Kehidupan baru…

Sudah seminggu ini saya terbaring, tidak dapat pergi jauh dari tempat tidur.

Minggu 25 April 2010, makan siang bareng keluarga, isteri, anak bungsu dan mertua. Kita makan di salah satu tempat favorit yang menyediakan makanan Asia. Tidak ada makanan pedas, asam ataupun lainnya yang dapat mengiritasi lambung.  Sudah beberapa tahun ini lambung saya sensitif terhadap makanan dan minuman.  Salah makan sedikit bisa-bisa lambungnya luka, bahkan kalau agak parah bisa ada pendarahan.  Semuanya itu sudah biasa kita hadapi, jadi kalau ada luka/pendarahan paling-paling dirawat di rumah sakit 3-5 hari kemudian sembuh kembali.  Kalau ada pendarahan yang agak berat, ya ditransfusi beberapa kantong darah, sampai hb nya meningkat di atas 10, biasanya normal dan sehat lagi.

Tetapi hari itu agak beda… Saya menyantap : ayam goreng, nasi goreng hongkong, tahu goreng garam plus bawang putih goreng, kerapu tim tahu tausi, sayur pokcai jamur shitake… Saya tidak bisa banyak makan karena merasa gampang kenyang (sudah beberapa minggu ini), sehingga langsung dilanjutkan dengan minum es Shanghai, berisi cincau, nata de coco dkk, dilengkapi dengan es serut dan sirop merah serta susu kental manis…

Tiba-tiba kepala serasa “nggliyeng”, seperti mau jatuh, keringat mengucur dari kepala, hampir-hampir tidak sadarkan diri…

Kita segera bergegas pulang. Waktu duduk di mobil pun kepala rasanya berputar. Sampai di rumah, langsung berbaring, baru terasa lebih nyaman, sampai akhirnya tertidur… 

Karena dokter langganan libur pada setiap akhir pekan, saya baru ke rumah sakit Senin keesokan harinya. Langsung dirawat dan transfusi beberapa kantong darah karena hb rendah (7,8). Total sekitar 1000ml transfusi namun hb naik cuma jadi 10,4.

Karena tampaknya masih ada pendarahan, hari Kamis itu dilakukan endoscopy untuk melihat kondisi di dalam lambung.  Hasilnya, membuat saya shock, ada segumpal daging (tumor) besar yang menonjol tidak beraturan di dalam lambung… Rupanya ini yang membuat lambung bermasalah, bukannya makanan pedas, asam, kopi, minuman bersoda dll.

Contoh hasil endoscopy yang serupa dengan tumor di lambung saya:



Dokter spesialis penyakit dalam merujuk untuk konsultasi dengan dokter spesialis bedah pencernaan/digestif guna menentukan tindakan medis lebih lanjut.

Sembari menunggu langkah selanjutnya, apa yang akan saya hadapi, saya berfikir, mumpung masih bisa, saya mesti melakukan sesuatu, memberikan kontribusi, yang mudah-mudahan bermanfaat.

Dalam kondisi seperti ini, saya jadi teringat saudara sepupu isteri saya di Garut. Seorang ustadz yang mengelola pendidikan anak-anak di lingkungan rumahnya dengan kondisi sekedarnya… Kita sekeluarga sering mengirim sekedarnya untuk kebutuhan pendidikan anak-anak tersebut.

Mudah2an, setelah saya sehat nanti bisa berkunjung melihat anak2 tersebut. Melihat kondisinya, kebutuhannya dan selanjutnya menginformasikan kepada teman-teman, keluarga, siapa tau mereka bisa membantu anak2 yang membutuhkan itu…

Referensi: wikipedia.org

One thought on “Kehidupan baru…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s