Posting terakhir saya mengenai ASKES sudah 1 tahun yang lalu …
Sekarang saya mau nulis lagi terkait ASKES, betapa sangat membantunya ASKES bagi peserta dan keluarganya (terutama PNS, TNI/Polri dan Badan Usaha lainnya).
Setelah saya melihat bagusnya pelayanan dan manfaat yang diterima ibu saya, hari Minggu kemarin (27 November 2011) saya mendapat kesan yang bagus lagi tentang ASKES.
Ayah mertua saya menderita penyumbatan salah satu pembuluh darah di daerah jantung dengan kadar penyumbatan sampai dengan sekitar 80%, kadangkala ada yang dirasakan di bagian dada termasuk rasa panas (seperti terbakar). Untuk mengatasinya, dokter akan memasang ring atau stent, sejenis cincin yang akan menjaga diameter pembuluh darah tetap lebar.
Proses pemasangan ring dilakukan di RS Jantung Harapan Kita, Jakarta pada hari Senin 28 November 2011. Kita melakukan pendaftaran untuk mulai dirawat pada hari Minggu 27 November 2011.
Dari petugas administrasi (saat mendaftar untuk dirawat/tindakan pemasangan ring) kita mendapat informasi bahwa biaya yang ditanggung oleh ASKES mencapai 99% (hampir seluruhnya ditanggung). Dengan catatan bahwa kelas perawatan sesuai dengan standar yang menjadi haknya. Misal, seorang PNS Golongan IV maka dia mendapat hak perawatan di Kelas 1. Informasinya, jenis tindakan yang ditanggung oleh ASKES itu (khususnya di RS Jantung Harapan Kita) meliputi berbagai macam jenis tindakan.
Apabila dia ingin masuk ke kamar VIP (upgrade/naik kelas) maka dia tidak lagi ditanggung sampai 99%. Ada hitung2an tersendiri yang memberikan batasan maksimal penggantian biaya selama di Rumah Sakit.
Dengan melakukan upgrade maka biaya yang dinaikkan bukan hanya biaya kamar saja tetapi juga biaya dokter, obat2an, tindakan dll. Dan pasien yang sudah upgrade tidak bisa kembali lagi ke kelas perawatan semula. Jadi pasien dan keluarga harus benar2 mencermati hal ini, jangan sampai terkaget2 dengan biaya yang nanti harus ditanggung apabila sudah melakukan upgrade. Petugas administrasi juga mengingatkan bahwa dalam tindakan medis bisa saja ada hal2 yang tidak terduga, misalnya pasien tersebut membutuhkan tindakan khusus, maka tentunya biaya akan meningkat lagi…
Jadi, secara umum, dengan catatan pasien mengikuti haknya (a.l. kelas perawatan), maka ASKES sangat bermanfaat dan mengganti hampir seluruh biaya pengobatan. Begitulah kesan yang saya dapat dari pengalaman di RS Jantung Harapan Kita.
.
.
.
Tambahan informasi, posting saya di blog sebelah :
.
.
.

.
.
.
Seperti yang saya ceritakan mengenai ibu saya yang dibawa ke Unit gawat darurat (UGD) RS Jantung Harapan Kita, pembayaran layanan UGD bisa dilakukan dengan menggunakan fasilitas Asuransi Kesehatan (Askes).
Oya, ibu saya mendapatkan kartu Askes karena almarhum bapak saya dulu adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Sekilas tentang Askes
Berdasarkan informasi dari situs internet Askes, PT. Askes (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang ditugaskan khusus oleh pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil, Penerima Pensiun PNS dan TNI/POLRI, Veteran, Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya dan Badan Usaha lainnya.
Sejarah singkat penyelenggaraan program Asuransi Kesehatan dimulai pada tahun 1968 ketika Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan yang secara jelas mengatur pemeliharaan kesehatan bagi Pegawai Negeri dan Penerima Pensiun (PNS dan ABRI) beserta anggota keluarganya.
Pada tahun 1984 status badan penyelenggara pelayanan kesehatan tsb diubah menjadi Perusahaan Umum Husada Bhakti. Pelayanan juga diperluas pada tahun 1991, perusahaan diijinkan memperluas jangkauan kepesertaannya ke badan usaha dan badan lainnya sebagai peserta sukarela.
Selanjutnya, pada tahun 2004-2005 Askes ditunjuk sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin (PJKMM). Askes mendapat penugasan untuk mengelola kepesertaan serta pelayanan kesehatan dasar dan rujukan
Pada tahun 2008 Pemerintah mengubah nama Program Jaminan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin (PJKMM) menjadi Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).
Fasilitas Askes
Ketika ibu saya ditangani di UGD RS Jantung Harapan Kita, saya hanya perlu membayar Rp50 ribu untuk seluruh fasilitas UGD. Padahal kalau tidak pakai Askes bisa kena Rp767 ribu, itu sudah termasuk rontgen, EKG, makan siang, monitor detak jantung dan tekanan darah…
Begitu pula saat ibu saya kontrol ke dokter jantung di RS yang sama, beberapa hari kemudian, hanya perlu bayar Rp10 ribu untuk periksa dokter jantung plus EKG dll… Sebagai informasi, tarif dokter spesialis bisa mencapai Rp120 ribu s.d Rp250 ribu sekali datang.
Selain itu, pengambilan obat berdasarkan resep dari dokter juga gratis selama mengambilnya di apotik yang khusus bagi pemegang kartu Askes.
Bahkan untuk operasi jantung (by-pass) yang bisa memakan biaya di atas Rp100 juta, pasien bisa membayar tidak sampai dari 20%-nya, begitu pula untuk pasang ring dan operasi2 lain yang terkait jantung (misalnya operasi tumor di jantung…).
Urusan Administrasi
Untuk semua fasilitas tersebut, pemegang kartu Askes dan keluarganya harus memenuhi beberapa persyaratan administrasi. Yang jelas, kartu Askes-nya harus masih berlaku, belum kadaluarsa. Kalau sudah kadaluarsa harus segera diperpanjang.
Dalam kasus ibu saya, untungnya masih bisa dilayani di UGD RS Jantung Harapan Kita walaupun kartu Askes-nya sudah kadaluarsa. Hanya saja kita harus segera mengurusnya dalam waktu 3×24 jam.
Proses pengurusan-nya juga tidak sulit, satu hari selesai. Hanya saja antrian-nya lumayan… Waktu ibu saya memperpanjang, dapet urutan nomer 117 (lumayan banyak ya…). Waktu itu juga pas sedang ada mati listrik sehingga jaringan komputernya terganggu. Karena sudah lama menunggu, ibu saya tidak pulang tetapi tetap menunggu sambil berharap jaringan komputer-nya beres. Saking lamanya menunggu, orang2 pada pulang, tinggallah beberapa orang yang menunggu, tidak sampai 5 orang. Akhirnya komputer-nya bisa beres, dan antrian yang tinggal sedikit pun selesai…
O ya, Ibu saya mengurus perpanjangan di Askes Rawamangun, Jakarta Timur, lokasinya dekat dengan Supermarket Tip-Top…
Untuk contoh administrasi lainnya, kalau mau konsultasi di dokter di RS Jantung Harapan Kita, sebelumnya harus membuat surat rujukan dari dokter Puskesmas di dekat rumah.
Semoga membaik…
Kesimpulannya, kami cukup puas dengan fasilitas yang diberikan oleh Askes. Proses administrasi yang harus dilalui memang sepadan dengan manfaat yang kita dapatkan…
Semoga pelayanan Askes dapat terus dijaga dan semakin membaik…
Dear Poer,
Untuk hal Askes, ortu saya juga pengguna setianya. Ayah saya mengidap hipertensi sejak usia 30 thn, setiap hari harus mendapat obat anti hipertensi, cholesterol dll yg cukup mahal Ibu saya mengidap DM sejak usia 54 thn juga harus mengkonsumsi obat setiap hari.
Sebagai anggota Askes semua ditanggung, sehingga pengeluaran untuk dokter dan obat rata2 hanya sekitar 20% dari biaya sebenarnya. Itupun karena menggunakan dokter spesialis di RS swasta dan ada obat yg semi asuransi…
Soal administrasi bisa kita pahami, tetapi karena sudah biasa dengan dokter di RS Tebet maka kesulitannya adalah jarak dari Bogor ke Tebet dan trafic Jakarta yg selalu macet…. Semoga ayah saya cukup sehat untuk menghadapinya di usia 70 thn…
Wasalam
Thanks Ner atas sharingnya,
semoga ayahanda tercinta diberi kekuatan dan kesehatan
Salam
Pak Anto saya dah pasang ring 7 baloon 7 di PJT RSCM pertanyaan brp batas psang ring/baloon bagi seorang pasien yg dijamin oleh askes tks infonya
Untuk informasi yang lebih rinci seperti itu bisa langsung ditanyakan kepada pihak ASKES nya, atau dengan pihak RS. Waktu saya menemani mertua, pihak RS (Harapan Kita) bisa memberikan informasi yang sangat jelas mengenai permasalahan yang kita tanyakan.
terima kasih banyak infonya pak. ibu saya dirujuk dari rs islam cempaka putih, untuk kateterisasi, seelanjutnya baru ditentukan langkah berikutnya. apakah benar jika dikasih stent, tidak dicover semuanya?kata teman saya, di rscm juga ada pusat jantung terpadu, fasilitas relatif lengkap, apakah bpk ada info ttg rscm?mana yg lebih baik?tks
sewaktu mengantar mertua dipasang stent, menurut informasi dari bagian administrasi : “biaya dicover 99% selama mengikuti kelas yang sesuai dengan golongannya” – termasuk jenis stentnya diberikan yang standar
namun bila kita upgrade (misal dari kelas II ke kelas I atau dari kelas I ke VIP) maka perhitungannya akan berbeda dan cukup kompleks
Pusat Jantung di RSCM saya kurang mengetahuinya, namun untuk RS Jantung Harapan Kita saya ada informasi karena paman, mertua dan ibu saya yang mendapatkan pengalaman yang baik
itu untuk pns jakarta apa untuk luar jakarta juga bisa pak/buk
seharusnya berlaku juga untuk semua PNS, sewaktu saya mengantar mertua saya melihat banyak pasien dari luar Jakarta
namun bila ingin lebih jelas bisa bertanya melalui email berikut :
info@pjnhk.go.id
pak, klo fasilitas yang didapat di kelas 2 atau kelas 1 apa saja ya pak?? setiap kamar ada berapa pasien? apakah disediakan tempat bagi yang menunggu??
terima kasih
kalau informasi ini bisa berbeda di setiap rumah sakit, bisa langsung menghubungi administrasi rumah sakit masing2
Ayah saya baru saya diopname di RSUD Dgn playanan askes, krn tdk Ada ruangan maka mngambil kmr VIP. Stlah pmbayaran, dinota trtulis Rp 180.000,-/mlm dibiayai oleh ASKES, sdangkan kmr VIP biayanya Rp 90.000,-/mlm. Berarti ASKES sdh mmbiayai lbh dr yg RS tetapkan. Ttapi kami masih ttp hrs mmbayar biaya pemondokan walau hnya sbagian. Jd Bagaimn itu?
bisa juga menghubungi langsung ke kantor Askes atau perwakilan di daerah setempat…
askes kenapa tidak standby dirumah sakit 24 jam, jadi mempersulit orang , yg di ugd tengah malem pake bayar sendiri dulu, kalo gak punya duit gimana tu
harapannya memang pelayanan Askes bisa lebih baik, ada koordinasi dengan Rumah Sakit sehingga bisa melayani kasus2 di UGD
apakah askes bisa digunakan untuk cek darah ?
Untuk pemeriksaan di laboratorium saya sendiri belum punya pengalaman, tapi dari salah satu referensi : (link tentang ASKES) ternyata ASKES bisa digunakan untuk pemeriksaan lab, termasuk cek darah tentunya.
Hanya saja perlu diperhatikan bahwa itu berlaku untuk Puskesmas atau RSUD atau RS pemerintah (bukan lab/RS swasta). Untuk pelayanan di lab/RS swasta ASKES hanya akan menggantinya sebagian saja (lihat cerita di : “link tentang klaim dari RS swasta“).
ibu saya di sarankan operasi klep jantung di rs harapan kita, kira2 berapa biaya yang harus kita bayar sendiri, mengingat kami dari sumatera, trmksih infonya
untuk lebih jelasnya bisa menghubungi langsung RS Harapan Kita melalui email berikut :
info@pjnhk.go.id
atau telpon di : 021 5684085