Petarung-Petarung Sejati

terinspirasi oleh SWA 19/XXVI/2 – 22 September 2010

Bagi penderita penyakit yang serius, proses pemulihan bukanlah suatu hal yang mudah. Pemulihan fisik dan mental sangat lah penting bagi mereka (dan kami…), agar bisa kembali beraktivitas secara normal.

Dalam banyak kasus, pemulihan mental bahkan dapat memacu pemulihan fisik.

Lima bulan pasca operasi dan vonis GIST, mental saya naik turun. Iya, seperti yang sering kita dengar, iman seseorang itu juga naik turun… Sementara itu, parameter fisik hasil cek laboratorium, terlihat secara grafis tren-nya menurun…

Kadang saya juga lupa bahwa fisik saya belum normal… ya iya lah… saya kan masih dalam masa terapi.

Kadang secara tidak sadar saya “membandingkan” diri dengan teman2. Kok pada bisa mikir cepet, bekerja dengan sigap, beraktivitas penuh energi, sementara saya kok mikirnya jadi agak lama/telat, sering lupa pula, terus kalau duduk lama2 perutnya jadi terasa nyeri2, aktivitas fisik juga masih terbatas… Gimana nih prospek saya…
(he he he… untung sudah laku)

Nah, Jum’at siang itu, tidak seperti biasanya, saya ingin break dari kegiatan di ruangan kantor. Saya pergi ke perpustakaan. Pas masuk ada majalah SWA (udah lama ngga baca majalah ini). Sajian utama-nya berjudul Petarung-Petarung Sejati.

Isinya, benar2 membuat saya jadi terinspirasi… dan menambah semangat untuk pulih kembali, fisik dan mental…

Di dalamnya ada cerita 5 orang yang “mampu memilih” karakter yang kuat. Mereka menderita penyakit2 serius, mengalami masa2 penuh cobaan. Namun mereka berupaya untuk bangkit sehingga dapat melewati momen titik balik. Sampai akhirnya mereka dapat tumbuh sebagai pribadi yang kokoh, berprestasi, berguna dan menginspirasi banyak orang:

  1. Handry Satriago, adik kelas saya di Lab School Jakarta. Pada usia 18th (1987) dia divonis kanker getah bening. Setelah menjalani pengobatan dia harus menggunakan kursi roda dan urine bag.

    Setelah lulus dari IPB dan IPMI, sepuluh tahun kemudian dia bergabung dengan General Electric/GE (hebat ya perusahaan ini, tidak melihat pegawainya dari segi fisik saja).

    Pada tahun 2010, dia meraih gelar doktor bidang Ilmu Manajemen Strategis dari UI dan dipercaya sebagai Presiden Direktur GE Indonesia.

  2. Dahlan Iskan, pasti banyak yang sudah mendengarnya karena dia adalah Direktur Utama PLN dan founder dari Group Jawa Post/GJP.

    Pada tahun 2005 diketahui dia menderita kanker hati, sehingga akhirnya harus menjalani transplantasi hati, diganti hatinya dengan hati dari donor seorang pemuda di Cina. Sebagaimana pasien transplantasi lainnya, dia juga harus meminum obat seumur hidup.

    Setelah operasi, dia masih bisa beraktivitas baik, walaupun kondisi kesehatannya tetap harus dijaga ketat. Bahkan selain mengurusi usahanya di GJP dia juga ditunjuk menjadi Dirut PLN.

  3. Enny Hardjanto, banyak juga yang mengenalnya ketika dia menjadi Vice President/VP di Citibank pada tahun 1990-an.

    Pada tahun 2005, dia mulai dengan kemoterapi yang efeknya benar2 tidak nyaman… Tahun 2007 mendirikan usaha konsultan dengan klien yang terdiri dari perusahaan2 besar.

  4. Ditta Amahorseya, dia juga dikenal sebagai salah satu eksekutif di Citibank. Mengalami Marfan Syndrome, yaitu adanya kelainan pada aorta (pembuluh darah besar), sehingga pembuluh aorta dalam ditubuhnya, mulai dari jantung hingga di bawah perut, diganti dengan aorta berbahan sintetis. Selain itu, katup jantungnya juga diganti dengan katup jantung mekanis…

    Dengan kondisinya, dia harus minum obat seumur hidup, ada keterbatasan untuk kegiatan fisik yang berat, dan tidak boleh hamil… Namun dia bisa tetap beraktivitas dengan baik, ikut olahraga terbang layang, dan menjadi VP/Corporate Affairs Head di Citibank (lagi2, ternyata banyak perusahaan asing yang tidak melihat pegawainya hanya dari segi fisik).

  5. Dian Syarief, sama2 angkatan 83 di ITB. Pada tahun 1999 dia divonis menderita Lupus yang belum diketahui obatnya. Dia menjalani 6 kali bedah otak, pengangkatan empedu dan kehilangan 95% daya penglihatannya.

    Dengan kondisi fisiknya, Dian bisa berprestasi mendirikan Syamsi Dhuha Foundation untuk mengedukasi masyarakat tentang Lupus, memberikan pertolongan dan pendampingan terhadap pasien Lupus dan keluarganya. Pada tahun 2010 dia menerima Lifetime Achievement Award di International Congress on Systemic Lupus Erythematosus di Vancouver, Canada.

    Dalam hal ini, saya suka dengan kata2nya: “Saya ingin bekerja untuk CEO of The Universe, yaitu Tuhan“. Salut…

Hmmmm, rupanya beliau2 ini sudah berhasil menempuh masa2 penuh cobaan dan juga berhasil berprestasi di bidangnya masing2.

Nampaknya saya harus lebih memupuk semangat, agar dapat berkontribusi sehingga bisa bermanfaat bagi kebaikan banyak orang. Mudah2an bisa menjadi amal-ibadah…

Oya, selain 5 orang yang dimuat di majalah SWA tersebut, sebenarnya saya juga punya 2 teman dekat yang bisa menjadi inspirasi. Keduanya menderita gagal ginjal sehingga harus menjalani hemodialisis (cuci darah dengan mesin) sampai 2 kali seminggu.

  1. Yang seorang (teman sekelas di Lab School Jakarta) adalah Media Director of DDB Indonesia. Walaupun harus menjalani cuci darah 2 kali seminggu, dia tetap bisa beraktivitas dan berprestasi sebagai eksekutif di perusahaan advertising global. Bahkan, dengan kondisinya itu dia masih bisa traveling, termasuk ke luar negeri…
  2. Seorang lagi (teman satu angkatan dan satu jurusan di ITB) sudah menjalani transplantasi ginjal, sekarang tidak lagi cuci darah 2 kali seminggu. Namun kondisi fisiknya tetap harus dijaga ketat dan minum obat seumur hidup. Walaupun mengalami gagal ginjal, dengan kondisi fisik yang terbatas, dia tetap bisa berprestasi menjadi Direktur Utama perusahaan asuransi jiwa Bumiputera (satu catatan : ternyata ada juga lho perusahaan lokal yang tidak melihat pegawainya hanya dari segi fisik saja).

Nah, sudah banyak contoh dan inspirasi…

Jadi tetaplah semangat, terus beraktivitas (walaupun terbatas) dan mudah2an bisa berprestasi bagus… semoga bisa menjadi amal-ibadah.

8 thoughts on “Petarung-Petarung Sejati

  1. Diah

    saya senang menemukan blog ini…,saat ini saya sedang menemani anak sulung saya (18 thn) menjalani kemoterapi di NUH Singapore, dia sakit PMBCL (Primary mediastinal B Cell Lymphoma), alhamdulillah semangat sembuhnya besar sekali.., minggu depan kemo yg ke 6 (insyaAllah terakhir),kalau sdh sembuh dia ingin kuliah di juruan fisika kedokteran…

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      terima kasih atas kunjungannya

      semoga anaknya bisa segera pulih dan tetap berprestasi, insya Allah…

      jadi ingat anak sulung saya (17th), dia juga terinspirasi untuk kuliah di kedokteran…

      salam sehat

      Reply
      1. Diah

        Pak Anto (kebetulan nama bapak sama dengan suami saya…hehehe…),
        Alhamdulillah anak saya sudah menyelesaikan seluruh siklus kemonya, sekarang dia sedang mengikuti ujian nasional SMA, alhamdulillah kondisinya sehat walaupun masih harus dikonfirmasi dgn pet scan, insyaAllah hari sabtu ini kami akan ke NUH lagi utk melakukan pet scan & kontrol ke dokter, semoga hasilnya sdh tidak ada lagi sel2 kanker dlm tubuh anak saya…
        Saat ini saya melihat anak saya sehat, saya tidak mau memikirkan kankernya…walaupun tetap harus selalu berdoa & mengkonsumsi obat & makanan sehat…saya melihatnya sehat & dia tidak merasa ada yg sakit.., jadi saya anggap dia sehat & insyaAllah memang sehat…amin…
        Saya pernah menanyakan ke dia, apakah sedih sakit kanker? dia jawab..gak tuh..biasa aja,aku sedih kalau tidak bisa sekolah… (memang saya menanyakan hal itu ketika dia sdh pulih dr efek kemo & badannya sdh merasa “enak”)
        Setelah UN insyaAllah dia akan ikut tes msk PTN,sebenarnya saya agak kuatir jg dia kecapekan tapi kalau dilarang belajar malah sedih…
        Ok Pak semoga Bapak juga semakin sehat,
        Salam sehat!

        Reply
        1. antopurwanto Post author

          Alhamdulillah,

          senang mendengar perkembangannya…

          semoga anak ibu semakin sehat, mudah2an bisa masuk PTN pilihannya…

          walaupun sudah merasa “enak” tetapi kita2 ini memang harus rajin untuk kontrol berkala (CT atau PET Scan)…

          salam sehat

          Reply
          1. Diah

            Apa kabar Pak? Lama saya tidak mengunjungi blog Bapak…Semoga kita semua sehat selalu ya, saya ikut senang membaca tulisan tentang hasil PET scan Bapak yang hasilnya bagus…
            Alhamdulillah anak saya juga sudah 2 thn lebih dinyatakan bebas dari sel2 kanker, tapi setiap 3 bulan masih kontrol ke NUH, kata dokternya akan terus dipantau, nanti kalau sudah 3 tahun setiap 6 bulan, sudah pernah PET scan juga
            Dia juga sudah kuliah di UI, di FIB jurusan sastra Inggris, IPK nya 3.77…alhamdulillah selama ini tidak ada keluhan, kondisinya sudah pulih seperti sebelum sakit tetapi memang kegiatannya dibatasi, tidak boleh terlalu capek & makanannya dijaga, tapi ya namanya anak kadang2 jajan juga…
            Saya sangat bersyukur atas karunia dari Allah karena anak saya diberi kesembuhan….

            Salam sehat

            Reply
            1. antopurwanto Post author

              alhamdulillah,

              insya Allah anaknya tetap sehat dan tidak ada kekambuhan…. memang kontrol rutin bagi survivor kanker tetap diperlukan, awalnya memang setiap 3 bulan kemudian 6 bulan dan saya sekarang menjadi setiap tahun…

              wah, selamat ya anaknya sudah masuk UI dengan IPK yang baik (sama dengan putera saya, di FT-UI)… iya betul, namanya anak2 kadang2 masih perlu diingatkan, untuk menjaga kondisi dan kesehatannya.

              terima kasih atas kunjungannya🙂
              salam seat

              Reply
  2. cok dewi wisana

    Om Swastiastu, salam dari Bali. saya “living with cervix cancer” sejak 2008. Sudah operasi, kemo dan radiasi, diikuti dengan check up rutin. di awal 2011 ini check lagi ternyata SCC jadi 33 sebelumnya 4.7. Saran dokter kemo ulang! membaca blog ini mengenai kreatinin, saya merasa betapa saya tidak sendirian survivor. semoga blog ini tetap update, saya akan terus follow. Om shanti shanti shanti Om.

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Salam kenal… terima kasih atas kunjungannya

      dari apa yang saya ketahui, risiko penderita/ex-penderita untuk terkena kembali (kekambuhan) memang ada… namun demikian, seiring dengan perkembangan ilmu kedokteran, saat ini sudah banyak pula terapi kanker dengan hasil yang menggembirakan. termasuk diantaranya adalah dengan menghentikan perkembangan sel2 yang tidak terkendali melalui targeted therapy. dalam hal ini saya mendapat targeted therapy mengingat jenis GIST tidak mempan kemoterapi…

      dari situs cancer.net dikatakan bahwa cervical cancer juga dapat diterapi dengan beberapa cara… tentunya untuk pemilihan terapi perlu didiskusikan dengan dokter onkologi. satu hal yang dikatakan di situs itu adalah cervical cancer is highly treatable when detected early… jadi dapat ditangani dengan baik…

      semoga lekas pulih dan tetap semangat…

      salam sehat

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s