Kanker bisa kambuh kembali

Ketika pertama kali diberitahu menderita kanker, kebanyakan penderita akan mengalami shock, kaget, sedih, bingung, campur aduk…

Selanjutnya kehidupan akan berubah, gaya hidupnya, kondisi tubuh, juga mental… Hari2 berikutnya biasanya akan diisi dengan upaya terapi, ada yang secara medis, biasanya mendapat kemoterapi, namun ada juga yang memilih terapi alternatif. Jangka waktu terapi sampai seorang penderita mendapatkan kesembuhan tidak sama, ada yang cepat, lambat, bertahun2 bahkan ada yang harus terus-menerus diterapi…

Dengan upaya yang tidak mudah tersebut, menjadi sembuh adalah suatu karunia Tuhan yang luar biasa. Seorang penderita yang mendapatkan hasil pemeriksaan “tidak ada lagi sel2 kanker” akan sangat bersyukur. Bisa kembali beraktivitas seperti semula sebagaimana manusia normal lainnya.

Bersih dari sel kanker adalah harapan dari para penderita… Untuk mencapainya, segala macam upaya akan dikerahkan, termasuk membaca berbagai literatur mengenai kesehatan.



Belum lama ini saya menemukan jurnal kedokteran (World Journal of Gastroenterology) terkait kanker GIST yang ditulis oleh Ulas D Bayraktar, Soley Bayraktar, Caio M Rocha-Lima dari Divisi Hematology dan Oncology, University of Miami, Florida, US.

Dari tulisan tersebut, sesuai dengan hasil penelitian, kanker GIST (dan Leukemia-CML) dapat diterapi dengan obat Imatinib/Glivec (sebagai first line therapy). Namun ada kalanya pasien mengalami resistan, tidak mempan/tidak bisa diterapi dengan Glivec. Terhadap kasus seperti ini bisa dilakukan second line therapy dengan obat Sunitinib/Sutent.

Bagi penderita GIST yang sudah diangkat jaringan kankernya secara utuh (pengangkatan sebagian organ tubuh), terapi Glivec dilakukan untuk menyelesaikan sisa2 sel kanker (jika masih ada dan tidak kasat mata). Terapi ini disebut adjuvant therapy, biasanya sekitar 7-8 bulan.

Namun demikian, menurut jurnal tadi, masih belum diketahui secara pasti apakah adjuvant therapy dengan Glivec ini dapat mematikan secara tuntas dan mencegah timbulnya sel2 kanker GIST di kemudian hari atau hanya menunda kemunculannya kembali…

Memang hanya Tuhan yang tahu jawaban pastinya. Upaya yang dapat dilakukan oleh penderita adalah berusaha maksimal mencapai kesembuhan dan menjaga kesehatannya (gaya hidup, makanan, pola pikir, perasaan, waktu bekerja, istirahat dan olahraga).

Saya pernah mendengar, bahkan dialami oleh saudara dan kenalan dekat, ada yang sudah dinyatakan bebas kanker namun beberapa tahun kemudian muncul lagi sel2 yang berkembang tidak normal, bisa dengan pola/jenis yang sama, bisa pula dengan jenis kanker yang berbeda.

Jadi walaupun kita sudah berupaya maksimal, hasilnya tetap berada di tangan Yang Maha Kuasa. Kemampuan dan pengetahuan manusia sangat terbatas, masih banyak hal yang belum diketahui oleh manusia.

Adanya suatu penyakit justru dapat menjadi hikmah yang memberi kebaikan…

4 thoughts on “Kanker bisa kambuh kembali

  1. Sahabat Yogya

    Bagi saya SEMBUH bukan dan tidak penting, yang utama adalah KUALITAS HIDUP. Ketika secara medis kondisi saya dinyatakan “prognosisnya sangat buruk dan tidak ada remisi…”yang saya dapati justru sebaliknya. Alhamdulillah.
    Semua industri kesehatan dan ataupun industri kesadaran sudah dan akan kampanye terus bahwa Penyakit mematikan no.1 adalah Jantung, no.2 Kanker dan yang ke 3.Kesalahan Penanganan Medis(yang ini tidak terekspose…), so? Tak ada yang abadi…
    Untuk CA Mamae yang sampai sekarang menggema setara Glivec adalah Herceptine dan Zeloda juga Tamoxifen.He he he…
    Sebagai referensi, anda mungkin perlu membaca banyak buku/jurnal seperti itu, salah satu yang saya anjurkan, bacalah buku-bukunya Larry Dossey (membahas lebih umum)atau John R.Lee (kebanyakan hub. kanker dengan terapi hormon)

    Reply
  2. sri wahyuni

    tapi ada lho yg bilang kalo leukimia itu tidak bisa disembuhkan,bahkan sudah dengan obat2an apapun, dan akhirnya meninggal,trus ad juga, yg berhasil sembuh berkat kemoterapi,tapi tidak ada 1th dinyatakan sembuh meninggal juga akhirnya,,lalu bgaimna dngn itu..?

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Pertama : usia itu urusan Yang Maha Kuasa, banyak orang sehat yang tiba2 meninggal🙂
      Kedua : sembuh dan sakit juga hakikatnya hak prerogatif Yang Maha Kuasa, manusia hanya bisa (wajib) berikhtiar dan berdoa…
      Ketiga : salam sehat🙂

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s