Efek Samping – Glivec®

Posting kali ini kembali membahas obat kanker yang bernama imatinib, atau lebih dikenal dengan nama dagang Glivec®, terutama akan dibahas mengenai efek sampingnya. Imatinib merupakan obat yang saat ini digunakan untuk terapi pada pasien chronic myeloid leukaemia (CML), dan suatu jenis kanker langka yang dikenal sebagai gastro-intestinal stromal tumour (GIST). Obat ini juga dapat digunakan dalam terapi jenis kanker lainnya sebagai bagian dari uji penelitian.

 

Sebagaimana telah dibahas dalam posting sebelumnya, obat ini termasuk yang istimewa (dan mahal), al. karena berbeda dengan pengobatan kanker lainnya, yaitu tidak merusak sel2 yang sehat serta mudah penggunaannya, dapat dilakukan sendiri (cukup minum tablet, tanpa infus…). Bahkan sampai menjadi cover majalah TIME (edisi 28 May 2001) :

Namun demikian, tetap saja memiliki efek samping yang perlu diperhatikan…

Imatinib bekerja dengan mem-block pesan dalam sel kanker dan mencegah suatu rangkaian reaksi kimia yang menyebabkan sel berkembang biak.

Perkembangan sel di tubuh kita diatur oleh sekelompok zat kimia yang disebut growth factors. Zat2 ini dapat menempel pada jenis2 protein tertentu dan pada permukaan sel2 tertentu. Hal ini memulai adanya serangkaian reaksi kimia dalam sel yang memicu perkembangan dan memperbanyak sel. Pada pasien CML atau GIST, sebagian sel2 yang diproduksi memiliki reseptor (penerima atau “pompa”) protein yang telah rusak (mutant/telah mengalami mutasi genetik). Reseptor ini mengirim pesan2 untuk “berkembang dan memperbanyak” kepada sel2 bahkan ketika tidak ada “growth factor“.

Imatinib mengidentifikasi reseptor yang rusak dan menempel pada reseptor tersebut, hal ini dapat mencegah reseptor untuk merangsang sel agar berkembang. Imatinib dikenal sebagai penghambat (inhibitor), karena dia mem-block pesan untuk berkembang. Zat kimia yang di block oleh imatinib disebut tyrosine kinase, jadi imatinib juga dikenal sebagai tyrosine kinase inhibitor (TKI).

Imatinib umumnya diberikan sekali sehari. Tersedia dalam beberapa kemasan seperti dosis 100mg dan 400mg tablets atau capsules. Tablet tersebut harus diminum bersama dengan makanan atau air dalam jumlah yang banyak. Imatinib biasanya diminum selama pasien mendapatkan manfaatnya (efektivitas). Namun demikian, dosis serta cara minum akan diinformasikan oleh dokter kepada pasien tergantung dengan keadaan pasien…

Efek Samping

Setiap obat2an memiliki efek samping, sebagian serius, sebagian lagi tidak. Ada kemungkinan pasien memerlukan tindakan medis apabila mengalami beberapa efek samping.

Pasien tidak perlu terlalu khawatir dengan daftar efek samping berikut ini, bisa jadi pasien tidak mengalaminya. Bertanyalah kepada dokter untuk setiap pertanyaan yang ingin disampaikan. Apabila mengalami efek samping berikut dan pasien merasa khawatir, beritahu dokter:

* bengkak pada jari2, kelopak mata, muka, kaki bagian bawah karena penimbunan cairan (segera ke dokter bila terlalu parah) * gangguan pencernaan, sakit lambung, perut perasaan penuh… * Merasa sakit (nausea) atau muntah. Umumnya terasa dengan gejala yang ringan. Nausea dapat disembuhkan dengan obat anti-sickness (anti-emetic) tentunya dengan resep dari dokter. * Diarrhoea. Umumnya dapat dengan mudah diatasi melalui pengabatan anti-diarrhoea, namun tetap perlu berkonsultasi dengan dokter. Penting untuk minum banyak cairan ketika diarrhoea. * Sulit buang air besar * mulut kering * Sakit lengan/kram. Dapat diatasi dengan obat anti nyeri (painkillers) dari dokter. * nyeri tulang * Sakit kepala. Beberapa orang mengalami sakit kepala dalam periode pengobatan menggunakan imatinib. Segera konsultasi dengan dokter atas efek samping yang ada. * pusing atau vertigo * letih, badan terasa lemas * ba’al, atau nyeri2 pada jari2 * sulit tidur, cemas, depresi, bingung dan mudah lupa * perubahan rasa * Gatal2. Jika kulit kering maka kulit terasa gatal, dapat diatasi dengan antihistamine dan lotion. Termasuk juga rash, eczema (eksim), warna kulit menjadi tambah gelap atau justeru terang. * gejala kulit terbakar (merah, gatal bengkak) * iritasi, mata merah, berair dan gatal, penurunan daya penglihatan * telinga berdengung * hilang nafsu makan dan berat badan turun * rambut rontok * berkeringat pada malam hari * sakit tenggorokan * batuk atau flu * kehilangan hasrat/fungsi seksual * pembesaran payudara, puting terasa nyeri.

Namun demikian, pasien perlu segera beritahu dokter apabila mengalami efek samping berikut:

* tanda2 alergi yang langsung muncul seperti gatal, bengkak di muka, bibir, lidah atau anggota badan lainnya, serta sulit bernafas * peningkatan berat badan yang cepat karena penimbunan cairan tubuh * gejala seperti flu yang constant/terus menerus (menggigil, kedinginan, demam, sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar, lemas, sariawan) * pendarahan atau memar di bawah kulit, Imatinib dapat menurunkan produksi platelets (yang membantu darah membeku/menggumpal/clot) * muntah darah atau berwarna seperti kopi * mimisan * Gangguan penglihatan * masalah liver yang serius seperti sakit pada perut/abdomen bagian atas kanan, kulit/mata kuning, bingung, pipis yang berwarna keruh atau BAB yang berwarna pucat * sangat nyeri di lambung, disertai sakit kepala dan muntah * sembelit parah, disertai sakit perut dan perut terasa penuh * kulit nyeri berwarna merah, bengkak yang besar/melepuh, kulit mengelupas. * sering ingin pipis, terasa nyeri atau ada darah saat pipis * sakit kepala hebat yang tidak dapat sembuh * tanda2 penggumpalan darah seperti sakit kepala berat, kehilangan kontrol, kehilangan penglihatan, susah bicara, ba’al pada kaki/tangan * detak jantung meningkat/tidak teratur * nyeri dada * nyeri pada bagian pelvic disertai nausea dan muntah, pendarahan vaginal, pusing, penurunan tekanan darah.
Efek samping ini bisa jadi serius, pasien perlu mendapatkan perhatian medis. Beritahu dokter bila terasa hal lain yang membuat tidak sehat/nyaman.

Setiap pasien memiliki reaksi yang berbeda terhadap obat kanker. Sebagian mungkin hanya mengalami sedikit efek samping, sementara sebagian lainnya bisa mengalami efek yang lebih berat.

Efek samping imatinib umumnya ringan atau sedang. Sering terjadi dalam bulan awal terapi dan berangsur berkurang dalam periode selanjutnya.

Efek samping yang perlu diperhatikan pula adalah :

Mudah terinfeksi. Imatinib dapat mengurangi produksi sel darah putih sehingga pasien rentan terhadap infeksi. Darah pasien akan terus dimonitor selama masih minum imatinib. Segera hubungi dokter atau rumah sakit jika suhu melebihi 38ºC, tiba2 merasa tidak enak badan walaupun suhu badan normal. Pasien akan di tes darah sebelum pengobatan dilanjutkan untuk meyakinkan bahwa sel2 tubuh telah pulih. Kadangkala diperlukan penundaan terapi jika jumlah sel darah putih masih rendah.

Anaemia (jumlah sel darah merah/hb rendah). Bisa terjadi pasien mengalami anaemic sehingga merasa lemah dan susah bernafas. Dalam hal ini pasien perlu ditransfusi jika hb terlalu rendah.

Hilang nafsu makan. Perlu konsultasi dengan ahli gizi untuk mendapatkan tips dan nasehat untuk meningkatkan nafsu makan dan menjaga berat badan.

Beberapa jenis obat dapat bereaksi tidak baik ketika pasien minum imatinib. Selalu informasikan dokter apabila pasien minum obat lain termasuk terapi herbal.

Cara Minum Obat yang Baik

Pasien harus minum obat pada waktu yang tepat sesuai instruksi dokter, jika pasien lupa minum obat, jangan minum dengan dosis dobel, beritahu dokter dan jaga dosis obat sesuai jadwal.

Minumlah Glivec dengan air dalam gelas yang besar dan makanan untuk mencegah iritasi oesophagus (pipa makanan) dan lambung. Bila tidak dapat menelan tablet bisa melalui cara: * masukkan tablet dalam segelas air atau apple juice (50 ml untuk 100mg tablet dan 200 ml untuk 400mg tablet). * aduk dengan sendok sampai larut * segera minum isi gelas.

Untuk hasil yang baik, minum obat pada waktu yang sama setiap hari, hal ini juga dapat membantu mengingatkan kapan waktu minum obat.

Jadi, rupanya terdapat beberapa hal yang penting dan perlu diperhatikan oleh pasien dalam mengkonsumsi Glivec agar mendapatkan hasil yang baik. Memang diperlukan kesabaran dalam terapi ini…

Referensi: macmillan.org.uk dan novartis.co.au

6 thoughts on “Efek Samping – Glivec®

  1. nenysetya

    apakah glivec itu mempunyai cara kerja yg sama seperti obat kemo yg di pakai om saya yaitu xeloda (tablet), oxaliplatin (betul gak sih tulisannya) dan avastin keduanya melalui infus. Sebetulnya anjuran dokter hrs kemo 12x dgn obat apa saya lupa yg jelas obat yg dimaksud sedang kosong se asia tenggara makanya pake obat yg saya sebutkan diatas. Wah… Maaf pak… Jdnya kok curhat… Salam sehat! Tetap semanga!!

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      Glivec sedikit berbeda dengan obat kemoterapi yang sudah umum.

      Obat kemoterapi merupakan obat anti kanker yang disebut juga cytotoxic dimana efeknya adalah meracuni sel kanker, membunuh sel kanker sehingga berhenti berkembang. Namun efeknya adalah ada juga sel sehat yang bisa teracuni sehingga sel sehat bisa ikut mati.

      Sementara itu, Glivec adalah obat target therapy. Penjelasannya agak panjang, tapi intinya adalah : Glivec menutup pesan2 yang diterima oleh sel kanker sehingga sel kanker tidak lagi “berkembang dan memperbanyak”. Dengan demikian efeknya tidak separah kemoterapi. Namun obat target therapy yang tersedia hanya untuk jenis2 kanker2 tertentu, contohnya adalah GIST dan Leukemia CML. Kanker GIST sendiri perawatannya tidak bisa menggunakan kemoterapi.

      Salam sehat🙂

      Reply
  2. Heru Basuki

    Bagaimana bila saya minum Glivec pada saat saya puasa bulan romadhon, yg pasti waktu kita berpuasa kurang cairan/ minum, bagaimana saran baik yang seharusnya saya lakukan ? apakah saya tetap berpuasa atau tidak ?

    Reply
    1. antopurwanto Post author

      untuk masalah ini harus konsultasi dengan dokter onkologi yang menangani, karena kasusnya akan berbeda untuk masing2 pasien. contohnya saya sendiri, awalnya saya ingin mencoba puasa dengan Glivec 2 tablet beberapa waktu setelah buka dan 2 tablet beberapa waktu sebelum sahur, tetapi fisik tidak memungkinkan sehingga akhirnya saya sama sekali tidak bisa puasa dan juga ada saran dokter untuk tidak perlu dipaksakan puasa… penting untuk diperhatikan bahwa segala sesuatu yang terkait dengan pola konsumsi Glivec harus konsultasi dengan dokter onkologi yang merawat kita…

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s