Tumor Lambung

Sewaktu berbaring di meja CT Scan (dalam ruangan yang sangat dingin) untuk periksa setelah 7 bulan terapi (kontrol 7 bulan pasca operasi), ingatan saya kembali kepada bulan Mei 2010, saat menjelang operasi, ketika tumor lambung masih berada dalam perut…

Yang teringat menjelang operasi adalah rasa cemas dan khawatir setelah sekitar dua minggu pendarahan di perut tidak berhenti, Hb drop dan badan sudah kurus sekali…

Ya, kenangan itu juga kembali ketika beberapa hari yang lalu, pagi2, ada seorang bapak dari Pontianak telepon. Rupanya sang bapak diberitahu dokter bahwa tumor lambungnya dengan diameter sekitar 5 cm harus diangkat.

Tentu saja ketika mendengar hal seperti itu setiap orang, termasuk saya sendiri, pasti akan bereaksi, mungkin kaget, mungkin bingung, mungkin khawatir… sangat manusiawi…

karena kemungkinan lambungnya bakal dipotong, sebagian, sebagian besar, sebagian kecil, bahkan mungkin diangkat keseluruhan…

semuanya pasti akan mengubah kebiasaannya, mengubah pola makan dan gaya hidupnya… beserta konsekuensinya, makanan jadi lebih terbatas baik jumlah maupun jenis, perasaan mual dan pening karena adanya gastric dumping syndrome maupun anemia/kurang darah karena ada bagian lambung yang berguna dalam penyerapan zat besi dipotong…

Dengan kenangan tersebut, saya ingin kembali berbagi dengan mengutip sebagian informasi yang terkait tumor lambung :

Tips Praktis Mengenali Tumor Lambung
Dr. Dito Anurogo – http://www.kabarindonesia.com

Di Inggris, insidennya 23 kasus per 100.000 per tahun, namun ada variasi geografis yang tidak dapat dijelaskan. Di Indonesia, belum ada data yang pasti.

Faktor Risiko (yang bisa meningkatkan risiko tumor lambung) :

  1. Helicobacter pylori (bakteri)
  2. Diet tinggi nitrat/nitrosamine (pengawet
  3. Makanan yang diasap dan diasinkan
  4. Merokok
  5. Atrofi lambung, kondisi dimana otot lambung menciut dan melemah, menyebabkan berkurangnya cairan lambung

Sedangkan faktor-faktor yang mempermudah terjadinya tumor lambung:

  1. Jenis kelamin pria 2 x lebih sering terkena daripada wanita
  2. Usia 50-70 tahun, jarang di bawah usia 40 tahun
  3. Alkohol dan semua produknya, termasuk sering makan tape
  4. Riwayat operasi lambung sebelumnya
  5. Terdapat polip lambung
  6. Ada sindrom kanker familial, yaitu kondisi genetik yang meningkatkan risiko kanker jenis2 tertentu (terjadi pada 5–10% dari kejadian kanker).

Tumor lambung dapat dibagi menjadi dua kelompok:
A. Tumor Jinak
B. Tumor Ganas

Tumor yang ganas didapatkan sepuluh kali lebih banyak daripada tumor yang jinak.

Gejala Klinis:

  1. Berat badan menurun
  2. Nyeri epigastrium (ulu hati)
  3. Muntah
  4. Keluhan pencernaan
  5. Anoreksia, kehilangan nafsu makan
  6. Keluhan umum
  7. Disfagia, masalah pencernaan
  8. Nausea, perasaan tidak nyaman di lambung
  9. Kelemahan
  10. Bersendawa
  11. Hematemesis (muntah darah)
  12. Regurgitasi, muntah karena adanya makanan/darah yang tidak bisa dicerna
  13. Cepat merasa kenyang
  14. Ada atau teraba massa di epigastrium
  15. Terkadang disertai : hepatomegali (pembesaran organ hati), jaundice (kulit/mata kuning karena kadar bilirubin yang tinggi dalam darah), ascites (akumulasi cairan di rongga perut).

    Tumor lambung dapat menyebar secara: lokal, lymphatic (melalui kelenjar limpa), blood-borne (jaringan darah), transcoelomic (penyebaran langsung di dekatnya), dan ovary (misalnya: tumor Krukenberg).

Diagnosis tumor lambung dapat melalui:

  1. Pemeriksaan Fisik

    Berat badan menurun, anemia, dapat ditemukan massa di lambung. Jika telah menyebar (bermetastasis) ke hati, teraba hati yang ireguler, terkadang kelenjar limpa teraba.

  2. Radiologi
    Pemeriksaan kontras ganda dengan posisi: telentang, tengkurap, oblik yang disertai dengan kompresi.
  3. Gastroskopi dan biopsi
    Okuda (1969) menemukan 94% pasien dengan tumor lambung yang ganas dengan biopsi.
  4. Endoskopi ultrasound
    Alat ini digunakan untuk melihat sejauh mana tumor telah menjalar.
  5. Pemeriksaan darah pada tinja
    Pada tumor lambung yang ganas sering didapatkan darah dalam tinja (occult blood) sehingga perlu dilakukan tes Benzidin.
  6. Sitologi
    Pemeriksaan Papaniculou cairan lambung dapat memastikan tumor ganas lambung dengan keakuratan hasil 80-90%, tentunya perlu ditunjang dengan gastroskopi dan biopsi.

Dalam kasus tumor lambung yang saya alami, keberadaannya diketahui setelah dilakukan CT Scan. Hasil CT Scan menunjukkan adanya massa (jaringan tumbuh) di dekat lambung dan pankreas. Selanjutnya dilakukan endoskopi dengan memasukkan kamera melalui mulut sampai ke dalam lambung. Dari kamera tersebut langsung dapat terlihat kondisi adanya benjolan yang luka di dalam lambung.

Komplikasi

  1. Perforasi (berlubang)
  2. Hematemesis
  3. Obstruksi
  4. Adhesi (perlengketan)
  5. Metastasis (penyebaran ke organ lain, seperti: hati, pankreas, kolon)

Penatalaksanaan

  1. Pembedahan
  2. Kemoterapi
  3. Radiasi

Prognosis

Di AS, prognosisnya sangat jelek,angka harapan hidup 5 tahun antara 5-15% dan kebanyakan saat ditegakkan diagnosis sudah dalam keadaan lanjut.

Di Jepang, prognosis lebih baik karena diagnostik yang lebih dini (90%).

Dengan ditemukannya gastroskopi, maka prognosis kanker gaster stadium dini lebih baik daripada stadium lanjut.

  1. Umumnya tumor lambung (90-99%) adalah adenokarsinoma di jaringan epitel (kulit) lambung.
  2. Kebanyakan lokasi tumor lambung di daerah antropilorik, kurvatura minor lebih sering daripada kurvatura mayor.

    Yang agak berbeda, kasus yang saya alami terjadi pada kurvatura mayor (bagian lambung yang lengkungannya besar)

  3. Golongan darah, terutama A, termasuk faktor lain yang mempengaruhi timbulnya tumor lambung.

Mudah2an informasi di atas bisa memberikan sedikit gambaran mengenai tumor lambung. Oya, ada tambahan lagi informasi dari dokter saya: banyak orang2 di Cina dan Jepang yang terkena tumor lambung karena sering makan/minum dalam keadaan panas2.

Khusus tumor GIST di lambung, menurut pengalaman dokter saya, apabila pasien diberi terapi Glivec, biasanya dalam beberapa waktu tumornya akan segera menyusut… Namun terapi Glivec tidak efektif pada tumor lambung yang bukan GIST, dokter saya tsb cerita bahwa ada pasiennya dengan tumor lambung yang sangat besar (perutnya seperti orang hamil). Kemudian pasien tersebut dicoba diberikan terapi Glivec dan tidak ada tanda2 penyusutan tumor, maka disimpulkan bahwa tumor tersebut bukan jenis GIST.

Demikian, mudah2an bermanfaat dan kita semua bisa menjaga lambung kita dengan lebih baik…

10 thoughts on “Tumor Lambung

  1. ajeng

    ass.. Apa penyakit ini bisa sembuh total? Saya ingin tau bagaimana riwayat anda selama menderita penyakit ini beserta penanganannya.. Jika berkenan mohon diceritakan.. Terimakasih..

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Wassalam.wr.wb.
      Saya yakin, semua penyakit pasti ada obatnya, jadi bisa sembuh total, tapi tentunya harus dibarengi dengan upaya menjaga jasmani-rohani dengan pola hidup sehat🙂
      Riwayat saya cukup lama, sejak 2001 (posting terkait riwayat penyakit) dan penanganan yang paling ampuh dengan pisau, alias dioperasi (lihat juga posting saya tentang operasi Gastrectomy : 1; 2; dan 3) selanjutnya diikuti dengan target therapy menggunakan Glivec (lihat posting terkait Glivec).
      Alhamdulillah sampai sekarang perkembangannya baik, tidak ada kekambuhan dan penyebaran🙂
      Namun, sebagai catatan, untuk tumor lambung yang jinak (bukan kanker) umumnya tidak diberikan pengobatan/terapi setelah dioperasi. Glivec sebagaimana disebutkan di atas adalah terapi khususnya al. untuk kanker GIST. Mengenai kanker GIST sendiri bisa dilihat di posting berikut : 1 dan 2.

      Reply
    1. antopurwanto Post author

      Sebenarnya yang fatal adalah apabila tumor tersebut mengalami rupture atau sudah pecah sehingga dapat mengakibatkan pendarahan yang pada akhirnya mengakibatkan kematian. Selain itu, tumor yang membesar dapat mendesak organ tubuh lainnya seperti usus, ginjal, pankreas, hati yang mengganggu/menghentikan fungsi organ2 tersebut. Tumor yang besar juga dapat menghalangi jalan makanan sehingga asupan makanan menjadi sangat minim yang berakibat tubuh tidak mendapatkan nutrisi/asupan yang memadai.

      Reply
  2. nenysetya

    Malem pak anto, gimana perkembangan kesehatan pak anto saat ini? Semoga selalu diberikan kesehatan dan panjang umur oleh Allah SWT, saya tunggu postingan pak anto yg terbaru. Om saya suka mendengar cerita sy ttg pak anto. Membuat om sy jd tmbh semangat. Ayo pak sharing lagi… Ku tunggu… Salam buat dedek kecilnya skrg dah umur berapa y? Mungkin dah bisa lari y pak… 🙂

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Selamat pagi🙂
      alhamdulillah baik, walaupun tidak 100%. memang sekarang sudah agak jarang posting, seiring dengan kegiatan di kantor (karena fisik sudah membaik) tapi saya rencanakan untuk posting2 kembali, paling tidak 1 posting per bulan🙂
      semoga mba dan om nya juga sehat selalu dalam kebaikan.
      dede nya baru 9 bulan🙂
      salam

      Reply
  3. Eka

    Sy berusia 22th. Sy ingin menanyakan apakah gastritis ini dapat sembuh tanpa pengobatan? Karna sy sgt susah minum obat. Trkhr sy prnh msk RS krna maag kronis pd th 2011. Dan sdh 1tahun ini sy merasa maag sy kembali nyeri bhkn disertai muntah hitam dlm 3minggu ini, terakhir kemarin nafas sy sesak dan kaku keram perut kanan kiri. Dokter jg menyarankan operasi jk makin parah. Apakah ad kemungkinan sy terkena tumor ? Tks sebelumnya

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Sel tubuh manusia sebenarnya cukup hebat, memiliki fungsi regenerasi, termasuk pemulihan luka di lambung. Oleh karena itu perlu dicermati asupan makanan dan minuman harus yang ramah lambung, tidak membuat luka lambung. Dengan demikian maka pemulihan luka menjadi efektif.

      Obat yang diberikan dokter umumnya bersifat melapis lambung atau mengurangi asam lambung. Tetapi kalau pola makan tidak diperbaiki maka obat tersebut tidak akan efektif.

      Untuk mengetahui tumor atau tidak perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih teliti seperti melalui CT Scan atau Endoskopi

      Reply
  4. Anita

    Kaka saya di vonis tumor lambung tahun lalu skitaran bulan 8 tahun 2015.. Beliau saat itu disarankan untuk operasi tapi saat itu dokter bedah menjelaskan lgsg ke kka saya ttg bgaimana oprasinya nanti yg tentu sj mmbuat kaka saya merasa ketakutan yg akhirnya mmbuat dia untuk tdk mlakukan oprasi itu.. Stlah itu kaka saya sring kluar masuk rmh sakit, tapi saat msuk rmh skit kmbali justru hatinya yg brmslah dan skrg 10 april 2016 kaka saya dirawat kembali saat ini kk sy sdh tdk bisa makan, sering demam, srta muntah2 bahkan smpai muntah darah.. Akhirnya dokter mnyrankan untuk operasi tumornya, Tapi apakah operasi ini akan mmbuat kka saya bisa smbuh sperti sedia kala ? Atau justru mala memperparah kondisinya ?

    Reply
    1. Anto Purwanto

      Seperti saya dulu juga takut dioperasi, tapi akhirnya tumornya semakin membesar dan sering pendarahan termasuk muntah darah. Karena hal tsb membahayakan jiwa akhirnya mau tidak mau harus dioperasi. Alhamdulilah sampai sekarang hasil operasinya baik dan tidak ada keluhan seperti dahulu saya bisa beraktivitas dengan baik. Walaupun demikian risiko operasi selalu ada. Untuk itu kita perlu berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar ikhtiar kita bisa berhasil baik, Hanya Tuhan Yang Maha Menyembuhkan.

      Semoga kaka nya bisa lekas sehat kembali

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s