Kontrol Pasca Terapi

Setelah sebulan penanganan dengan target-therapy menggunakan obat Glivec, dokter onkologi meminta saya datang kembali untuk kontrol, diperiksa ulang cek laboratorium (darah).

Hasilnya, agak mengagetkan juga, ternyata Hb saya turun, kemudian sel darah putih atau leukosit juga rendah, keduanya berada di bawah standar minimal… Ini agak berbeda dengan harapan saya Hb nya akan meningkat karena sudah tidak ada pendarahan dan makan sudah mulai bervariasi…

Menurut dokter di poliklinik kantor (konsultasi awal sebelum bertemu dokter onkologi), bisa jadi ini diakibatkan oleh pencernaan yang sudah tidak sempurna (pemotongan lambung dan aliran enzim pencernaan yang di bypass – lihat posting terdahulu), atau bisa juga karena efek samping Glivec (atau mungkin keduanya, kombinasi?).  Dokter itu melanjutkan, dengan kondisi seperti ini wajar saja kalau bapak belum boleh masuk kantor, karena itu berarti daya tahan tubuh menurun (seperti umumnya orang yang sedang chemotherapy) sehingga rentan dengan penyakit dan infeksi…

Yang jelas saya jadi agak merasa kurang nyaman (he he he… the first blow is the most difficult…) walaupun berangsur membaik… Langsung saja saya niatkan untuk meningkatkan Hb dengan minum jus bit, mudah2an kondisinya bisa memenuhi standar minimal…

Oya, selain itu saya juga menimbang berat badan, alhamdulillah, sudah naik hampir 1 kg (walaupun tadinya turun 10 kg).  Tapi saya merasa lumayan juga, sekarang tidak terlihat gendut seperti dulu, kayak om2… (tapi kurus seperti orang sakit atau agak kurang gizi, he he he…).

Berikutnya adalah kunjungan ke dokter onkologi di RS PI, eh ternyata hari Jumat itu dokternya izin (barangkali sedang nemenin anak/cucu berlibur…), baru ada hari Selasa berikut, padahal obatnya sudah hampir habis.  Saya cari itu dokter praktek di mana saja, selain di RS PI, rupanya beliau praktek juga di RS Dharmais hari Senin. Mudah2an hari Senin besok bisa bertemu, dapet resep, dapet obat… Kenapa saya ingin segera bertemu? karena saya tidak mau ada jeda dalam terapi yang bisa mengakibatkan imun terhadap obat… jangan sampe deh…

Dalam konsultasi dengan dokter onkologi besok Senin saya akan bertanya mengenai hasil lab nya, mudah2an interpretasi dokter yang sudah senior ini lebih positif…

8 thoughts on “Kontrol Pasca Terapi

  1. yayuk

    salam kenal pak anto, nice blog. tulisan yang sangat menggugah hati saya. semoga pak anto cepat sembuh ya…

    Reply
  2. Sahabat Yogya

    Pak Anto, kalau minum jus bit tolong diukur tensinya juga ya, saya berkali-kali (he he bandel) kalo minum bit tensinya ngedrop. kalo anda bukan vegan, ikan gabus manfaatnya oke (kata teman-teman) untuk menaikkan HB. Semoga yg terjadi pada saya tidak terjadi pada anda. Soal dokter susah dicari he he he biasa! Belum kalo nanti dia dapat bonus dari farmasi keliling Eropa hik.hik.hik tambah lagi, biar nggak berantem ama dokter senior(tua geto lhooo), kalo nanya musti pura-pura bego, kalo kita kelihatan lebih ngerti dikit wuiiih saya pengalaman dimaki-maki. bandel(lagi)ha ha ha ha

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Ini dia, khasiat dan efek samping herbal bisa dikumpulkan menjadi buku… Banyak buku tentang khasiat herbal tapi jarang yang membahas efek sampingnya… nanti kalau sudah diterbitkan saya mau beli… he he he… (bener lho)

      Reply
  3. yayuk

    pengalaman suami saya dengan prof hatinya di rscm bikin sedih. nggak ada simpati sama sekali. kalau visit hanya hitungan detik. suami saya sakit liver fibrosis. mana kita nggak boleh banyak bertanya, gampang emosi profnya. benar yang dikatakan mbak ani, kalau pak anto minum jus bit, harus selalu periksa tensi, takut ngedrop. kalau suami saya selain tensinya jadi rendah, jus bit bikin pedih karena lambungnya sangat sensitif.

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      memang saya pernah dengar kalau ada dokter senior yang kadang2 tidak basa basi. namun saya beberapa kali juga bertemu dokter senior yang baik2… (dokter juga manusia…)

      oya, saya dapet info dari dokter bahwa suplemen2 penambah darah juga bisa membuat iritasi lambung…

      Reply
  4. andrio

    selamat malam pak anto saya rio dr jkt indo..mama saya terkena penyakit gist dan sdh di angkat melalui oprasi dan alhasil gist tersebut sebesar 9 cm..sekarang menjalani target teraphi obat givlc dan kata dr hanya 1 thn teraphi tersebut..mdh2an 1 thn kedepan mama sembuh dan bersih dr gist..

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      mas Andrio
      memang utk GIST yg sudah bisa dioperasi dg bersih umumnya terapi Glivec hanya sekitar 1 tahun, saya sendiri hanya 8 bulan dan sudah 2 th ini hasilnya baik tidak ada kekambuhan dan penyebaran. saat ini sudah bisa beraktivitas seperti normal kembali.
      semoga ibunda berjalan baik terapinya
      salam

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s