Jumat, 3 September 2010, saya kembali menjalani pemeriksaan CT Scan abdomen untuk mengetahui kondisi jalur pencernaan pasca operasi.
Pemeriksaan CT Scan kali ini merupakan pemeriksaan yang ketiga di RS PI sehubungan dengan operasi gastrectomy pada bulan Mei 2010.
Jadi sekarang saya sudah cukup mengenal prosesnya, suasana di ruangan CT Scan dan juga para petugasnya. Kalau pada awalnya ada perasaan agak “deg2-an”, sekarang sudah tidak lagi…
CT scan (Computerized Axial Tomography, CAT scan) dapat menghasilkan gambaran dari organ tubuh yang tidak bisa dilihat oleh peralatan foto dengan standard x-ray biasa. Sehingga, CT Scan dapat mendeteksi dan mendiagnosa beberapa jenis kelainan dalam tubuh kita (seperti otak, tumor dll.). CT scan tergolong pemeriksaan yang aman
Secara umum, pemeriksaan CT abdomen dilakukan untuk melihat gaster/lambung, liver/hati, gallblader/kantung empedu (khususnya batu empedu), pancreas, usus halus, lesi pada ginjal dan untuk melihat sistem vascular.
Aplikasi lainnya termasuk diagnosa dan mempelajari penyakit jantung, stroke, penyakit vascular, osteoporosis, tulang, sinus, bagian dalam telinga, otak dan pembuluh darahnya, sistem reproduksi dan saluran pencernaan.
CT Scan memiliki kemampuan unik untuk menggambarkan jaringan lunak, tulang dan pembuluh darah. Saat ini termasuk sebagai sarana yang terbaik untuk mempelajari abdomen dan paru.
Proses Pemeriksaan CT Scan:
- Persiapan awal – Puasa
Pagi2, jam 7, saya diminta agar sudah siap oleh petugas radiologi RS PI. Rencananya proses CT Scan dimulai jam 8 pagi. Persiapannya adalah puasa sejak jam 10 malam. Hal ini diperlukan karena pemeriksaan CT Scan untuk bagian abdomen (rongga perut) membutuhkan keadaan saluran pencernaan yang bersih, agar gambarannya dapat tervisualisasi dengan baik.
- Persiapan – Minum Cairan Kontras
Jam 7 pagi, proses pun dimulai, mula2 saya harus meminum segelas besar cairan kontras/barium. Cairan ini warnanya putih kecoklat2an seperti susu. Rasanya agak enek karena agak kental , namun dibanding jaman dulu, sekarang sudah jauh lebih nyaman karena sudah diberi rasa agak manis dan rasa segar jeruk…
Selain cairan barium/barium-sulfat, cairan kontras bisa juga dari Gastrografin yang merupakan cairan dengan campuran yodium. Rasanya agak kepahit2an.
Cairan kontras ini digunakan karena dalam pemeriksaan abdomen dibutuhkan adanya pembeda (kontras) pada gambaran struktur organ pencernaan dari gambaran struktur organ lainnya seperti Lymph nodes, massa atau abses pada abdomen.
Waktu minum kontras tersebut sangat penting untuk memastikan kontras telah tersebar pada sistem saluran cerna. Oleh karena biasanya prosedur minum kontras untuk pemeriksaan CT abdomen atas diatur sbb :
Minimum 600 ml s/d 750 ml kontras dibagi 3 bagian/gelas.
- Bagian Pertama : diminum 30 menit sebelum pemeriksaan.
- Bagian kedua : diminum 15 menit sebelum pemeriksaan.
- Bagian ketiga : diminum 5 menit sebelum pemeriksaanSetelah selesai minum cairan kontras, saya masuk ke ruangan CT Scan.
Oya, tentunya pernah terbersit juga, apakah cairan kontras aman untuk diminum? Secara umum barium dan gastrografin aman dan pada akhirnya akan keluar melalui saluran pencernaan. Efek sampingnya minor dan hanya sementara seperti sembelit, mungkin saja bisa terjadi.
- Persiapan di Ruang CT Scan
Pertama2 kita harus mengganti baju dengan baju khusus yang menyerupai kimono. Pakaian kita semua dilepas (kecuali pakaian dalam).
Setelah melepas pakaian, saya menyempatkan diri menimbang badan, wah, sekarang sudah turun lagi jadi 50kg saja… “pak, timbangannya memang agak kurang”… kata petugas CT Scan di RS PI yang memperhatikan saya agak terheran2… rupanya petugas di sana juga dibekali dengan keahlian untuk membuat pasien merasa nyaman.
Setelah mengenakan kimono, saya berbaring di tempat khusus pada mesin CT Scan.Ruangan CT Scan sangat dingin karena suhunya perlu dijaga agar peralatannya dapat bekerja dengan baik. Untuk mengurangi rasa dingin, pasien diberi selimut tebal. Nah, ini bedanya, waktu di RS sebelumnya saya tidak diberi selimut, jadi kebayang kan kalau orang lagi sakit mesti di CT Scan…
Sebelum dimulai, pasien diminta untuk menandatangani pernyataan telah mengetahui beberapa risiko yang dapat terjadi dalam proses CT Scan, termasuk reaksi pemberian cairan kontras.
- Proses Scan Pertama
Tempat kita berbaring akan bergerak melalui “terowongan” yang sebenarnya adalah “kamera-berputar” untuk melihat foto 3-dimensi dari bagian dalam tubuh kita. Saat kita bergerak melalui terowongan tersebut, harus tahan nafas secara beberapa detik.
CT scan pertama kali dikembangkan pada tahun 70-an. Awalnya adalah untuk melihat gambaran di kepala. Saat ini prosesnya relatif cepat sehingga pasien dapat merasa lebih nyaman dan resolusi gambarannya pun bisa cukup tinggi.
CT menggunakan komputer dan peralatan sinar-x yang berputar pada bagian terowongannya. Saat mesin scanner berputar, akan dipotret beberapa profil organ tubuh kita, sekitar 1,000 profil setiap putaran. Masing2 profil dianalisa oleh komputer dan dikompilasi menjadi bentuk gambar 2 dimensi.
- Suntikan Cairan Kontras
Setelah proses CT Scan pertama selesai, saya diberikan suntikan cairan kontras. Ya, selain diminum, cairan kontras juga dapat diberikan melalui suntikan. Cairan kontras melalui suntikan ini diperlukan untuk memperjelas gambaran pembuluh2 darah dan struktur organ2 tubuh seperti otak, tulang belakang, hati dan ginjal. Cairan ini biasanya berupa campuran Yodium, berwarna bening. Kadangkala, injeksi diberikan melalui alat khusus dengan jarum yang halus (seperti pada CT Scan jantung).
Setelah disuntikkan, cairan ini akan mengalir pada pembuluh darah dan setelah CT Scan selesai, ginjal serta hati akan membersihkan cairan tersebut dari tubuh pasien. Biasanya pasien akan disuruh minum air putih yang banyak agar cairan tersebut bisa segera dibersihkan.
Selain diminum dan disuntik, cairan kontras dapat juga diberikan melalui dubur (untuk pemeriksaan daerah usus besar) dan melalui hidung/paru2 dengan cara menghirup (inhalation). Inhalation ini tidak umum, menggunakan gas xenon, untuk kasus yang sangat khusus melihat jaringan paru2 atau otak. Teknik ini juga hanya tersedia pada negara/kota tertentu saja di dunia dan benar2 untuk kasus yang langka.
Suntikan cairan kontras ini telah digunakan bertahun2 tanpa efek samping yang serius. Efek yang paling umum adalah perasaan “hangat” saat cairan disuntikkan, yang diikuti dengan perasaan aneh di mulut dalam beberapa menit saja.
Efek lainnya yang mungkin timbul adalah gatal2 yang bisa terjadi sampai beberapa jam setelah CT Scan. Reaksi alergi yang tidak umum adalah kesulitan bernafas dan pembengkakan tenggorokan atau organ lainnya. Untuk yang terakhir ini perlu segera ditindaklanjuti secara medis.
- Proses Scan Kedua
Setelah diberikan suntikan cairan kontras, kembali dilakukan scanning seperti proses yang pertama. Total proses yang saya alami ini memakan waktu sekitar 45 menit (sudah rapi ganti baju lagi).
Setelah selesai, hasil CT Scan akan dianalisa oleh dokter radiologi dan nantinya akan saya konsultasikan dengan dokter onkologi…
CT Scan termasuk proses pemeriksaan yang mahal. Di RS PI, CT Scan abdomen dengan kontras seperti di atas bisa dikenakan biaya sampai di atas 4,5 juta. Bersyukur saya tidak perlu mengeluarkan biaya karena sudah di’cover’ dengan jaminan/asuransi dari tempat saya bekerja.
Khusus bagi pasien kanker GIST, saya mendapat informasi dari sahabat di Himpunan Elgeka (Himpunan penderita leukemia CML dan penderita kanker GIST) bahwa CT Scan di RSCM tidak dikenakan biaya bagi pemegang kartu kuning (Askes – PNS). Selain itu, pasien GIST pemegang kartu Jamkesnas dan Jamkesda juga tidak dikenakan biaya CT Scan di RSU/RSUD (informasi dari sahabat di daerah a.l. Magelang).
Oya, sebagai informasi tambahan, disamping CT Scan, dikenal pula MRI (magnetic resonance imaging), bedanya adalah CT menggunakan sinar-X, sementara itu, MRI menggunakan medan magnetik yang memonitor atom hydrogen yang ada di cairan dalam tubuh kita.
Selain CT Scan dan MRI, dikenal pula Positron Emission Tomography (PET) Scan yang dikenal untuk melihat metastase atau penyebaran kanker. PET Scan ini jauh lebih mahal lagi biayanya, bisa mencapai lebih dari 15 juta. Saat ini yang saya tahu baru ada satu tempat PET Scan di Indonesia yaitu di sebuah RS di daerah Pluit. Biasanya pasien yang melakukan PET Scan pergi ke negara tetangga…



nice ipoh gan
tks gan…
THANKS BUAT INFONYA…
terima kasih kunjungannya…
salam
info menarik..tnks
Terima kasih…
boleh tau berapa biaya yg dKeluarkan hanya untuk CT Abdomen?
thanks sebelumnya
biaya tergantung RS tempat CT Scan… setahu saya bisa berkisar dari 2,5jt s/d 4,5jt
CT abdomen?
Iya, maksudnya CT Scan untuk Abdomen (bagian perut mulai dari bawah diafragma/di bawah paru2, mulai dari sekitar lambung, hati dan pankreas di bagian atas sampai ke bawah di bagian usus besar). Angka sekitar 4,5jt itu waktu saya CT Scan untuk Abdomen plus Pelvis (rongga di bagian bawah Abdomen – sekitar pinggang yang isinya meliputi kandung kemih). Biasanya dokter saya meminta Abdomen plus Pelvis karena sebagian ujung usus besar berada di balik kandung kemih…
Semoga bisa menjelaskan…
suami saya juga dijadwalkan untuk CT Scan abdomen oleh dokter hepatolog nya, karna dari hasil USG abdomen dan hasil cek darah komplit + AFP (Hati) suspect HCC pada hepatitis B kronik, jadi diduga ada benjolan di hatinya, nah utk memastikan apakah benjolan itu tumor jinak/ganas harus menjalani pemeriksaan CT Scan.
Oia saya sudah check ke beberapa RS utk biaya CT Scan. Di RSCM biaya utk CTscan abdomen atas dg kontras biayanya Rp.4.060.000
di RSUP Fatmawati Rp.3.700.000
dan barusan saja saya check di RS Sari Asih ciputat jauh lbh murah hrgnya Rp.2.700.000.
jadi sepertinya kita akan ke RS Sari Asih yg di ciputat, tapi saya kurang tahu juga sih apakah harganya akan sama dengan RS Sari Asih yg ditempat lain..
Semoga bermanfaat ya untuk yg mau cari2 info soal biaya pemeriksaan CTscan di jakarta ..
Terima kasih informasinya
Salam
pak..kalo untuk ct scan abdomen atas…sebaiknya tanpa kontras atau dengan kontras…karena dokter meminta ayah saya untuk ct scan abdomen atas, beliau menduga ada tumor hati,..usia ayah saya 75 th, dan sangat kurus…
tq
Untuk CT Scan biasanya akan lebih jelas kalau dengan cairan kontras. Jenis kontras setahu saya ada 2:
Yang diminum berbentuk seperti susu atau seperti sirup (lebih enak yang sirup, tidak membuat mual dan kata dokter saya terlihat lebih jelas hasilnya). Cairan ini relatif baru, mungkin belum semua RS punya (di RSPI sudah ada). Efek samping yang saya tahu bisa pusing2 atau diare.
Yang kedua adalah jenis yang disuntik/diinfus. Efek sampingnya bisa alergi ringan sampai berat. Sebelum dimasukkan cairan kontras ke dalam pembuluh darah umumnya perawat/ahli radiologi akan melakukan uji alergi, kalau pasien menderita alergi maka cairan kontras tidak boleh dimasukkan.
Pengalaman saya pribadi mendapat kontras baik yang diminum maupun disuntik/infus dan hasilnya lebih jelas dilihat dokter radiologi.
Semoga bisa membantu.
Bapak terkena sakit apa ya? kanker?
Gastrointestinal stromal tumor (GIST), sejenis kanker langka yang mengenai saluran pencernaan atau organ di sekitarnya dalam rongga perut (abdomen).
kalo boleh tau gejala dari GIST apa saja?
Banyak pasien (terutama jika tumornya berukuran kecil) tidak merasakan adanya gejala/kelainan. Untuk tumor yang sudah besar dapat terasa/terlihat dengan tonjolan/benjolan di perut dekat organ tempat tumor tsb. Gejala yang dapat dirasakan termasuk pencernaan yang tidak terasa nyaman, perut terasa kembung, dan bisa terasa nyeri/sakit.
Pengalaman saya, karena tumornya sudah besar, perut terlihat menonjol di dekat lambung (tumor saya di lambung), dan sering mual serta kembung, sering pula terjadi pendarahan yang terlihat dari BAB yang berwarna hitam bahkan pada kondisi yang parah pernah juga muntah darah. Apabila berlarut, pendarahan dapat berakibat fatal.
Banyak kasus GISTs yang diketahui tidak secara sengaja, melalui CT Scan, Endoscopy ataupun operasi karena dugaan penyakit lain.
Di negara maju, seperti Jepang, pemeriksaan endoscopic dilakukan untuk mendeteksi kanker di lambung, sehingga GIST di lambung dapat segera diketahui pada stadium awal.
Kalau boleh tahu kira – kira berapa biayanya ct scan paru, karena saya di suruh oleh dokter saya ct scan paru ? Dan lebih baik pakai kontras apa tidak pakai ? Trima kasih
Saya sendiri belum pernah melakukan CT Scan paru, namun dugaan saya tidak jauh berbeda dengan CT Scan abdomen yang basic yaitu sekitar 2,5jt di RS tertentu.
Untuk lebih jelasnya mengenai biaya bisa menghubungi poli radiologi RS tempat CT Scan.
Untuk kontras, hasilnya akan lebih jelas terlihat dan juga lebih detil/rinci…
Semoga bermanfaat.
Sakit Gak kalo di CT Scan ??
Sama sekali ngga sakit, kita cuma tiduran dan nanti tempatnya akan berberak maju-mundur. Hanya saja mungkin terasa seperti digigit semut waktu disuntik dengan obat kontras
pak saya mau tanya biaya ct scan untuk pembuluh darah ( sebelum transplatasi ginjal ) berapa ? apa bisa memakai kartu jamkesmas / jamkesda
Untuk itu saya belum tau biayanya, namun demikian, Jamkesda menanggung juga biaya untuk penunjang medis seperti pemeriksaan laboratorium, Rontgen dan CT Scan, prosesnya hanya tinggal mendapatkan persetujuan dari UPT Jamkesda nya… (bisa cek ke Puskesmas/RSUD ybs)
pa saya mau minta daftar harga yg murah utk ct scan daerah jakarta dan bogor
Coba mba Dian cek aja langsung ke RSUD di daerah tersebut… Kalo RS swasta biasanya lebih mahal…
Kalo sekarang masih berlaku ga ya untuk bebas biaya bagi PNS!!ditentukan golongannya gak?mohon bantuannya..dokte menganjurkan ayah saya untuk ct scan di rscm,,,sdngkan ayah saya awalnya ingin menggunakan fasilitas dr tempat beliau bekerja di rs gatot subroto…mohon dibantu,,,jika memang gratis,,,syarat apa saja yg harus saya penuhi
Yang saya tahu gratis untuk beberapa jenis penyakit tertentu seperti kanker GIST, untuk lebih jelasnya bisa menghubungi RS bersangkutan…
pak, kira-kira untuk ct scan Otak berapa ya ?
karna kmren saya kedokter hrs cek ct scan…mohon info nya..
untuk CT Scan otak saya kurang tahu persis…
bisa menghubungi RS tempat akan melakukan CT Scan, sebagai perbandingan, untuk abdomen (rongga perut) dan pelvis bisa mencapai 4-5jt, tapi semuanya kembali lagi bergantung pada RS masing2
kalu nak tahu penyebab leher bengkak apa haru di ct scan sebab sudah hampir 20 thn,tq