Berhenti Terapi Glivec

Desember 24, 2010

Ketika saya konsultasi bulanan (rutin), kali ini setelah 6-bulan terapi, dokter onkologi menyatakan bahwa terapi Glivec dilakukan seumur hidup [lihat posting "kondisi 6 bulan terapi"]. Jadi setiap hari saya perlu terus mengkonsumsi 400mg Glivec untuk terapi kanker GIST yang saya derita.

Agak terhenyak juga saya mendengarnya. Yang jelas Glivec memiliki efek samping yang bisa membuat pasien tidak nyaman dan berpengaruh terhadap kondisi fisik dan mental tentunya [lihat posting terkait efek samping Glivec]. Selain itu, harga obat ini juga sangatlah mahal.

Awalnya, begitu mendengar penjelasan dokter, saya sempat tercenung, apa iya saya harus minum obat tsb setiap hari untuk seterusnya. Saya jadi ingat teman saya yang harus minum obat anti-rejection setiap hari pasca transplantasi ginjal, juga ingat orang tua dan mertua saya yang harus minum obat tekanan darah tinggi setiap hari.

Apa iya penyakit ini tidak bisa sembuh total seperti beberapa jenis kanker lainnya… namun saya yakin seyakinnya bahwa sembuh atau tidak itu kan atas izin Yang Maha Kuasa, bukan hanya karena obat buatan manusia. Banyak sekali hal2 yang mempengaruhi kondisi tubuh kita yang kadang belum terjangkau oleh akal pikiran manusia.

Dan titik terang itu muncul ketika saya membaca berita baru di Group-GSI di FB, suatu forum khusus mengenai GIST, yaitu GIST Support International (GSI). Judulnya “Some With Once-Deadly Leukemia Can Take a Break From Gleevec” yang dimuat di MSN Health.

Mmmm, jadi kalau kita berhenti minum Glivec tidak apa2 ya.

Baca entri selengkapnya »


Kondisi 6 bulan terapi

Desember 7, 2010

Pemeriksaan 6 bulan Glivec

Tidak terasa, sudah 6 bulan saya menjalani terapi Glivec. Seperti biasanya, dokter meminta saya untuk periksa darah setiap bulannya.

Namun, untuk kondisi bulan November 2010 saya tidak melakukan cek darah karena dokter melihat kondisi yang membaik pada bulan Oktober 2010, sehingga pemeriksaan dilakukan 2 bulan sekali.

Khusus bulan VI, pemeriksaan dilakukan secara detil, lebih detil dari pemeriksaan di bulan IV. Beberapa parameter tidak bisa diperiksa di laboratorium biasa. Bahkan Prodia Pondok Indah yang sudah cukup lengkap pemeriksaannya (lebih lengkap dari RS dan poliklinik langganan saya) juga tidak memiliki peralatannya. Akhirnya saya ke Prodia Pusat di Jl.Kramat Raya, Jakarta, yang memiliki fasilitas lebih lengkap.

Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.