Tekanan Darah Tinggi – 1

Tiga tahun paska operasi GIST di bulan Mei 2010, saya pikir masalah kesehatan sudah OK, tidak ada lagi masalah. Tapi ternyata, masih ada lagi masalah kesehatan (non-GIST) seperti operasi tulang bahu (clavicle multi fractures) di bulan Februari 2013.

Masalah yang lain, baru saja terjadi minggu yang lalu, masalah kesehatan yang cukup fatal :

Malam Jum’at 20 Juni 2013, saya bersama 2 orang rekan kerja bersama-sama minum kopi yang terkenal enak di Medan, kopi Kok Tong. Sebenarnya warung kopi ini lama terkenal di Pematang Siantar (sejak 1925), kemudian mereka membuka outlet di Medan, di Sun Plaza dan Plaza Medan Fair. Saat itu kita mencoba outlet di Sun Plaza.

Outlet Kok Tong di Sun Plaza saat itu penuh, hampir tidak dapat tempat duduk.

Rasanya memang uenak… Saya mencoba Iced Coffee + Jelly, ukuran penyajian nya 1 gelas besar, berbeda dengan black coffee (kopi-O) yang disajikan dalam cangkir kopi yang imut kecil. Hirupan pertama saja sudah membuat badan terasa segar, mata yang agak ngantuk dan badan lelah karena siangnya baru pulang dari kota Binjai, tiba-tiba menjadi segar setelah minum kopi itu.

Tetapi, selanjutnya saya merasakan keanehan, jantung berdebar2 kencang dan badan keluar keringat dingin plus kepala agak pusing. Saya sadar kalau ini adalah salah satu efek minum kopi. Namun, efeknya kali ini cukup keras, sampai2 pusingnya dan debaran jangtung sangat kuat. Akhirnya, tidak lama kemudian, sesampainya di hotel saya tambah khawatir karena bibir saya terasa kebal (setahu saya ini salah satu ciri2 kena stroke)… Langsung saya telpon rekan2 saya, minta tolong diantar ke rumah sakit…

Dengan menggunakan taxi kita pergi ke rumah sakit terdekat, Columbia Asia (dahulu terkenal dengan nama RS Gleneagles). Dalam perjalanan, debar jantung dan pusing semakin parah, bahkan jantung saya terasa membuat saya sudah bernafas, sesak, wah… saya panik, sampai berpegangan tangan kepada rekan saya. Rekan2 saya itupun membantu menenangkan saya sambil membacar doa2… sampai akhirnya saya tidak sadar, saking lemahnya…

Tahu2 saya sudah berada di ruangan Unit Gawat Darurat (UGD)… tubuh saya dipasangi kabel2 untuk memonitor tekanan darah dan ritme jantung (EKG) serta dipasang selang oksigen ke hidung.

Saya lihat rekan2 saya menatap sambil cemas ke arah monitor2… saya tanya “berapa tekanan darahnya”… mereka menjawab “tenang saja, jangan banyak bicara, nanti tambah naik”… tapi saya penasaran karena mereka kelihatan cemas sekali dan ada bunyi2 monitor yang rasanya kok membuat perasaan tidak enak… akhirnya saya coba menoleh… kagetnya !!! ternyata tekanannya meningkat terus dan sudah di atas 200, tepatnya 202/117… disertai dengan warna merah yang berkedip2… waduh !!!

Tapi saya ingat, jangan panik…

Ya, dengan banyak berdoa, dan setelah diberi obat namanya Exforge, tekanan mulai turun…sd 170/100-an…

Kata dokter jaga, saya harus dirawat… apa boleh buat… rekan2 saya langsung mengurus administrasi…dan dapatlah saya di kamar 322, sendirian…

Begitu masuk kamar, rekan2 masih ikut menunggu, mereka masih khawatir sehingga belum mau pulang ke hotel. Setelah tekanan darah dicek ulang pada tengah malam, sudah turun menjadi 130/80… leganya… dan rekan2 bisa pulang ke hotel…

Malam itu, saya juga diperiksa darah secara lengkap dan foto rontgen bagian dada/paru/jantung (thorax).

Pagi2nya, ketika dicek ulang, alhamdulillah tekanan sudah stabil di 130/80…selanjutnya saya diberi obat Micardis untuk penurun tekanan darah dan Cordarone untuk obat jantung (saya menderita Aritmia, ritme jantung yang sedikit tidak teratur)

Walaupun sudah mulai membaik, hari Jumat itu saya belum boleh pulang. Sore dan malamnya tekanan saya sedikit naik menjadi 140/90, begitu pula pada Sabtu paginya, masih stabil… sehingga saya diperbolehkan keluar rumah sakit…

Saya sebenarnya bertanya2 juga dalam hati, kenapa tekanan darah saya sampai tinggi sekali… syukur2 tidak kena stroke, saking tingginya…

Rupanya ada beberapa hal yang dapat memicu kenaikan tekanan darah :

1. Sehari sebelumnya, saya makan duren, walaupun tidak banyak… (duren Medan terkenal enak)
2. Saya juga makan lauk yang asin, kepiting soka telor asin :)
3. Kecapekan setelah pulang-pergi ke Binjai (pagi-siang)
4. Minum kopi yang tergolong pekat/strong

Lengkaplah sudah bahan2 pemicunya…

Selain itu, saya juga ingat bahwa dari garis keluarga ibu saya ada yang mengalami penyakit tekanan darah tinggi dan jantung. Ibu saya sendiri harus minum obat tekanan darah setiap hari… Sementara itu, nenek saya (ibu dari bapak saya), juga terkena stroke sampai akhirnya beliau wafat…

Lengkap juga lah, kondisi2 tersebut…

(Bersambung)

About these ads

3 thoughts on “Tekanan Darah Tinggi – 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s