RS Jantung Harapan Kita

Baru saja saya menulis tentang ibu saya yang cukup sehat dalam usia 73 tahun, keesokan harinya beliau merasakan sakit yang sangat di bagian dada tengah.

Pagi2 sekitar jam 7 beliau memanggil2 saya dari lantai bawah…

.
Sudah biasa beliau memanggil saya, tetapi panggilan kali ini agak berbeda. Terdengar lebih perlahan…


Jantung…

Langsung saya turun ke kamar beliau, tampak sedang berbaring dan sakit. Rupanya bagian dadanya, mulai dari tenggorokan bagian bawah sampai dengan diafragma (bagian atas perut) terasa sakit. Untuk mengurangi efek sakitnya, bagian dada saya beri minyak angin agar bisa lebih hangat dan nyaman.

Terlintas dalam benak saya “kayaknya ini ada kaitannya dengan jantung…”. Memang, ibu saya nomer 3 dari 7 orang bersaudara, 5 orang diantaranya mengidap penyakit jantung. Satu orang sudah pernah di by-pass, dua orang sering menderita sakit di dada dan dua orang lagi telah tiada…

Ibu saya sendiri sering mengalami sakit di dada, tetapi tidak pernah lama, beberapa detik saja. Yang sekarang ini katanya terasa sakit dan lama tidak hilang2.

RS Jantung Harapan Kita

Saya putuskan untuk segera membawa beliau ke RS Jantung Harapan Kita. Beliau ternyata berkenan padahal biasanya suka tidak mau kalau dibawa ke RS.

Karena hari itu hari Minggu, perjalanan ke RS sangat lancar, tidak ada kemacetan yang terjadi seperti biasanya… (kebayang kan macetnya kalo hari kerja di sekitar2 RS Harapan Kita).

RS Harapan Kita ada yang khusus untuk Ibu dan Anak dan ada yang khusus untuk Penyakit Jantung (ini yang lebih populer). Jadi masuknya jangan salah, walaupun sebenarnya di dalam juga nyambung. Pintu gerbang pertama masuk ke bagian Ibu dan Anak, pintu gerbang kedua ini yang masuk ke bagian Jantung.

Begitu masuk, tinggal lurus saja, nanti di sebelah kanan ada bagian Unit Gawat Darurat (UGD). Lokasinya pas di seberang gerai makanan JFC (Jakarta Fried Chicken).

Penanganan oleh UGD menurut saya memuaskan, tidak ditanya macem2 langsung para perawatnya membaringkan ibu saya dan memasang berbagai peralatan kontrol untuk memonitor dan mengetahui tekanan darah, denyut jantung, tes darah, rontgen, Elektrokardiogram (EKG), dll. Oya, EKG ini digunakan untuk merekam aktivitas kelistrikan jantung dalam waktu tertentu.

Setelah pasien ditangani, barulah saya diminta untuk mengurus administrasi. Mengisi formulir2 termasuk untuk masalah pembayaran. Untuk yang terakhir ini, akan menggunakan Askes (asuransi kesehatan, terutama bagi Pegawai Negeri Sipil/PNS dan TNI serta keluarganya). Setelah selesai administrasi, saya diberi kartu RS Jantung Harapan Kita.

Selanjutnya, proses monitoring dilakukan oleh para dokter dan perawat… Lama juga lho. Menurut mereka proses ini bisa berlangsung 3-4 jam.

Kantin, free WiFi…

Sambil menunggu 3-4 jam, saya ajak anak2 untuk sarapan dulu. Pagi itu kita memang belum sarapan, buru2 pergi agar ibu bisa segera ditangani. Saya juga mengajak anak2 biar bisa bantu2 jika diperlukan, maklum, kondisi fisik saya kan belum pulih, masih agak lemah pasca operasi dan dalam masa terapi serta pemulihan.

Pas di seberang UGD ada gerai JFC, bukan KFC :)…, tapi lumayan juga lho…, ada selain menu ayam goreng dkk, ada juga dim-sum, ayam bakar, bubur ayam dll. Harganya, satu paket ayam bakar dengan nasi dan sedikit lalab plus sambel dihargai Rp20ribu (ini yang dipesan putera saya), saya sendiri pesan bubur ayam Rp10 ribu (porsi sangat banyak buat ukuran saya, tapi buat orang normal sih pas ya…). Sementara itu isteri saya dan puteri saya memesan dim-sum Rp4ribu per porsi (ada yang isi 3 atau 4).

Sebenarnya saya lebih suka kalau makan di kantin yang lebih banyak pilihan makanan dan minuman-nya. Letaknya pas di atas gerai JFC, tetapi hari Minggu kantin ini tutup…

Yang saya suka dari gerai JFC ini, ada free WiFi… Iya, saya dan keluarga bisa surfing dan browsing internet, update dan liat2 Facebook, baca2 berita, nge-tweet, dll… Jadi sambil menunggu kita bisa duduk2 di JFC, bergantian, satu-dua orang ada yang nunggu di UGD…

Keluar UGD

Setelah tiga jam, dokternya bilang “hasil EKG menunjukkan indikasi adanya penyempitan pembuluh darah yang menuju jantung…, selanjutnya akan dimonitor lagi selama 6 jam…, dan jika diperlukan akan diopname.“.

Enam jam… masih lama dong, akhirnya kita putuskan isteri dan anak2 pulang duluan, biar saya yang menunggu ibu, nanti akan gantian dengan adik saya (dalam perjalanan dari Rawamangun ke RS).

Setelah sekitar 20 menit isteri dan anak2 pulang, ada panggilan dari perawat UGD, sempet deg2an juga, ada apa ya… Rupanya ibu saya boleh pulang dan saya diminta untuk mengurus pembayaran… syukurlah…

Bayar pake Askes

Urusan pembayaran cukup lancar, dengan menggunakan kartu Askes saya hanya membayar Rp50 ribu untuk semua tindakan (termasuk makan siang untuk ibu saya di UGD). Padahal biaya normalnya tertera Rp767ribu… Petugas administrasi juga tidak mempermasalahkan kartu Askes ibu saya yang sudah expired alias kadaluwarsa. Saya hanya diminta untuk mengurus perpanjangan kartu Askes dan menyelesaikan administrasi di Loket nomer 4 di bagian kasir. Saya juga diminta untuk menandatangani pernyataan akan menyelesaikan hutang (alias menyelesaikan perpanjangan kartu yang sudah kadaluarsa) dalam waktu 3 x 24 jam.

Selesai

Setelah selesai, adik saya dateng (he he he… pas kita mau pulang) dan ibu saya boleh pulang (tidak disandera sampai administrasinya lunas, seperti dalam cerita2 horor di beberapa RS/poliklinik…).

Akhirnya, usailah pengalaman 5 jam di RS Jantung Harapan Kita pada hari Minggu itu…

Oya, selanjutnya ibu saya perlu kontrol lagi dengan dokter jantung di RS Harapan Kita.

Mudah2an, sehat terus ya bu….

About these ads

10 thoughts on “RS Jantung Harapan Kita

  1. Nanik Setianingsih

    Terima kasih informasinya pak, saya sedang mencari fasilitas askes di rs jantung harapan kita

    Reply
  2. Melisa

    Hi, this weekend is good designed for me, for the reason that
    this time i am reading this impressive informative article here at
    my home.

    Reply
  3. metri

    bulan juni bapak saya sudah mendapatkan jadwal operasi di rs harkit dg proses yg cukup panjang dg alasan tiap siap bapak saya membatalkan operasi tersebut tdk cukup 6 bapak saya kena serangan jantung lg akhirnya dokter yg merawat bapak saya di rumah harus dioperasi, yg ingin saya tanyakan apakah proses utk mndptkan jadwal operasi baru butuh waktu lagi krn kmrn bapak sy sdh pernah cek bulan april lalu..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s