kembali melanjutkan posting sebelumnya…
Penanganan dan Terapi
Untuk tumor yang telah menjadi ganas (kanker), bisa dilakukan operasi, radiasi, kemoterapi dan vaksin.
Dalam tulisan ini saya hanya akan membahas pembedahan, kenapa? karena itu yang paling umum dan biasanya radiasi serta kemoterapi diberikan setelah dilakukan pembedahan. Pembedahan juga menjadi perhatian saya karena pada awal tahun 2000-an saya diminta dokter untuk dioperasi…
Pada saat didiagnosa kanker pankreas, biasanya penyakit sudah mencapai stadium lanjut. Oleh karena itu, banyak pasien yang tidak bisa dioperasi. Dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, tahap awal kanker pankreas dapat dideteksi, termasuk ketika masih belum menjadi ganas (masih tumor jinak), sehingga operasi dapat dilakukan.
Kapan kanker pankreas bisa dioperasi, umumnya bila terlokalisir, sehingga bisa dipotong tumornya. Artinya, kanker belum menyebar ke pembuluh darah, simpul getah bening maupun jaringan organ tubuh lainnya. Namun, sesuai perkembangan, walaupun sudah menyebar ke jaringan getah bening disekitarnya, masih dapat dioperasi. Bahkan perkembangan terakhir memungkinkan penggantian pembuluh darah utama yang menuju hati/liver.
Jika kanker sudah ditemukan berada di simpul getah bening yang jauh lokasinya dari pankreas, pada organ lain atau jaringan pembuluh darah, pembedahan tidak akan dilaksanakan. Pembedahan mungkin dilakukan tapi untuk menghilangkan beberapa gejala dan agar kualitas hidup pasien lebih baik tetapi bukan sebagai pengobatan (non-curative).
Bagaimana operasi tumor/kanker pankreas? tergantung bagian pankreas yang terkena
Bila berada di bagian Head, Neck atau Uncinate Process maka akan dilakukan Whipple Procedure. Proses ini disebut juga pancreaticoduodenectomy, atau pemotongan kandung empedu, usus 12 jari, dan head dari pankreas.
Pertama kalinya dilakukan oleh Dr. Alan O. Whipple dari New York Memorial Hospital (Memorial Sloan-Kettering).
Ada beberapa variasi “Whipple” :
- Standard Whipple dengan lymph node dissection:
kondisi pasca operasi:
- Radical Whipple with lymph node dissection
- Pylorus Preserving – mempertahankan pylorus (bagian dimana lambung dikosongkan, menuju usus 12 jari).
- Classic – termasuk pemotongan 40% lambung. Sebagai informasi, dalam proses laparatomy yang saya alami, lambung dipotong 75% termasuk pylorus nya.
Bila berada di Body atau Tail, agak kompleks. Tumor di lokasi tersebut akan berkembang sebelum muncul gejala seperti nyeri dan jaundice. Sayangnya, ketika gejala muncul biasanya kanker sudah berada pada stadium lanjut sering dengan adanya penyebaran. Oleh karena itu tidak dapat dioperasi (non-operable). Jika ternyata masih dapat dioperasi, akan dilakukan distal pancreatectomy and splenectomy. Yaitu pemotongan bagian kiri pankreas dan limpa.
Metastasis
kata lain dari penyebaran. Untuk stadium yang telah menyebar, ada beberapa lokasi yang mungkin untuk penyebaran :
Penutup
Ketika saya akan dioperasi pada bulan Mei 2010, dokter menyampaikan kemungkinan pengangkatan atau pemotongan pankreas. Hal tersebut dapat mengakibatkan proses pencernaan yang tidak normal serta yang lebih dikhawatirkan adalah tidak adanya pengaturan gula darah oleh insulin dan glucagon. Jadi kemungkinannya adalah seumur hidup tergantung suntikan insulin. Waktu itu saya sedih juga… bahkan sudah searching di internet mengenai alat2 untuk suntik insulin. Alhamdulillah, saya masih diberikan kesempatan, ternyata setelah dibedah, lokasi tumor terlepas dari jaringan pankreas sehingga pankreas tidak di-otak-atik…
Walaupun demikian, saya pernah sangat concern dengan organ pankreas sebagaimana yang saya share dalam tulisan2 di blog ini…
Mudah2an informasi ini bisa bermanfaat.





Salam kenal pak
saya mau mendapatkan pencerahan dari bapak, karena cerita bapak hampir sama seperti orang tua kami.
Saat ini orang tua kami menderita penyakit kanker pankreas dan sudah dioperasi juni 2010 dan telah menjalani kemoterapi dan radiasi.
Tapi kondisi beliau tiba tiba menurun 1 bulan lalu sebelum puasa, ternyata setelah diperiksa oleh doketr di rs bintaro ada cairan didalam rongga perut dan menyebabkan seperti kembung, cairan tersebut sudah dikeluarkan minggu lalu dan selanjutnya di biopsi.
Hasil biopsi cairan tersebut masih mengandung sel sel kanker pankreas,
Saya mohon info bila bapak punya rekomendasi / solusi dokter rujukan dan pengobatan penyakit yang diderita orang tua kami
terima kasi
Salam kenal juga…
Sebagai informasi tentang pembedahan yang saya alami, dokter yang melakukan tindakan adalah Dr. Hermansyur Kartowisastro, SpB-KBD. Beliau terkenal sebagai ahli bedah digestif yang sudah berpengalaman, bahkan beliau turut dalam operasi transplantasi hati yang pertama di Indonesia. Sebelum operasi saya diberi informasi yang cukup lengkap dan jelas mengenai kemungkinan2 yang bisa terjadi, termasuk kemungkinan yang terburuk… sehingga saya sudah siap mental dengan apa pun yang akan terjadi… Beliau praktek di RS Pondok Indah dan RS Puri Indah.
Selanjutnya, setelah operasi, penanganan kanker dilakukan oleh DR. dr. Noorwati. Sutandyo, Sp.PD KHOM. Beliau terkenal sebagai salah satu dokter onkologi yang berpengalaman. Kita bisa panjang lebar berdiskusi terkait kondisi yang kita alami. Beliau juga memiliki pandangan yang luas dan religius. Beliau praktek di RS Pondok Indah dan RS Dharmais. Oleh beliau saya diberi terapi dengan obat Glivec selama 8 bulan karena jenis kanker yang saya derita tidak mempan kemoterapi tetapi bisa ditangani dengan obat target therapy.
Setelah mendapat penanganan dari beliau2 kondisi saya sudah membaik tetapi saya bisa menjalani aktivitas seperti orang normal (walaupun tidak bisa normal 100%).
Oya, sebagai informasi, sebelum ditangani oleh Dr.Hermansyur, saya juga sering dirawat di RS Bintaro. Bahkan operasi pertama saya tahun 2001 juga dilakukan di RS Bintaro oleh Prof. dr. Aryono D. Pusponegoro, SpBD-KVB namun beliau sekarang sudah tidak praktek lagi di RS Bintaro. Dari RS Bintaro tahun 2010 saya dirujuk/disarankan untuk ditangani oleh Dr.Hermansyur.
Demikian, mudah2an bermanfaat
manusia berusaha Tuhan Yang Maha Kuasa, Dia lah yang Maha Menyembuhkan…
Mas Anto, saya belajar dari blog anda karena ayah saya didiagnosa Tumor caput pankreas, tp kemudia menjadi sumbatan di CBD proximal suspectnya tumor. Rabu ini insya Alloh operasi namun dokter menyampaikan kiranya terdapat tumor pada pankreas, maka akan dilakukan whipple.
Saya dalam posisi menyemangati ayah saya untuk tetap kuat dan ikhlas menerima cobaan.
Terimakasih untuk pencerahannya, semoga kiranya sharing mas anto memberikan kekuatan, kesembuhan dan pahala yang berlipat ganda…amin3x
Terima kasih mba.
sebelum saya dioperasi, dokter bedahnya sudah memberikan peringatan bahwa kalau pankreasnya kena (ada bagian yang dipotong) maka diperkirakan dapat berdampak kepada metabolisme insulin (pankreas sebagai penghasil insulin) sehingga kemungkinan bisa jadi menderita diabetes yang harus dibantu dengan suntik insulin… saya melihat banyak teman dan kenalan yang menderita diabetes masih dapat menjalani kehidupannya dengan normal walaupun ada prosedur tambahan yang harus dilakukan setiap harinya, seperti menakar makanan/minuman serta minum obat/suntik insulin, namun di luar itu aktivitasnya masih normal.
paska operasi, meskipun ternyata pankreas saya tidak terpotong, namun jalur enzim dari pankreas dan empedu sudah tidak langsung bertemu dengan makanan (bypass dari kerongkongan langsung ke usus halus karena pemotongan lambung dan usus 12 jari) sehingga fungsi enzim pencernaan sudah tidak sempurna
dengan adanya penyakit serta efek2 paska operasi, hikmahnya kita harus lebih berhati2 khususnya untuk makanan dan minuman dan juga aktivitas lainnya
Semoga hasil operasi ayahanda tercinta memberikan kebaikan bagi mba wiwi sekeluarga…
salam sehat