Awal kehidupan baru – Belajar 2

Keluar dari RS rasanya lega… bisa bebas bergerak di luar ruangan, melihat kebun, pohon2… Pulang ke rumah, sekarang harus belajar lagi dari awal…

Belajar makan.

Di rumah makanan yang boleh dicoba lebih bervariasi…

Karena luka pasca operasi (jahitan antara usus dengan lambung), lalu lintas pencernaan yang sedikit berubah dan lambung yang menjadi kecil, dibutuhkan kiat2 untuk makan dan minum. Sebelumnya, bisa makan dalam porsi besar, mulai hidangan pembuka, hidangan utama, sd hidangan penutup… Sekarang, makan 1 potong tahu sudah terasa kenyang.  Menurut dokter, pola makan harus diubah dari 3x menjadi 6x sehari dengan porsi yang lebih kecil.

Hari Rabu, di rumah mulai makan makanan rumah, mmm… tapi tetap ngga bisa banyak. Untuk menambah gizi, minum susu khusus, Entrasol. Hari Kamis, lanjut lagi… siang hari, karena ingin camilan, makan kacang telor deh… asik… Malam hari itu, perut rasanya penuh sekali. Tapi karena ingin sehat dan cepat pulih, dicobalah makan 1 potong kecil brownies untuk makan malam… Nah, rupanya memang benar, berhenti makan sebelum kenyang. Ini, karena makan lagi setelah kenyang, kondisi tidak normal pula, perut terasa seperti mengembang (kayak balon ditiup), keringat dingin keluar, mules, mual, campur aduk… Akhirnya, tidak kuat lagi, mual sekali, keluar isi perut (muntah) dan perut terasa suakit sekali… Saking sakitnya, dan tidak tahan lagi, pergilah kita ke UGD RS PI.

Berdasarkan analisa dokter, harus kembali di rawat…

Setelah dipasang infus dan diberi obat, perut masih suakit sekali. Akhirnya, sekitar jam 2 dini hari diberi obat pain killer yang sangat ampuh yang dimasukkan melalui anus. Sekitar 15 menit kemudian obat bekerja, rasa sakit berangsur hilang, termasuk kesadaran mulai berkurang dan saya pun tertidur…

Beberapa waktu kemudian dokter memberi informasi bahwa kejadian kemarin itu karena ada kontraksi di lambung tempat sambungan dengan usus, bekas operasi yang belum pulih (pantes saja sakitnya bukan main, luka di luar saja nyeri…). Kontraksi bisa terjadi al. proses pencernaan yang belum normal, makanan belum mau jalan alias agak mampet… sehingga makanan yang masuk dipaksa keluar lagi…

Karena agak trauma, hari Jumat itu makan sedikit sekali. Walaupun sedikit, malamnya masih ada kontraksi, wuah, sama sakitnya, walaupun tidak selama seperti kemarin karena langsung diberi pain killer. Alhamdulillah hari Sabtu sudah tidak ada kontraksi sehingga hari Minggu sudah boleh pulang…

Pesan dokter, perlu belajar makan dengan sistem pencernaan yang baru dan ini akan sangat membutuhkan kesabaran dan memakan waktu… Makanan harus dikunyah yang lama sampai lembut dalam porsi yang kecil…

Sabar, sabar… (sebelumnya saya memang hobi berat makan…)

Belajar jalan. 

Luka bekas operasi membuat perut terasa sakit kalau kita bergerak atau berdiri tegak.  Posisi perut/badan yang lurus akan menarik otot2 di dekat luka operasi. Ini yang perlu dilatih agar berdiri dan jalan bisa tegak… Untuk naik tangga, belum bisa, perlu waktu dan kesabaran pula.  Setelah beberapa minggu mulai bisa naik tangga dan jalan tegak perlahan2. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s