Indeks Masa Tubuh

 

 

Selasa, 15 Juni 2010, saya mengunjungi seorang dokter spesialis gizi sesuai dengan anjuran dari dokter onkologi. Hal ini diperlukan mengingat kondisi pencernaan saya yang sudah tidak normal lagi serta adanya kebutuhan untuk pemulihan dan terapi…

Sedikit mengulang posting sebelumnya, setelah saya dioperasi gastrectomy (pengangkatan sebagian lambung), makanan yang masuk dari mulut akan melalui lambung dan kemudian langsung menuju usus halus, tidak lagi melalui usus 12 jari. Akibatnya makanan tidak akan langsung dicerna oleh enzim yang berasal dari pankreas, empedu dan hati… enzim2 tersebut baru akan bertemu dengan makanan beberapa saat kemudian di usus halus setelah sambungan bypass (lihat gambar ilustrasi):

Karena adanya perubahan lalulintas pencernaan tersebut, zat2 makanan yang melalui usus halus belum sempurna dicerna oleh enzim sehingga proses penyerapan zat makanan oleh usus halus menjadi terbatas (alias : sebagian makanan hanya numpang lewat). Hal ini dapat menimbulkan kurangnya asupan gizi, walaupun saya makan banyak.

Setelah bertemu dengan dokter spesialis gizi, dilakukan pemeriksaan Indeks Masa Tubuh (IMT) yaitu melihat apakah kondisi tubuh sudah sesuai, kurang atau kelebihan (gizi/berat-badan).

Rumus yang digunakan adalah berat-badan dibagi tinggi, dibagi tinggi lagi (2x bagi) kemudian dikali 10.000.

Contoh: berat-badan 60kg, tinggi badan 170cm, maka
IMT = 60/170/170×10.000 = 20,76.

IMT saya ternyata masih sedikit di atas 19 alias hampir melewati batas minimum menurut dokter yaitu 19… (berdasarkan referensi lain, minimum masih bisa sd 18,5).

Oya, sebagai patokan, IMT 18,5-24,9 termasuk normal, 17-18,4 termasuk kurus, 25-27 termasuk gemuk. Seseorang dengan IMT di bawah 17 dikatakan mengalami Kekurangan Energi/Berat Badan Kronis… dan IMT di atas 30 disebut Obesitas …

Sementara itu, untuk meningkatkan energi/berat-badan saya memiliki keterbatasan pencernaan pasca operasi, bagaimana ya…

Rupanya dokter memberkan solusi berupa asupan makanan khusus dalam bentuk cair, namanya Peptamen, produksi Nestle.
Dengan minum produk tersebut, kebutuhan gizi (protein, lemak, kalori, vitamin, mineral) sudah dapat dipenuhi sesuai dengan dosis tertentu. Untuk kasus saya, dokter memberi dosis 5x @200ml sehari… Mudah2an ini bisa berhasil meningkatkan energi/berat-badan (sekaligus gizi)… Selama 1 bulan ini saja saya sudah menjadi tambah kurus (turun 10kg dari 63kg ke 53kg)… Hal ini terlihat kasat mata, otot2 yang tadinya terlihat (walaupun tidak kekar) sekarang sudah menciut…

Rupanya, menjadi kurus dalam waktu singkat merupakan salah satu gejala penderita kanker. Makanan yang seharusnya digunakan untuk menjaga kecukupan gizi, disedot oleh sel2 kanker untuk berkembang biak… Selain itu, sebagian penderita kanker juga mengalami penurunan nafsu makan…

Kembali ke Peptamen, karena pengganti makanan ini cukup canggih, kita tidak perlu makan, cukup minum, rupanya harganya pun cukup mahal… untuk kemasan 450mg bisa kena Rp145ribu… (saya belum tahu kemasan tersebut untuk berapa hari…). Hanya saja, karena produk ini seperti susu maka dapat menimbulkan alergi bagi orang2 yang alergi susu…

Kalau dipikir2, benar2 kesehatan itu nilainya tak terhingga… Orang yang sehat tidak perlu repot2 minum obat, tidak perlu mengalami efek samping obat, tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan, bebas melakukan aktivitas dan banyak lagi nikmat sehat…

Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kesehatan, jauh lebih baik daripada mengobati (betul sekali pepatah tersebut…).

Referensi: medicastore.com, klikdokter.com dan gizi.net

3 thoughts on “Indeks Masa Tubuh

  1. kang oner

    Assalamu’alikum Poer, gw dah coba itung index gw 29,05. Deket ke obesitas. Kayanya berat ideal gw 68 Kg. Insya Allah gw kurangin terus berat gw, amiin.Soal susu yg loe tulis itu, gw sih pernah baca artikel bahwa susu cuma cucok utk pencernaan bayi. Katanya utk dewasa lbh baik kedelai.

    Reply
  2. kang oner

    Mungkin perlu dipertimbangkan untuk pake yg susu kedelai spt Pediashure. Anak gw dulu juga kurang gizi dan pencer-naannya gak bagus, alhadu-lillah bagus pake itu. Sorry coment sampe bersambung, semoga cepet pulih dan sehat selalu, wasalam.

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Wa alaikum salaam wr.wb.

      nuhun yeuh… tos mampir
      eta Peptamen teh sanes susu, tapi jiga susu, eusi-na nutrisi anu teu keudah dicerna deui, tiasa langsung diserap usus, kitu ceunah, pa haji…

      teu nanaon Ner… pan jadi tambah se’eur comment-na…

      salam

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s