RS Kanker Dharmais

 

Setelah satu bulan target-therapy dengan Glivec, saya harus kontrol lagi ke dokter onkologi. Dokter ingin melihat perkembangan paska terapi dengan melihat hasil pemeriksaan darah.  Saya rasa ini untuk mengetahui efek samping terhadap pasien.

Jauh2 hari saya sudah memberi tanda pada kalender untuk kontrol di RS PI, maklum saja, kalau tidak begitu bisa lupa… Saya jadwalkan untuk kontrol seminggu sebelum obatnya habis.

Namun menjelang waktu kontrol rasanya kok masih terlalu awal untuk datang ke dokter, jadinya kita tunda beberapa hari lagi karena obatnya masih ada…

Pas hari-H nya, rupanya ibu dokter hari itu tidak praktek, waduh padahal obatnya udah mau habis. Agak nyesel juga saya menunda kunjungan ke dokter, padahal tadinya saya sudah bener lho, jauh2 hari sudah jaga2, he he he…

Jadinya kita kontrol pada hari kerja berikutnya di RS Dharmais karena hari tsb dokterku tidak praktek di RS PI.

Biar ngga kecele, kita telepon sebelum kunjungan, rupanya ibu dokter mulai praktek di RS Dharmais jam 12 siang. Karena saya belum terdaftar di RS Dharmais sehingga harus melalui tahapan2 awal sebagai pasien baru di situ…

Senin pagi, 12 Juli 2010, jam 8 kita sudah jalan ke RS Dharmais untuk jaga2 biar dapet nomer antrian awal, apalagi saya juga harus daftar sebagai pasien baru. Begitu sampai di RS (sekitar jam 8.30) agak kaget juga saya karena di lobi sudah banyak sekali orang, baik itu pasien maupun keluarga/pengantarnya. Sejak mobil mau masuk lobi saja sudah ngantri. Mobilnya pun saya lihat berasal dari berbagi kota di luar Jakarta (bukan nopol B). Ada yang hanya ditemani 1 orang (seperti saya) ada juga yang datang full dengan keluarganya. Sebenarnya lobi RS Dharmais itu besar tapi karena saking banyaknya orang jadi terasa tidak leluasa.

Ooo saya baru sadar, hari itu adalah hari pertama sekolah setelah anak2 liburan… Mungkin para pasien dan keluarganya jadi tumplek setelah ikut liburan (???)

Sebagai pasien baru saya harus mendaftar di loket yang terletak di lobi. Antrian pendaftaran agak kacau, kurang tertib, mungkin karena saking banyaknya pasien. Proses pendaftaran ini tidak terlalu lama, sekitar 30 menit sampai saya dapat kartu pasien (bentuknya lumayan bagus).

Sewaktu di RS saya melihat2 sekeliling… Rupanya kanker yang diderita para pasien macam2, ada yang lehernya besar sekali, ada yang badannya kurus sekali, ada yang berbaring ngga gerak2, wah pokoknya macam2 deh… Baru kali ini saya melihat begitu banyak pasien kanker. Sebelumnya saya juga pernah ke sana tapi hanya untuk nengok dan itupun hari libur.

RS Dharmais ini merupakan RS khusus kanker yang dibangun oleh Yayasan Dharmais, suatu yayasan yang didirikan oleh alm. Pak Harto pada tahun 1975. Sebagai Presiden waktu itu, Pak Harto mengetahui kondisi negara belum dapat melaksanakan amanat UUD yang menyebutkan fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Sehingga salah satu terobosannya adalah dengan mengikutsertakan peran masyarakat luas, lebih spesifik lagi adalah pengusaha. Pak Harto mengajak para pengusaha untuk menyisihkan keuntungannya. Dalam perjalanannya kemudian, dana itu berkembang, dan kini menjadi dana abadi. Hasil deposito dana abadi itulah yang dialokasikan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial Dharmais.

Dibidang kesehatan, ketika pemerintah mengalami kesulitan untuk menanggulangi penyakit kanker, dibangunlah RS Kanker Dharmais dengan biaya 112 miliar lebih. Tahun 1994 RS ini diserahkan kepada pemerintah, dilengkapi berbagai peralatan kedokteran mutakhir, bertujuan untuk membantu pengobatan penderita kanker, sehingga penderita tidak perlu berobat ke luar negeri. RS ini juga dapat digunakan kalangan medis untuk memperdalam ilmu kedokteran.

Berarti umur RS ini sudah lumayan ya, 16 tahun…

O ya, di RS ini ada poli umum dan khusus. Menurut informasi, poli umum ini lebih banyak pasiennya, sampai2 kita tidak leluasa konsultasi dengan dokter, tapi biayanya lebih murah. Karena saya ingin konsultasi dengan leluasa, saya pilih poli khusus, apalagi biayanya disubsidi kantor. Tempat poli khusus ini ada di basement, ruangannya sederhana, cukup tertib dan tidak banyak pasiennya…

Berdasarkan pengalaman pertama sebagai pasien baru di RS Kanker Dharmais, secara umum menurut saya RS ini pelayanannya lumayan juga, cukup lengkap dan administrasinya cukup rapi.  Hanya saja lokasinya agak jauh dari tempat tinggal saya, sehingga untuk selanjutnya saya memilih untuk kontrol ke dokter di RS PI saja.

18 thoughts on “RS Kanker Dharmais

  1. monic

    sya penderita kanker otak apa ada operasi di bulan akhir desember atau febuari? kira-kira berapa biayanya?mohon bls

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Untuk informasi mengenai jadwal operasi perlu dikonsultasikan lebih lanjut dengan dokter onkologi yang merawatnya…

      Sementara informasi mengenai biaya tentunya akan sangat bervariasi tergantung lokasi tumor/kanker, tindakan bedah yang akan dilakukan, dlsb. Hal ini juga perlu konsultasi lebih lanjut dengan dokter onkologi, dokter bedah yang bersangkutan serta koordinasi dengan pihak rumah sakit.

      Semoga bisa membantu.

      Apabila sudah ada berita boleh juga kita dinformasikan sehingga bisa bermanfaat bagi pembaca lainnya.

      Salam

      Reply
  2. BUDIMAN

    Siang pak. untuk penderita penyakit kangker pankreas,, sudah pernah tidak disembuhkan di RS. Dharmais, Mohon diberikan rekomendasi.

    Reply
  3. slamet riyadi

    Ibu mertua saya terkana kanker payudara,syah di lakukan operasi kemudian kemoterapi setelah itu itu bisa hidup normal selama 2 tahun tetapi setelah itu kankernya kambuh lagi malah lebih parah karena di kepala timbul benjolan benjolan terus mata sebelah kanan tdk berfungsi dan tulang belakang keropos sehingga mengalami kelumpuhan…utk skrg di rawat di rumah saja karena berobat kerumah sakit tdk ad perubahan.kami mohon petunjuk dari rumah sakit darmais tindakan apa yg harus saya tempuh demi kesembuhan ibu mertua saya.

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Apakah sudah menghubungi RS Kanker Dharmais? karena untuk mengetahui kondisi dan prognosis, proyeksi perkembangan penyakitnya, perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter yang sesuai… (biasanya spesialis onkologi).

      Beberapa hal yang akan mendapat perhatian adalah usia dan kondisi/perkembangan penyakitnya.

      Memang, setelah “bersih” dari kanker dengan menjalani terapi seperti kemoterapi ataupun target terapi (seperti yang saya lakukan), masih bisa ada kemungkinan penyakit kanker kembali lagi. Namun demikian, kanker yang timbul bisa berbeda tempat (metastase) maupun di tempat yang sama. Begitu pula dengan waktu kambuhnya. Paman saya, ada yang mengalami kekambuhan setelah 10 tahun sembuh. Awalnya dari kanker getah bening, pada kanker berikutnya yang terkena adalah jaringan tulang (kanker tulang)…

      Tapi ada pula yang tidak mengalami kekambuhan dan penyebaran…

      Reply
  4. nenysetya

    Selamat malam pak anto, saya minta infonya… Teman saya dari hasil biopsi diketahui ada carsinoma insitu, msh stadium 0, dia ingin pengobatan yg tuntas dg operasi pemotongan servik, dia ingin melakukan operasi di dharmais, kira kira hrs ke dokter siapa y pak… Yg bagus untuk penanganan kanker servik ini. Ada rekomendasi dokter yg enak diajak sharing dan tidak pelit informasi ke pasien? Terimakasih pak anto…. Saya tunggu jawabannya.

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      di RS Dharmais saya hanya kenal dokter yang merawat saya, Dr.dr.Noorwati Sutandyo Sp PD KHOM. Beliau enak diajak diskusi dan sharing. Sudah cukup senior. Setahu saya banyak menangani kasus yang seperti saya, kanker GIST/pencernaan. Selain itu beliau juga menangani salah satu teman saya sesama blogger yang menderita kanker payudara. Saya sendiri tidak tahu apakah beliau sering menangani kanker servik…

      terlepas dari informasi mengenai dokter yang saya ketahui, RS Dharmais merupakan RS Pusat Kanker Nasional, sehingga dokter2 yang ada di sana merupakan ahli dalam menangani kanker sehingga kurang lebih standard keahliannya tidak akan jauh berbeda. Mereka pun akan saling diskusi dalam menangai kasus pasiennya. Contohnya adalah saya, ketika akan menentukan apakah terapi yang saya jalani bisa dihentikan/tidak, dibutuhkan hasil diskusi/konsensus dari tim dokter (bukan hanya dokter yang menangani saya saja).

      Demikian sebagai informasi.
      Salam

      Reply
  5. muhamad defi

    selamat malam mas. bapak saya terkena kangker prostat. untuk saat ini masih dirawat dirumah rencana mau dibawa ke hasan sadikin bandung atau ke dharmais. Mohon infonya bagaimana cara pencaftaran untuk pasien pemula.. atau kita bisa diskusi lewat email aryanto.defi@yahoo.com

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Kalau sudah ada informasi bahwa pasien menderita kanker prostat berarti dokter sudah melakukan diagnosa. Dokter tersebut akan memberikan rujukan rumah sakit untuk terapi/tindakan lebih lanjut… Rujukan tersebut akan disertai dengan dokumen hasil diagnosa (misal hasil CT Scan, dll.).

      Terlepas dari rujukan yang diberikan oleh dokter, setahu saya di Indonesia ini ada beberapa rumah sakit yang memiliki unit kanker tersendiri. Tidak semua rumah sakit di Indonesia memilikia keahlian dalam penanganan kanker.

      Berdasarkan informasi dari situsnya, saya melihat bahwa RS Hasan Sadikin telah memiliki “Klinik Tim Kanker”. Tentunya akan ada dokter spesialis yang dapat menangani pasien kanker. Untuk pendaftaran di RS Hasan Sadikin saya tidak punya informasinya, tetapi tentu akan dapat dilakukan melalui bagian administrasi. Atau kalau mau mencari informasi terlebih dahulu dapat menghubungi kontak sebagai berikut :

      Alamat: Jl. Pasteur No. 38 Bandung
      Telepon : (022)2034953/57
      Fax : (022)2032216
      Sms Hotline: 08112335555
      FB: http://www.facebook.com/rshsbdg

      Untuk RS Dharmais, pendaftaran bagi pasien pemula cukup datang ke tempat pendaftaran pasien yang berada di lobi. Nanti akan ada 2 tempat pendaftaran : pasien lama dan pasien baru, pilih antrian untuk pasien baru. Prosesnya relatif mudah, pengalaman saya dalam 30 menit sudah bisa selesai.

      Reply
  6. Mulyawati

    Ass wrwb mas wanto…saya langsung ajaa suami saya diagnosa kalenjar getah bening di leher ada benjolan 2 kanan kirii…kami pasien baruu yg ingin kami tanyakan harus ke dokter bedah mana yachh!

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      wa alaikum salam wr wb.

      biasanya kalau sudah ada diagnosis CA umumnya ditangani oleh dokter onkologi. di RS Dharmais banyak sekali dokternya. saya sendiri tidak hafal spesialisasi masing2. yang saya tahu hanya yang menangani saya saja

      untuk lebih jelasnya bisa langsung kontak ke RS bersangkutan.

      Salam

      Reply
  7. Susilo

    Mau tanya …kakak sy di palembang sakit kanker paru….bgmn caranya supaya bsa berobat ke darmais……padahal audah ada rujukan dari rs pusri palembang….bgmn cara daftarnya…apa paaien harus di bawa…..

    Reply
  8. robby

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
    Perkenalkan pak, nama sy robby 44 th, sy sangat terkesan dg tulisan2 , kebaikan dan pengalaman bpk, walaupun tdk kenal tapi slalu berusaha menjawab setiap pertanyaan yg masuk, kalo boleh sy ingin ngobrol2 via email pak… Ini email sy robbyvespa03@gmail.com trima kasih

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s