Tumor Pankreas

Flashback… 10 tahun yang lalu…

Gejala Awal

Hari Minggu, kuartal pertama 2001, pagi2 sekali saya pergi olahraga rutin menemani bapak mertua di Bogor Raya. Tidak seperti biasanya, saya pergi olahraga tanpa sarapan terlebih dahulu. Waktu itu saya mungkin agak terburu2 bangun karena malam harinya tidur agak telat (kalo tidak salah sampai jam 12an).

Permainan saya hari itu tidak bagus, badan rasanya lemes sekali, pukulan2 saya tidak ada tenaganya… saya merasa ada yang kurang beres dengan badan saya…

Selesai bermain sekitar jam 12 siang kami makan siang, seingat saya waktu itu makan sop ikan (mmm… ). Kemudian saya kembali ke saung mertua di daerah Ciawi, rasanya capek dan lemes, sampai saya akhirnya tidur siang…

Setelah itu, perjalanan hidup saya berubah…

Bangun tidur, badan saya demam tinggi. Kepala terasa sakit. Sampai malam harinya, badan masih demam dan kepala sakit. Mulai malam itu, perut saya di dekat ulu hati terasa sakit. Saking sakitnya, saya tidak bisa tidur sampai pagi.

Sakitnya luar biasa…

Karena tidak bisa lagi menahan sakit, saya dibawa ke RS International Bintaro. Hari itu, perut saya mulai membengkak… sakit nya bukan main…

Observasi dan Diagnosa

Mulailah proses observasi, periksa darah berulang2. Hasil cek darah menunjukkan leukosit tinggi pertanda ada infeksi. Kemudian periksa USG dengan hasil yang menunjukkan adanya cairan di dalam rongga perut, sampai akhirnya dilakukan Endoscopy

Baru kali itu saya tahu apa yang namanya Endoscopy.

Malam2 saya masuk ke ruang operasi. Di sana sudah siap ahli Endoscopy dan pendamping2nya… rupanya ke dalam lambung saya akan dimasukkan selang yang ujungnya ada kamera untuk mengintip isi jalur pencernaan… dan waktu itu pasien dalam keadaan sadar (!!!). Ya, dalam keadaan sadar dimasukkan selang yang ujungnya ada kamera (dan lampu) sampai ke dalam lambung.

Saya diharuskan membantu prosesnya dengan seolah2 menelan selang tersebut… waaaaaa… kalau ingat waktu itu ngga mau lagi deh.

(untungnya sekarang, 10 tahun kemudian, proses Endoscopy bisa tidak terasa karena pasien diberikan obat bius, jadi ngga sadar…)

Oya, hasil Endoscopy menunjukkan adanya luka di dinding lambung…

Hasil observasi selama beberapa hari menunjukkan adanya cairan di dalam perut yang tidak diketahui asalnya dari mana… Selain terasa sakit yang sangat, saya juga mengalami demam yang sangat tinggi, sampai2 sering mengigau… salah satu dugaannya saya menderita pankreatitis, yaitu pembengkakan pada organ pancreas.

Tindakan Medis

Dalam beberapa hari perut saya semakin membesar sampai seperti orang hamil… Untuk mengurangi cairan tersebut pernah seorang dokter spesialis mencoba mengeluarkannya.

Caranya? perut saya ditusuk jarum yang besar, dan saya tidak dibius… waaaaaa… untuk menahan sakit saya sampai berkata dalam hati “ya Allah, hilangkanlah rasa sakitnya, nanti saya akan memberi sedekah untuk anak yatim sebesar Rpxxx“. Rupanya datanglah mu’jizat, proses tusuk menusuk tidak terasa sakit (?) padahal sebelumnya, bukan main deh, kebayang kan kalo perut ditusuk…

Tapi upaya mengeluarkan cairan tersebut tidak berhasil, cairan tidak bisa keluar…

Akhirnya, sebagai tindakan darurat, saya harus dioperasi segera, apalagi saat itu saya sudah muntah dan keluar darah…

Setelah diskusi dengan saudara2 akhirnya diputuskan operasi dilakukan oleh seorang dokter senior (profesor). Bahkan ada saudara2 yang berprofesi dokter sampai2 berdiskusi dengan kolega nya di luar negeri, hasilnya tidak diketahui, alias memang harus dioperasi…

Untuk pertama kalinya, saya dioperasi besar…

sebelum operasi saya khawatir sekali sampai2 tekanan darah naik ke 140 mmHg🙂

Operasi dilakukan malam hari, selama beberapa jam (kl. sampai 6 jam) …

Paska Operasi

Setelah siuman saya ada di ruangan Intensive Care Unit (ICU)… ooo begini tho rupanya ruangan ICU… yang saya ingat ada beberapa pasien gawat, ada yang teriak2 kesakitan (termasuk saya).

Rasa sakitnya bukan main, terutama di bagian perut yang dibedah (memanjang vertikal 30 cm)… apalagi kalau obat biusnya sudah habis… untuk mengurangi sakit saya diberi morfin…

Di dalam ruangan ICU juga saya bisa tau kalau ada pasien yang mendahului pasien lainnya… (saya bisa mendengar dari keluarganya yang menangis…).

Singkat cerita, setelah dari ICU, saya masuk ruang perawatan biasa dan akhirnya berangsur pulih…

Analisis

Paska perawatan saya tanya ke dokter yang operasi, mengenai apa yang saya derita, jawabannya kurang dimengerti, maklum waktu itu saya belum banyak pengetahuan medis seperti sekarang… Mau tanya lagi, jarang ketemu dengan dokternya, yang jadwalnya ketat dan sibuk.

Akhirnya saya coba bertanya kepada dokter yang mendampingi saat operasi serta kepada dokter bedah digestif lainnya… menurut mereka operasi yang dilakukan cukup kompleks, perut dibuka 30cm lebih (laparatomy) dan yang dilakukan adalah membuat bypass untuk mengeluarkan cairan dari dalam rongga perut ke usus (shunt, drain). Nah, saat itu, diyakini bahwa cairan itu muncul karena ada kista di pankreas. Hal ini yang diyakini sampai tahun 2010…

Kesimpulan tersebut semakin menguat, setelah operasi tahun 2001, CT Scan pada tahun2 selanjutnya menunjukkan bahwa rongga bekas cairan tadi berangsur menjadi tumor… dan lokasinya berada di bawah pankreas.

Sampai tahun 2010, setelah perut saya dibedah lagi, barulah diketahui bahwa yang saya derita bukan tumor pankreas, tetapi tumor lambung yang lokasinya menempel dengan pankreas…

Jadi, secanggih2nya CT Scan dan analisa medis, kondisi di dalam perut tetap tidak bisa 100% diketahui…

Namun karena ada diagnosis awal tumor pankreas, saya jadi banyak belajar mengenai pankreas… termasuk jadi tahu orang2 terkenal yang menderita (a.l. Steve Jobs pendiri Apple Computer dan Presiden Mesir Husni Mubarak).

[bersambung…]

4 thoughts on “Tumor Pankreas

  1. kang oner

    Alhamdulillahirobbil’alamin … Sampai sejauh ini antum menjalani proses penyembuhan penyakit dalam kondisi sadar dan mahfum. Mau belajar dan disiplin … Terlebih bisa berbagi untuk mereka yang sakit maupun yang sehat.
    Inti dari semuanya antum sudah menggambarkan bahwa suatu perjuangan untuk sembuh dan hidup adalah ibadah dan syukur antum kepada Allah SWT. Sesungguhnya sabar dan tawakal dalam ikhlas dan iman adalah kenikmatan hidup yg abadi ….

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Nuhun Ner,
      memang kalau di ingat2, pada saat sakit, terutama pada saat di ICU ato di RS, terbaring tidak bisa apa2, terasa betapa karunia Allah itu luar biasa.
      diantaranya karunia sehat, sangat terasa waktu sakit🙂
      jadi, mumpung bisa berbuat sesuatu, sekecil apapun, mudah2an bisa bermanfaat.

      Reply
  2. hendra adi saputra

    Subhanallah bs d contoh
    Ayahq d diagnosis kanker pakreas stadium lanjut kata doktr harus d oprasi tp resikonya besar bs bocor pembuluh darah besar dan menyebabkan kematian jd kami sekeluarga mngambil keputusan utk tdk d oprasi besar dulu. Jd dokter menyarankan utk d ksh selang dluar untuk mengeluarkan cairan yg menyebabkan kuning2 dan gatal2, kamipun skluarga setuju utk d oprasi. Sampai skrg msh pake selang bru oprasi kmrn dan yg ingin saya taxakan apa bsa utk d oprasi besar stelah oprasi td ? Dan ap resikonya ? Makasih,,,,

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Maaf baru respon, maklum kesibukan sedang banyak…
      Operasi apapun tentunya harus dipelajari oleh tim dokter yang terdiri dari beberapa ahli, sehingga segala risiko nya dapat diketahui untuk diambil tindakan yang tepat. Setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda begitu pula dengan risiko2nya. Dengan demikian, pasien perlu mendapat informasi selengkap2nya dari tim dokter, termasuk risiko2 serta kemungkinan2 yang bisa terjadi…

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s