tinggi, dll.) maupun sifat dari gangguan yang terjadi pada organ pankreas. tentunya dokter yang menangani akan lebih mengetahui secara lebih rinci…

      salah satu yang cukup penting menurut saya adalah second opinion atau mendapatkan informasi dari beberapa orang dokter sehingga akhirnya pasien dan keluarga bisa mendapatkan informasi yang lengkap sebelum memutuskan untuk dilakukannya tindakan medis seperti operasi.

      demikian, mudah2an bisa bermanfaat, semoga ayahanda cepat sehat dan pulih kembali.

      salam sehat

      Reply
  8. Rahmadi

    Mohon pencerahan…
    Mertua saya janda berusia 74 tahun, 3 minggu lalu didiagnosa kanker caput pancreas dan dirawat di RSCM dan ditangani oleh dokter digestik yg ahli.
    Kanker sudah demikian ganas…sehingga menghalangi saluran empedu ke usus, berakibat cairan empedu berlebih dan kuli menjadi kuning. Maka dipasang drain sehingga cairan empedu disalurkan ke luar melalui selang disisi perut sebelah kanan. Kulit pelahan2 menjadi normal.
    Masalah bagi mertua saya ternyata kanker tersebut tidak mungkin diangkat karena menurut dokter kanker sudah menjalar ke beberapa organ penting dan sudah demikian rapuhnya bila kesenggol dapat pecah dan berakibat fatal. Saran terakhir adalah kemoterapi, tapi kami tidak tega karena umur sudah 74 tahun dan daya tahan tubuh sudah sangat kurang.
    Akhirnya kami memutuskan merawat ibu dirumah saja sambil mencari cara pengobatan alternatif. Kami sungguh tidak tega melihat ibu kami yg biasa energik sekarang harus terbaring sangat lemah dengan selang diperutnya.
    Adakah upaya2 alternatif yg dapat menolong ibu kami ini?
    Mohon pencerahan ….

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Saya turut prihatin dengan apa yang dialami oleh ibu mertua. Bisa saya bayangkan kondisi ibu yang harus berbaring di tempat tidur untuk waktu yang lama. Saya jadi ingat ibu saya (76 tahun) yang pernah harus berbaring di tempat tidur beberapa minggu karena patah tulang paha…

      Memang untuk kemoterapi akan ada efek yang kurang nyaman bagi pasien, apalagi dengan dosis yang cukup tinggi. Namun demikian, salah seorang om saya (76 tahun) juga pernah mendapat kemoterapi karena kanker di usus. Awalnya efek kemoterapi yang dirasakan sangat berat sehingga tidak dilanjutkan lagi. Mengingat usia dan kondisinya akhirnya dokter mengganti obatnya (jenis/dosis) sehingga efek nya menjadi lebih ringan. Alhamdulillah setelah jenis/dosis obatnya diganti maka proses kemoterapi bisa dilanjutkan dan akhirnya beliau bisa dinyatakan bersih/clean dari kanker yang dideritanya.

      Oleh karena itu tampaknya ibunda perlu konsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai proses kemoterapi tersebut.

      Kalau upaya alternatif, sepanjang yang saya alami, tidak memberikan perbaikan yang signfikan bagi saya. Mungkin ada pasien lain yang bisa sembuh melalui upaya alternatif, tetapi pengalaman saya sendiri baru berhasil sembuh setelah melalui upaya medis.

      Selain upaya pengobatan, tentu doa dan permohonan kepada Yang Maha Kuasa dan Maha Menyembuhkan akan dapat membawa pengaruh yang baik. Semoga ibunda bisa mendapatkan jalan keluar yang baik menuju kesembuhannya…

      Reply
  9. Daniel Aditya

    Terimkasih pak informasi nya Pakde saya saat ini juga mengalamin seperti yang dialamin bpk mohon doa nya semoga sembuh,dan mau mencoba baju kanker milik prof warsito apakah kawan-kawan ada yang pernah mencoba?
    mohon informasi nya jika ada yang menggunkan
    terimkasih.

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Sepengetahuan saya, jaket anti kanker dokter Warsito pada awalnya di disain lebih untuk kanker payudara. Dalam perkembangannya juga digunakan untuk kanker jenis lainnya.
      Namun demikian kalau ada info lebih lanjut nanti kita share infonya.

      Salam

      Reply
  10. marantika

    salma kenal bpk anto dan salam dari bali,
    saya mau sedikit share untuk penyakit org tua saya, susp. tumor caput pancreas, orangtua saya sudah melakukan endoscopy, cek darah, ct scan dsbnya dan katanya ada sebaran masa yang tidak terlalu jelas di caput pancreas, yg menyebabkan kulit menjadi kekuningan, badan bertambah kurus. Setelah diskusi dengn salah satu dr digestif yang ada disalah satu rs swasta di bali, dokternya mengatakan kalau tumornya adalah ganas dan sangat sulit untuk mengobatinya. Dokter menyarankan 2 opsi. pertama dengan jalan di by pass dan yg kedua katanya ada rumah sakit di jakarta, siloam, rs di slipi (mungkin rs dhamais ), ada juga di bandung kantanya yang mampu melakukan operasi dengan peralatan yg canggih, namun kesempatan untuk bertahan juga 50:50, sekiranya bapak bisa memberikan informasi langkah apa yg semestinya bisa saya lakukan, atau adakah kiranya bpak mengetahui Rumah sakit atau dokter bisa menangani kasu tumor caput pankreas, demikian pak anto dan mudah2an ada teman2 yg lainnya juga bisa share untuk kasus orang tua saya,. ( umur 65th, laki-laki )

    salam,
    bapak marantika denpasar

    Reply
    1. antopurwanto

      Salam kenal juga.
      Untuk RS setahu saya RS Dharmais cukup baik karena merupakan RS Pusat/Nasional khusus untuk kanker dan dokter onkologi yang merawat saya juga praktek di Dharmais. Namun demikian, saran saya adalah mencari second opinion dari dokter spesialis kanker/onkologi sehingga bisa mendapatkan diagnosa ulang terhadap tumor tsb. Saya ada teman yang sudah divonis kanker pankreas dan umurnya menurut dokter tinggal beberapa bulan lagi, tapi dia mencari second opinion ke beberapa RS/dokter dan yang terakhir ke RS di Singapore. Berdasarkan diagnosa dokter di Singapore ternyata bukan kanker hanya tumor biasa dan sudah dioperasi, ybs sehat sampai sekarang.
      Demikian infonya, semoga bapaknya bisa lekas pulih kembali.
      Salam

      Reply
      1. marantika

        Terima kasih mas anto untuk informasinya, sementara saya masih bingung-untuk spesialis kanker apa yg mesti saya cari mas, apakah spesialis onkologi juga ada yg bisa menangani pankreas.
        Mohon maaf saya sangat awam terhadap dunia kedokteran, setahu saya dokter Onkologi hanya berhubungan dengan tiroid dileher, mohon informasinya Lebih lanjut mas anto, ,

        Reply
        1. antopurwanto Post author

          Setahu saya onkologi meliputi segala jenis kanker. Tetapi untuk pembedahan dilakukan oleh ahli bedah yang sesuai dengan organ yang akan dibedah. Seperti saya, pembedahan dilakukan oleh dr bedah digestif, tapi untuk diagnosa, konsultasi dan terapi dilakukan oleh dr onkologi. Dr onkologi yang berpengalaman akan mengetahui penyakit pasiennya dengan melihat kasus2 lain yang ditanganinya, termasuk jenis kanker dan cara2 penanganannya.

          Reply
          1. marantika

            Thks mas anto, sangat bermanfaat bagi saya- terus terang saja saya sudah
            Lemas begitu dokter bedah digestif bilang kalau bapak saya kena tumor
            Kaput pankeas yg ganas, padahal dari hasil ct scan hanya menyebutkan
            Ada kumpulan masa didaerah caput pancreas( cuman tidak jelas), kalau
            Dilihat dari hasil patologi hanya dibilang ada peradangan, oh ya mas anto
            Sekarang sya kan ada di denpasar, bagimana cara untuk melakukan pemeriksaan
            Di rs dharmais, apakah harus melalui perjanjian atau bagaiman ?
            Mohon infonya

            Makasih

            Reply
            1. antopurwanto

              Kelihatannya perlu perjanjian terlebih dahulu dan memilih dokternya. Saya sendiri mendapatkan referensi dokter di RS Dharmais dari dr bedah digestif yang operasi saya. Mungkin dokter yang menangani bapak di Denpasar ada referensi atau ada kenalan yang tahu. Kalau saya dr onkologi nya adalah dr Noorwati yang banyak menangani jenis kanker yang saya derita (GIST). Namun beliau juga menangani kanker jenis lainnya…
              Atau bisa juga coba menghubungi RS Dharmais untuk mendapatkan informasi dokter onkologi khususnya yang terkait pankreas. Sehingga bisa dapat info dan perjanjian sebelum ke Jakarta

              Reply
              1. marantika

                Sekali lagi terima kasih mas anto, nanti kalau ada yg perlu saya sharing lagi-
                Tolong dibantu ya mas

                Salam

                Reply
  11. moel

    Salam kenal, Bpk Anto
    Isteri saya mempunyai benjolan di perut kiri atas meluas sampai perut kiri bawah sebesar 20 cm, ct scan abdomen dengan kontras menunjukkan asal kemungkinan dari badan dan ekor pankreas, multilokuler, dugaan berisi cairan mucin, ca 19-9 nilainya 159. Mohon petunjuk dari Bpk. saat ini dokter bedah digestive yg mempunyai kemampuan dan cakap dalam melakukan operasi pankreas yang sulit siapa ya.? Karena saat ini seperti di hutan rimba dengan tahu ada dokter bedah digestive tapi tidak tahu kualitasnya. Bagaimana dengan dr Yarman Mazni SpB KBD atau dr Toar JM Lalisang SpB KBD. Terimakasih

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Salam kenal…

      Dokter bedah digestive sebenarnya ada banyak, namun demikian yang saya kenal hanya yang pernah menangani saya yaitu Prof.Aryono Djuned Pusponegoro, dr.Ibrahim Basir dan dr.Hermansyur Kartowisastro.

      Prof.Aryono melakukan pembedahan saya yang pertama di 2001 (suspect kista pankreas) dengan tim waktu itu dr.Ibrahim Basir. Sementara dr.Hermansyur melakukan operasi gastrectomy (pengangkatan/pemotongan organ lambung) saya di 2010. Dr.Hermansyur juga salah seorang dokter pertama yang melakukan transplantasi hati dan ikut dalam Group RS PI Puri Indah yang fokus pada Hepato-pacreo-bilier (hati-pancreas-kandung empedu).

      Setahu saya dr.Toar Lalisang adalah Ketua Divisi Bedah DIgestive di FKUI-RSCM dan dr.Yarman Mazni merupakan salah satu spesialis bedah digestive di RSCM.

      Namun demikian, saya percaya bahwa kesembuhan dan segala prosesnya merupakan hasil yang ditentukan oleh Yang Maha Kuasa, tentunya setelah kita ikhtiar dan berdoa.

      Waktu saya akan dioperasi pada tahun 2010, sempat diberi tawaran untuk operasi di Singapore oleh pimpinan saya, namun saya merasa cukup percaya dengan tim dokter di Indonesia yang diketuai dr.Hermansyur, pertimbangan saya yang lain adalah karena lokasi dekat tempat tinggal sehingga kalau ada apa2 bisa segera ditangani.

      Demikian, mudah2an bisa memberikan sedikit gambaran.

      Reply
  12. moel

    Terima kasih jawabannya bpk Anto, nasehat bpk segala ikhtiar dan doa kiranya tetap Tuhan YME yg menentukan yang terbaik buat kita amin

    Reply
  13. marantika

    Selamat malam mas anto, menyambung lagi curhat saya dari denpasar- saya sempat browsing2 juga mengenai CRYOSURGEY – operasi bedah beku,
    Apakah bapak pernah mendengarnya ? Mohon informasinya

    Slm,
    Marantika

    Reply
  14. Maria

    Malam pak
    kakak saya barusan ini di vonis kanker pankreas oleh dokter ahli darah , dokter tsb berdasarkan ca 19-9 yg hasilnya sebesar 12000 , tetapi berat badan tidak turun, tidur masih bisa 8 jam, kaki nya bengkak , kadang merasakan sakit perut kiri atas , sakitnya minta ampun dan obatnya dimasukkan melalui dubur , baru merasa agak enakan dan mengurangi rasa sakit diperutnya , makan pun bisa walaupun pelan2, kami pernah disuruh kemo 11x, dgn obat yg namanya genistien, mau dicoba dulu 2-3x, jika tdk ada perkembangan, maka kemo nya akan dihentikan, tp kami tdk mau , disisi lain ada dokter digestive lainnya , menyimpulkan tumor hati , bahkan ada yg bilang bhw ca tinggi itu belum tentu tumor atau kanker, terus terang kami bingung atas penyakit ini , sebenar apa ya ??? kami ada rencana mau bawa ke malaysia untuk tahu kebenaran nya apa, mungkin bpk bisa memberi sedikit masukan bagi kami, sehingga kami bisa mengobati dengan benar. Tolong sarannya pak dan referensinya–kiranya dokter siapa yg cocok untuk menganalisa kondisi kakak saya. Mohon arahan dan bantuannya, terima kasih.

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Mba Maria,
      Berdasarkan pengalaman, untuk diagnosa dokter pada masalah kesehatan yang cukup serius perlu dilakukan “second opinion” dengan diagnosa oleh dokter lainnya. Hal ini pernah terjadi pada teman saya yang menderita nyeri di perut kiri atas, sudah divonis kanker pankreas dan umurnya menurut dokter tinggal beberapa bulan lagi, tapi dia mencari “second opinion” ke beberapa RS/dokter di Jakarta dan yang terakhir ke RS di Singapore. Berdasarkan diagnosa dokter di Singapore ternyata bukan kanker hanya tumor biasa pada pankreas dan sudah dioperasi, ybs sehat sampai sekarang.
      Dokter bedah digestive yang saya kenal adalah yang pernah operasi saya, yaitu dr.Hermansyur Kartowisastro (praktek di RS Pondok Indah Group) dan Prof.Aryono Djuned dengan tim waktu itu dr.Ibrahim Basir (dulu praktek di RS Medistra). Sementara untuk penanganan kanker saya konsultasi dengan dr.Noorwati (onkologi di RS Kanker Dharmais Jakarta).
      Demikian sebagai informasi, semoga lekas pulih kembali.
      Salam

      Reply
      1. antopurwanto Post author

        satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk diagnosa kanker, tidak cukup hanya dari tes darah seperti tumor/CA marker, tetapi yang penting juga adalah CT Scan yan bisa melihat kondisi organ/tumor yang ada di dalam tubuh pasien…

        Reply
  15. Fauzan

    Salam kenal Pak Anto,
    Terima kasih banyak pak atas sharing info yang berguna ini pak.
    Saya juga ingin sharing pengalaman pribadi, mengenai ibu saya. Ibu saya, umur 52 tahun, baru saja melakukan operasi bedah dikarenakan kanker lambung, saat ini pun masih melakukan pemulihan di RS dharmais. Sebelum sampai ke diagnosa kanker lambung, ibu saya hanya periksa ke dokter umum, dikarenakan selalu merasa perut penuh, terutama sekali sehabis makan, walau jumlah yg dimakan sedikit, akhirnya setelah tiga minggu, tidak ada perubahan, ibu saya minta dibawa ke dokter kandungan, khawatir ada sesuatu di kandungan. dari dokter kandungan, setelah dicek menurut dokter tidak ada yg mencurigakan, akhirnya disarankan untuk melakukan tes USG ke bagian radiologi. Akhirnya kita lakukan tes itu, kemudian juga langsung cari dokter bagian penyakit dalam (atas saran pihak radiologi, untuk membaca hasil USG). Di dokter penyakit dalam, berdasarkan hasil USG, ternyata di suspect “hepatoma lobus kiri”, artinya kanker hati, dokter yg memeriksa ibu saya pun hanya bisa melihat saya, dengan mimik yang menandakan, ini berita buruk. Akhirnya sebelum mengambil kesimpulan, dokter memeriksa ibu saya dengan cara menekan perut ibu saya, & berdasarkan referensi yang saya baca pun, “biasanya” hepatoma, gejalanya terasa keras perut bagian kanan, sedangkan ibu saya perut mulai dari tengah sampai ke kiri yang terasa keras & menonjol. AKhirnya dokter menyarankan untuk melakukan CT-SCAN & sekaligus pemeriksaan darah untuk melihat fungsi “hati”. Hasil cek darah untuk fungsi hati normal, & hasil dari ct-scan, analisa nya adalah ada benjolan tetapi bukan dihati, melainkan pankreas, akhirnya dokter merujuk ibu saya ke dharmais & juga sebelumnya melakukan cek darah untuk cek marker Ca19-9, marker kanker pankreas (alhamdulillah hasilnya dalam batas normal). Akhirnya ibu saya ke dharmais, pada pertemuan pertama itu dokter langsung bilang bahwa ini kanker lambung, & massanya ini ada di luar lambung, & disarankan harus segera dioperasi. Akhirnya keputusan langsung diambil saat itu juga, ibu saya setuju untuk operasi, dengan kemungkinan lambung sebagian/seluruhnya diangkat & limpa juga diangkat. Akhirnya tepat 6 hari kemudian tindakan operasi dilakukan untuk mengangkat massa di perut ibu saya, hasilnya sebagian/setengah lambungnya diangkat & limpanya pun ikut diangkat. Saat ini ibu saya masih dalam tahap pemulihan hari ke 4 setelah operasi.

    Ada yang mau saya tanyakan ke pak anto, karena pak anto juga diangkat lambungnya, kira2 pola makan seperti apa yang harus dilakukan ibu saya, kemudian ada vitamin/suplemen tambahan kah, karena yang saya baca, ketika lambung diangkat, berarti penyerapan zat besi & vit b12 akan terganggu, mohon info nya pak ?

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Maaf baru sempat balas karena baru kembali dinas keluar kota.
      Terima kasih mas Fauzan atas sharing nya.

      Memang betul diagnosa yang lebih akurat baru bisa didapatkan setelah CT Scan. Dengan CT Scan bisa terlihat lokasi tumor/kanker nya, apakah di lambung/hati/pankreas dll, karena lokasi organ2 tubuh tersebut memang berdekatan/menempel. Belum cukup dengan tes CA/tumor marker saja.

      Setelah operasi pemotongan/angkat lambung, awalnya kita tidak bisa makan seperti biasa. Dimulai dengan yang cair seperti susu, bubur saring, kemudian baru bubur yang lebih kental, dan bertahap nasi lunak, saai akhirnya nasi biasa. Tidak boleh makanan yang keras2, asam, pedas, kopi, soda, untuk sementara. Jumlahnya pun dibatasi. Awalnya hanya beberapa sendok saja. Setelah lebih dari satu tahun baru saya bisa makan berbagai makanan seperti sebelum operasi, tetapi jumlahnya masih sedikit belum bisa banyak karena lambung yang kecil juga belum boleh yang pedas, asam, kopi, soda.

      Karena pola makan tersebut tidak bisa mencukupi kebutuhan gizi, saya diberi dokter Peptamen untuk menambah gizi nya, berupa makanan cair seperti susu yang rasanya bisa coklat/vanila.

      Untuk kekurangan zat besi saya diberi maltofer, tapi harus dengan resep dokter. Saya sering juga konsumsi jus buah bit merah untuk menambah zat besi. Pola makan yang harus dilakukan saya dapat dari dokter gizi, apa yang boleh dan tidak, apa yang harus dimakan/dihindari.

      Tambahan info, penyerapan zat besi dan vitamin B terjadi apabila bagian lambung yang diangkat ada di bagian bawah, dekat usus 12 jari.

      Mudah2an informasinya bermanfaat.
      Semoga ibunda bisa lekas pulih dan sehat seperti semula.

      Salam

      Reply
      1. fauzan

        Aamiin Ya Robbil’aalamiin…..Terima kasih pak anto atas do’a & replynya.
        Mohon maaf baru bisa balas🙂..

        Reply
  16. Eddy Setiabudi

    Dear Anto,

    Saya tahu blog ini karena mencari informasi ttg dokter Hermansyur, boleh saya tahu tidak berapa biaya konsultasi waktu itu dengan dokter Hermansyur,

    Saya ada rencana tindakan operasi wasir, dan setahu saya dokter Hermansyur termasuk senior utk hal ini, namun saya jarang sekali menemukan review di google ttg beliau termasuk review operasi wasir dengan dokter ini..

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Biaya konsultasi saya sudah lupa karena sudah cukup lama, 4 tahun yang lalu. Saya rasa biayanya tidak jauh berbeda dengan dokter spsialis lainnya 200-300 ribu.
      Bidang keahlian beliau adalah bedah digestif dan yang saya tahu fokusnya pada hepatobilier : sistem pencernaan yang terkait pankreas, hati, empedu, lambung.
      Salam

      Reply
  17. felicia Hardojo

    Salam kenal pak Anto
    Suami saya usia 58th baru saja di temukan ada sesuatu/kita sebut aja tumor di kepala pancreas. Pemeriksaan yg sdh dilakukan adalah USG abdomen, Endoscopy dan CT-scan. Pd wkt USG dokter sdh mencurigai ada sesuatu yg gak biasa, lalu hasil endoscopy adalah adanya luka di lambung dan di saluran yg spt pipa(saya lupa sebutannya) terlihat pipanya gepeng, tidak bulat. Lalu hasil dari CT-scan baru terlihat yg menekan itu adalah tumor 7x8cm dikepala pancreas. Yg jadi keluhan suami adalah sudah 2 minggu fesesnya berwarna hitam, perut suka kembung dan terakhir 5 hari lalu dia merasa lemas dan mukanya pucat sekali. Setelah di test Lab ternyata HB nya turun menjadi 8.8 langsung esok harinya kami ke rumah sakit untuk melakukan serangkaia test itu. Sampai sekarang HB masih belum pulih sampai hrs transfusi darah, stelah transfusi 2 kantong HB naik menjadi 9.1, tapi esoknya turun lagi menjadi 7.9, transfusi lagi 3 kantong, naik lagi jadi 9.3.

    Saat ini kami sedang menunggu hasil lab darah apakah ada cancer ato tidak di pancreas. Tapi menurut dokter ganas ato tidak operasi harus dilakukan karena tumor itu yg memicu terjadinya pendarahan di lambung.

    Mohon informasi dr pak anto, bagaimana gejala yg bapak rasakan pada waktu itu ? Apakah Dr Hermansyur praktek di RS lain mengingat RS Pondok Indah cukup mahal biayanya ? Misalanya apakah beliau praktek di RSCM atau Dharmais misalnya

    Mohon saran dari bapak. Terima kasih untuk infonya.

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Salam kenal bu Felicia,

      pada saat saya dioperasi tahun 2010, gejala awalnya adalah pendarahan yang tidak berhenti. Gejalanya sama bu, fises berwarna hitam dan Hb turun, walaupun sudah ditransfusi Hb tetap rendah karena pendarahannya tidak berhenti. Oleh karena itu dari RS Bintaro saya dirujuk ke dr.Hermansyur untuk dioperasi. Berdasarkan diagnosa, dr.Hermansyur mengatakan operasi mutlak dilakukan agar pendarahan tidak terus terjadi…

      Sebelumnya, saya juga sering mengalami gejala yang sama (paling tidak 1-2 kali dalam setahun), tetapi dalam 1-2 minggu pendarahan biasanya bisa berhenti dan Hb akan meningkat setelah ditransfusi. Pas yang tahun 2010 itu rupanya pendarahan tidak bisa berhenti sehingga harus dioperasi.

      Setahu saya dr.Hermansyur praktek di RS Pondok Indah dan RS Cinere, kalau tidak salah juga di RS Puri Indah.

      Demikian sebagai informasi. Semoga suami ibu lekas pulih kembali.
      Salam

      Reply
      1. felicia Hardojo

        Besok siang suami saya akan menjalani operasi pancreas, menurut dokter hal yang terburuk adalah akan dilakukan operasi Whipple, spt operasi yang dilakukan pada bapak ya.

        Berapa lama waktu yg diperlukan bapak untuk pemulihannya ? Berapa lama bapak di opname di rumah sakit ?

        Salam

        Oh ya, operasi akan dilakukan oleh Dr Toar di RSPP. Terima kasih utk penjelasan bapak.

        Reply
        1. antopurwanto Post author

          Semoga operasinya bisa berjalan dengan sukses dan hasilnya pun baik.

          Operasi yang saya jalani awalnya memang untuk operasi tumor ganas yang diduga menempel/mendesak di beberapa organ seperti lambung, pankreas dan hati/liver, sehingga dokter sudah memberikan informasi risiko yang paling besar yaitu pankreasnya dipotong/diangkat dan saya harus bergantung kepada insulin. Tetapi setelah dibedah dokter melihat bahwa tumor tersebut justru hanya menempel ke lambung, tidak ada ekspansi ke pankreas dan hati/liver… dan fungsi kedua organ tersebut juga masih baik, hanya saja memang lambung dan usus 12 jari tidak bisa dipertahankan…

          Pemulihan pasca operasi seingat saya sekitar 10 hari sampai saya bisa pulang ke rumah, tetapi di rumah pun belum bisa apa2. Untuk makan saya harus bertahap mulai dari yang cair, lembut sampai padat, karena adanya pemotongan lambung dan usus 12 jari. Kalau yang dioperasi organ pankreasnya saja, tampaknya pemulihan akan bisa lebih cepat…

          Demikian informasinya bu. Semoga bapak juga bisa lekas pulih dengan segera.
          Salam

          Reply
          1. antopurwanto Post author

            Tambahan informasi, setelah saya melihat catatan🙂 saya dioperasi pada hari Senin, 17 Mei 2010 dan diopname sampai hari Rabu, 26 Mei 2010. Namun demikian, hari Kamis, 27 Mei 2010 saya masuk kembali ke RS karena ada masalah yaitu sistem pencernaan belum bisa berfungsi dengan baik. Setelah ditangani oleh dokter saya bisa pulang kembali ke rumah pada hari Minggu, 30 Mei 2010…

            Reply
  18. felicia Hardojo

    Salam sejahtera !
    Saya mau sharing suami saya yg operasi whipple. Hari ini hari ke 8 suami saya dioperasi, saat ini kondisi suami semakin hari membaik. Sudah bisa turun tempat tidur untuk duduk tapi sampai saat ini perut masih suka kembung dan mual. Slang NGT masih terpasang, sudah mulai coba untuk dibuka tutup slang NGT nya, tapi saat ini suami baru bisa tahan kalau slang NGT nya ditutup tidak lebih dari 6 jam, itupun masih harus menahan rasa kembung dan mual. Setelah slang dibuka air masih banyan mengalir keluar dan baru setelah itu perut terasa lebih enak.

    Makanan yg dimakan sampai saat ini masih makanan cair sebanyak 6 x 50cc, itupun kadang ada yg tidak terminum karena perut terasa kembung. Menurut dokter sih keadaan semua baik tinggal menunggu kerja dari lambung aja juga menunggu hasil patologi.

    Demikian sharing saya, terima kasih pak Anto

    Salam

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Terima kasih atas sharing-nya…🙂

      Operasi whipple relatif sudah banyak dilakukan oleh dokter, sehingga proses pemulihannya akan menjadi suatu hal yang tidak sulit.

      Penanganan pasca operasi memang perlu penyesuaian, dibutuhkan kesabaran dari pasien dan para pendampingnya (terutama keluarga dekat)… awalnya saya juga mendapatkan asupan makanan cair, bahkan dalam beberapa bulan selanjutnya saya mendapatkan resep dari dokter cairan pengganti makanan yang namanya Peptamen, seperti susu bergizi tinggi bagi pasien yang tidak bisa makan dengan normal.

      Saya turut mendoakan semoga bapak bisa lekas pulih dan beraktivitas kembali.

      Salam

      Reply
  19. felicia Hardojo

    Dear Pak Anto,
    Maaf pak saya masih mau bertanya. Ini sudah hari ke 10 suami saya dioperasi tapi kok sampai saat ini suami masih susah sekali untuk makan, padahal hanya makanan cair. Kalau selang NGT ditutup suami merasa kembung, perut rasa penuh, minum hanya bisa sedikit sekali malah kalau sudah lama NGT ditutup hampir tidak bisa minum karena perut tidak nyaman.
    Padahal dokter sudah menganjurkan untuk coba ditutup 24jam karena sudah mau dilepas selang NGT nya.
    Pak Anto sudah bisa pulang pada hari ke 10 sedangkan suami masih belum bisa makan. Apakah ada kiat2 tertentu yang harus dilakukan pasien untuk mengurangi rasa kembung dan supaya pencernaan bisa kembali bekerja dengan baik ? Suami sudah mengikuti saran dokter untuk lebih banyak duduk atau berjalan dari pada tidur.
    Terima kasih untuk sharingnya.

    Salam

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Kondisi masing-masing pasien tentu akan berbeda2, sehingga tidak dapat disamakan🙂 Waktu itu saya 10 hari di rumah sakit dan boleh pulang, tetapi setelah keluar dari RS hari Rabu siang ternyata Kamis diniharinya masuk lagi ke rumah sakit karena rasa sakit yang luar biasa. Rupanya pencernaannya belum bisa berjalan dengan baik, sehingga makanan cair/lunak yang masuk ke dalam lambung tidak bisa diproses, tidak bisa berjalan dalam jalur pencernaan sebagaimana mestinya.
      Akhirnya, karena sakit yang sangat, saya diberi obat pereda rasa sakit yang dimasukkan dari “bawah”. Setelah beberapa jam sakitnya terasa kembali dan diberi obat lagi…
      Setelah jalur pencernaan bisa berfungsi, barulah obat tidak diberikan lagi dan baru boleh pulang dari rumah sakit hari Minggu berikutnya. Jadi total setelah operasi saya masih diopname selama 14 hari… Setelah itu pun saya berhati2 makan/minum tidak bisa banyak/normal, sedikit2 tapi lebih sering…
      Kiat2 yang saya dapat dari dokter/perawat memang kita perlu banyak duduk/berdiri, jangan terlalu banyak tiduran. Selain itu makanan cair/minuman yang masuk ke lambung jangan banyak2 dulu, sedikit tapi sering. Saya waktu itu merasa lebih nyaman kalau masukannya sedikit2 menggunakan sendok, bahkan untuk minum juga disendokin…
      Salam

      Reply
  20. marantika

    Selamat pagi mas anto/ibu felicia Hardojo,
    Salam dari Denpasar Bali
    Saya ingin menanyakan kondisi terakhir suami ibu apakah sudah ada perbaikan pasca operasi,
    Saya juga memiliki orangtua yg suspect tumor dikepala pankreas cuman sampai saat ini saya belum melakukan tindakan operasi apa-apa, sebab menurut dr onkologi yg menangani orangtua saya menyatakan sangat sulit untuk melakukan operasi dibagian kepala pankreas-
    Mohon sharingnya ya bu

    salam/
    Marantika denpasar bali

    Reply
  21. ibu lukyta

    Selamat malam pak, saya mau tanya.. dokter onkologi Bapak, praktek di RS mana? Mohon infonya.. kebetulan kasus suami saya persis dengan Bapak ( pasca whipple) ..
    Terimakasih sebelumnya,
    Ibu Lukyta…

    Reply
  22. marantika

    selamat pagi ibu lukyta/mas anto
    Kebetulan saya berada di denpasar-bali, dr onkologi yg menangani ortu saya praktek di RS Prima Medika. setelah diperiksa dr-nya mengatakan tindakan operasi tidak mungkin dihindari- kalau memungkinkan untuk diangkat tumornya akan dilakukan ( sangat sulit katanya ) dan kalau itu tidak memungkinkan hanya akan dilakukan proses bypass saja dan katanya hanya memberikan peluang untuk bertahan maximum 1th saja, suatu pilihan yg sangat berat bagi saya dan pada akhirnya saya memutuskan untuk mencoba pengobatan alternative- umur orangtua saya sekarang 65th dan pasca diagnosa terkena tumor pankreas sdh 5bln. kondisi memang semakin menurun tetapi masih postive thinking untuk bisa sembuh . Kalau boleh tahu suami ibu pasca operasi bagaimana kondisinya ? Mohon sharingnya ya bu–

    salam, Marantika-Bali

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Operasi pankreas memang tidak mudah karena membutuhkan spesialisasi di bidang bedah digestif. Untuk itu biasanya dilakukan pada RS yang memiliki dukungan yang cukup dari segi sarana dan prasarana serta dokter dan perawat yang memadai. Umumnya RS Pusat/Daerah (RS Pemerintah) yang besar memiliki kecukupan tersebut. Salah satu kelebihan RS Pemerintah adalah biayanya yang lebih murah dan dokter yang biasanya juga cukup lengkap keahliannya. Contohnya kalau di jakarta adalah RS Dharmais (khusus kanker) dan RS Cipto Mangunkusumo.

      Walaupun demikian, manusia (termasuk pasien dan dokter) hanya bisa berusaha, hanya Tuhan lah yang menentukan hasilnya. Seperti yang saya alami, pada saat sebelum operasi dokter menyatakan bahwa peluang keberhasilan operasi terhadap saya hanya 50% saja… Saya bersyukur karena ternyata operasi tersebut bisa berhasil, tentunya hanya atas izin dan kehendak Nya…

      Saya turut mendoakan semoga orangtuanya bisa mendapatkan kesembuhan dan tetap optimis.

      Salam

      Reply
  23. Andi baskoro

    Besok jam 12 tgl 14 Dec 2014 Bapak saya (57 thn) mau dioperasi whipple karena adanya tumor di kepala pankreas. Badan nya kuning. Perut kembung seperti kenyang. Gula darah tinggi. Berasarkan CA marker hasilnya tinggi 2500. Dan hasil MRI nya ditemukan tumor di kepala pankreas. Pak Anto, berdasarkan diskudi drngan dokter digestive dr. Taslim di rmh sakit Mayapada lebak bulus, operasi tsb tidak membuat sembuh. Kemungkinan stlh apakah harus ada kemoterapi? Berhubung kami dr keluarga yg kurang mampu, brp ya biaya utk kemoterapi? Terimakasih.
    andibrazko@gmail.com

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Kemoterapi banyak jenisnya, tergantung obat yang diberikan dan dosisnya. Oleh karena itu biayanya akan bervariasi pula. Saya sendiri tidak pernah mendapat kemoterapi, melainkan dengan target therapy (lebih mahal). Jadi untuk biaya kemoterapi saya tidak ada informasi. Namun kalau sudah konsultasi dengan dokter di RS bisa langsung ditanyakan, juga ke RS nya.

      Semoga operasinya berjalan dengan hasil baik.
      Salam

      Reply
      1. Fanny

        salam kenal,pak Anto.
        ayah saya baru di operasi whipple sebulan yang lalu. Masalahnya sekarang tiap kali makan merasa mual,kembung, ingin muntah,sehingga sedikit sekali makanan yang bisa masuk. Apakah dulu pak Anto juga mengalami hal tersebut setelah operasi? Mohon infonya,pak Anto cara mengatasi hal tersebut.
        Terimakasih banyak

        Reply
        1. antopurwanto Post author

          Salam kenal juga.

          Maaf baru membalas, maklum ada kesibukan laporan akhir tahun.
          Setelah operasi di daerah pencernaan, memang akan ada masalah dalam mencerna makanan seperti mual, kembung, susah makan, rasa ingin muntah sehingga hanya sedikit makanan yang masuk.

          Setelah saya operasi juga seperti itu. Saya mengatasinya dengan makanan yang cair dulu, kemudian yang lunak2, dalam jumlah yang sedikit tetapi sering. Dampaknya adalah badan jadi kurus karena asupan gizi yang tidak banyak. Oleh dokter saya diberi suplemen penambah gizi yang berupa susu, jadi bisa diminum tetapi gizinya seperti kalau kita makan, namanya Peptamen, mudah dicerna.

          Reply
            1. antopurwanto Post author

              Mohon maaf telat responnya, maklum kegiatan kantor di akhir tahun banyak laporan yang harus diselesaikan.

              Setahu saya Peptisol adalah susu dengan protein tinggi. Saya sendiri waktu awal paska operasi diberi Peptamen (hampir sama dengan Peptisol) sebagai pengganti makanan dan hasilnya baik2 saja. Hanya saja saya minum Peptamen atas resep dari dokter sehingga sudah diperhitungkan kondisi tubuh dan kebutuhan gizinya.

              Semoga ibunda lekas pulih kembali.
              Salam sehat.

              Reply
  24. dian k

    Pak mau tanya klo suspect hepatoma apa bida di operasi? Rencana mo di biopsi. Hanya pernah di usg dan disarankan biopsi. Apakah butuh ct scan atau msct scan lagi biar akurat?
    Saya takut biopsy malah menjadi parah
    skrg di mata kanan kayak ada darah di selaputnya. Kira-kira ……..

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Hepatoma setahu saya terkait dengan liver/hati. Seharusnya bisa dioperasi karena sekarang teknologi kedokteran sudah sangat maju, bahkan sudah ada transplantasi liver di Indonesia.

      Mengenai biopsi memang ada pro dan kontra. Di satu sisi bisa digunakan untuk memastikan jaringan yang terkena serangan penyakit, di sisi lain dikhawatirkan akan memicu pertumbuhan sel di lokasi biopsi.

      Salah satu alternatifnya memang dilakukan CT Scan atau PET Scan untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s