Kondisi 5 bulan terapi

Enam bulan sudah berlalu setelah operasi laparatomy-gastrectomy di bulan Mei 2010. Terapi dengan Glivec sudah berjalan 5 bulan. Dan saya sudah mulai (latihan) bekerja selama 3 bulan.

Apa yang saya rasakan? banyak kemajuan, namun saya juga sadar bahwa saya masih belum sepenuhnya normal…

Perkembangan

  1. Sekarang saya sudah mulai bisa makan dengan lebih “normal”. Kalau pada awal pasca operasi makannya hanya bisa sedikit (2 atau 3 sendok nasi saja untuk sekali makan), maka sekarang saya sudah bisa makan 1/2 porsi nasi (porsi kecil nasi Padang untuk sekali makan).
  2. Luka bekas operasi yang membusur di bagian perut sudah tidak sering lagi terasa sakit. Hanya saja kadang2 masih terasa nyeri, terutama kalau duduk agak lama.
  3. Efek samping dari obat kanker yang tidak parah. Walaupun menurut literatur banyak efek samping dari obat kanker, apa yang saya rasakan relatif tidak berat. Saya masih bisa menjalaninya dengan hidup yang “normal”.

Kondisi 5 bulan pasca terapi

  1. Masih ada efek samping yang kadang terasa, seperti cepat letih, sakit kepala dan diare. Sementara itu, efek samping yang terdeteksi dari hasil lab (cek darah) adalah anemia (kurang darah), termasuk didalamnya Hb dan Leukosit.
  2. Saya masih belum bisa bekerja normal seperti dahulu. Duduk tidak bisa lama2. Dan kalau berpikir tidak bisa cemerlang seperti dulu (jadi agak lama gitu…) dan kadang2 suka lupa.
  3. Dengan kondisi tersebut, saya belum bisa ikut kalau ada pelatihan di luar kota, apalagi kalau ada dinas ke luar kota.

    Pernah saya mengikuti pelatihan selama 2 minggu di dalam kota. Jadwalnya mulai dari jam 8.30 s/d sekitar jam 4 sore diseling coffee break dua kali dan satu kali istirahat makan siang.

    Awalnya saya masih bisa mengikuti dengan baik, bahkan saya masih bisa menjalani tes dengan hasil baik (nilai 100). Tetapi lambat laun kondisi mulai turun, konsentrasi tidak bisa penuh lagi dan hasil tesnya juga menurun, sampai2 hampir tidak lulus di tes terakhir.

    Grafiknya adalah seperti ini:

    Sebagai catatan, tes yang kedua nilainya drop bukan karena kondisi saya melainkan karena tertipu oleh dosennya, materi yang diberikan tidak sama dengan yang di-uji🙂.

    Pada akhir masa pelatihan kondisi fisik juga turun, saya mulai kena diare selama 3 hari. Jadinya hari terakhir pelatihan (Kamis) tidak bisa saya ikuti secara penuh, besoknya (hari Jumat) tidak bisa ngantor, dan hari Sabtunya istirahat seharian…

  4. Sekarang ini saya sedang sakit radang tenggorokan, awalnya (minggu lalu) kepala terasa pusing sekali, badan lemes. Hari Sabtu y.l. saya istirahat seharian. Hari Minggu-nya tidak bisa istirahat karena ada acara, persiapan untuk acara lamaran/pernikahan adik saya. Hari Senin-nya badan terasa panas, untung hari Rabu libur Iedul Adha, jadi bisa istirahat, tapi hari Kamis tetap tidak bisa ngantor… Menurut dokter, karena daya tahan tubuhnya menurun, jadi lebih rentan terhadap infeksi (maklum Indonesia negara berkembang jadi banyak infeksi yang bisa ditularkan, begitu menurut dokter). Sampai sekarang tenggorokan masih terasa nyeri, mudah2an bisa lekas pulih.

Kadang kalau kondisi fisik sedang turun, rasanya mau pensiun dini saja. Mudah2an mendapat pesangon yang gede sehingga bisa untuk digunakan untuk menjalani masa pensiun dengan kecukupan…

Tetapi, kalau sedang fit, rasanya mau mengejar ketinggalan dengan belajar lagi… melakukan berbagai aktivitas seperti dulu. Nah yang ini perlu dijaga, karena sebenarnya walaupun terasa fit tetapi kondisi fisik sudah tidak bisa 100% seperti dulu lagi…

Jadinya, ya mesti banyak berdoa serta tetap menjalani terapi dan kehidupan dengan baik. Mengenai masa depan, hanya Tuhan yang akan menentukan, kita hanya wajib berusaha…

4 thoughts on “Kondisi 5 bulan terapi

  1. kang oner

    Alhamdulillah, senang sekali mengetahui semangat yg berkobar untuk dapat hidup lebih baik setiap hari masih menggelora pada kamu Poer. Saya turut merasakannya dari sini… Jangan pensiun dini krn kamu masih bisa banyak berbuat untuk profesionalisme kamu… Yakinkan itu terus..

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Tks Oner, kalau gw sebenarnya kepengen pensiun dini kalau dapet pesangonnya gede🙂 habis itu kan kita bisa beternak dan berkebun, hidup lebih sehat di pegunungan…

      Jadi kita bisa kontribusi dan encourage orang untuk berusaha dengan basis agro😎

      Salam

      Reply
  2. eliana

    dear pak antopurwanto..

    salam kenal,

    saya representative dari Novartis Indonesia area Denpasar,,

    saya senang sekali bisa membaca2 berbagai informasi yg sangat bermanfaat disini utk juga bisa saya share – kan ke pasien2 CML dan GIST di Denpasar.

    Trims sudah berbagi info, mengenai terapi dengan Glivec. Banyak juga pasien di sini yang membutuhkan sharing pengalaman dari pasien yg diterapi dgn Glivec.

    Salam,

    Eliana

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Salam kenal juga.

      Terima kasih ya, mudah2an informasinya bisa bermanfaat bagi kebaikan banyak orang… Memang tidak banyak informasi mengenai pasien Glivec di Indonesia, khususnya di dunia maya.

      Salah satunya bisa dicoba akses di Facebook (group ELGEKA)…

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s